Surat Pembaca

Penistaan Agama Terus Berulang

blank
Bagikan di media sosialmu

wacana-edukasi.com– Pernyataan Ferdinand Hutahaean yg meramaikan Twitter karena cuitannya ” Kasihan Allahmu ternyata lemah dan harus dibela”, membuat gerah masyarakat muslim, karena cuitan tersebut bermuatan ujaran kebencian dan mengandung unsur SARA sehingga Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) melaporkannya ke pihak kepolisian.

Namun politikus PDI Perjuangan Kapitra Ampera meminta pihak yang melaporkan hal tersebut segera mencabut laporannya di Bareskrim POLRI (jpnn.com sabtu9/1). Gus Yaqut juga menyampaikan pembelaan terhadap FH dalam keterangannya di laman Kemenag Jum’at, 7 Januari 2022, mutlak harus adanya klarifikasi ( tabayyun) karena dinilai FH membutuhkan bimbingan keagamaan bukan cacian.

Indonesia mayoritas beragama Islam, namun terdapat kasus penistaan agama terbanyak. Sejak 2014 – 2022, lebih dari 50 kasus penistaan yang terjadi, akan tetapi hanya sedikit sekali yg berakhir di penjara, sehingga kasus tersebut terus berulang karena pelaku sering kebal hukum.

MUI menyampaikan siapa saja yang menghina dan melecehkan agama dan yang di sakralkan oleh agama hukumannya adalah haram (merdeka.com). Namun dalam moderasi beragama dengan dalih toleran, pemaaf dan rahmat, umat diajarkan untuk tidak fanatik dan radikal, sehingga ghirah pembelaan terhadap agama pun terhapuskan.

Padahal dalam pandangan Islam, jika penghina agama Islam adalah oleh orang yang sejak awal kafir asli, maka ia adalah gembongnya kafir atau pemimpinnya kafir. Tapi jika kafirnya disebabkan murtad, maka ia melebihi kafir asli seperti yahudi, nasrani dan orang -orang musyrik. Sedangkan jika orang Islam sendiri yang menghina Islam, maka berdasarkan ijma ulama hukumannya adalah dibunuh karena ia telah menjadi murtad dan lebih buruk dari orang kafir asli(Dalamislam.com)

Demikianlah yang terjadi, ketika agama dipisahkan dari kehidupan. Agama dikesampingkan dan bahkan hanya menjadi bahan olok-olok.
Sistem sekuler hanya akan menyuburkan kasus penistaan agama yang terus berulang. Padahal Islam adalah rahmatan lil a’lamin, sebagaimana telah terbukti lebih dari 13 abad lamanya Islam memimpin dunia hingga menguasai dua per tiga belahan dunia, kehidupan berada dalam pengayoman Islam dan menjadi rahmat bagi seluruh alam. Hanya dengan sistem Islam kaum muslim bisa menjalani hidup penuh dengan kemuliaan.

Penulis
Reni Nuraeni
Dramaga-Bogor

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

blank

Hits: 7

Comment here