Surat Pembaca

Muhasabah untuk Umat

Bagikan di media sosialmu

Wacana-edukasi.com, SURAT PEMBACA–“Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang. Dan bersiap-siaplah untuk hari perhitungan yang agung.” (HR. Tirmidzi)

Kita telah memasuki tahun 2026. Sebagai seorang muslim, sudah seharus terbiasa melakukan muhasabah sebagai wujud ketaatan pada-Nya. Kesadaran untuk senantiasa muhasabah diri, sejatinya akan memberikan kebaikan untuk diri, keluarga dan Ummat.

Kesadaran untuk muhasabah, akan menghantarkan pada evaluasi dan langkah perbaikan untuk kedepannya. Karenanya dimomen awal tahun ini, menjadi waktu yang pas untuk merenungi setiap kejadian ditahun lalu. Seperti banyaknya masalah ekonomi diantaranya dengan kenaikan pajak, masalah politik di antaranya banyak kasus korupsi, masalah keluarga diantaranya tingginya angka perceraian, hingga masalah generasi yaitu tingginya kasus-kasus bullying di sekolah hingga kampus (www.hukumonline.com, 02/01/2026).

Di penghujung akhir tahun, fenomena banjir dan longsor di beberapa titik sempat terjadi. Hingga yang terparah terjadi banjir bandang di Sumut. Betapa sangat menyayat hati, di akhir tahun kita menyaksikan banyaknya korban jiwa dari musibah tersebut. Hanya yang perlu bagi kita perhatikan adalah bahwa Walhi mengatakan, banjir bandung Sumut terjadi akibat kerusakan ekosistem dan perusahaan tambang ada disana (www.thestance.id, 28/11/2025).

Setiap kejadian yang menimpa di tahun 2025, sudah sepatutnya menjadi perenungan bersama (muhasabah), agar menjadi evaluasi juga langkah bersama untuk melakukan perubahan yang lebih baik. Terkhusus bagi seorang pemimpin, ia akan memastikan setiap tanggungannya dalam keadaan aman dan tertunaikan hak-haknya. Jika memang ada langkah salah dalam kebijakan, ia akan merevisi untuk sejalan dengan perintah-Nya. Sebab ia akan senantiasa takut pada hisab-Nya di akhirat kelak dan takut akan azab yang keras pada hari akhir nanti.

Seperti yang dilakukan Amirul Mukminin Umar bin Khattab, ia senantiasa melakukan muhasabah setiap harinya. Memastikan dirinya tidak melakukan lalai dalam ibadah yang bersifat personal, ia juga memastikan agar keluarga Umar tidak ada yang berlaku sewenang-wenang, hingga ia memastikan agar dirinya tidak lalai terhadap rakyatnya, karenanya Umar senantiasa memastikan rakyatnya dengan patroli setiap hari, karena ia khawatir ada rakyatnya yang lapar atau khawatir ada keledai yang terperosok ke lubang jalan yang bolong. Umar juga sangat khawatir, ketika terjadi gempa bumi. Ia khawatir, gempa bumi terjadi apakah itu bentuk terguran dari-Nya sebab ada dosa yang dilakukan oleh dirinya atau rakyatnya, sehingga Umar memerintahkan secara bersama melakukan shalat taubat.

Begitulah gambaran ideal seorang pemimpin muslim dalam sistem Islam. Ia akan menjadi contoh bagi rakyatnya dalam hal muhasabah kepada-Nya. Ia akan menjadi penggerak bagi rakyatnya untuk senantiasa memperbaiki amal agar senantiasa sesuai syariat-Nya. Semoga muhasabah awal tahun ini menghantarkan pada perubahan sistem Islam, yang akan melahirkan kembali diri, keluarga, ummat dan pemimpin yang taat pada-Nya.

Ummu Kahfi

Bandung-Jawa Barat

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 17

Comment here