Bahasa dan SastraPuisi

Wahai Keluarga Allah

blank
Bagikan di media sosialmu

Oleh: Miladiah Al-Qibthiyah

Wahai keluarga Allah
Engkau tidak cinta harta dan kedudukan
Engkau tidak dikuasai oleh ambisi kekuasan
Engkau hanya pelanjut estafet perjuangan

Wahai keluarga Allah
Engkau hadir menyuarakan kebenaran
Engkau hadir menentang kezaliman
Ketiadaanmu sungguh membawa kesedihan

Wahai keluarga Allah
Engkau mengantar manusia kembali ke kemuliaan
Engkau mengeluarkan manusia dari keterpurukan
Engkau menyelamatkan manusia dari kesesatan

Siapa lagi yang kerap mengkritisi penguasa?
Siapa lagi yang hendak mengingatkan manusia?
Kehidupan telah melenceng dari akidah
Pun aturan tak lagi memprioritaskan hukum Allah

Wahai keluarga Allah
Kami tak seteguh kalian
Kami tak setegar kalian
Kami tak sekuat kalian

Kami menangis bukan karena pesimis
Kami bersedih sebab tak mampu menahan perih
Perihnya kezaliman
Perihnya kebodohan
Perihnya kemunafikan

Wahai keluarga Allah
Sungguh kami tidak akan memadamkan cahayamu
Sungguh kami tidak akan memutus ilmumu
Sungguh kami tidak akan meredupkan nasihat dakwahmu

Wahai keluarga Allah
Kami akan melanjutkan perjuangan
Kami akan berdiri kokoh di atas jalan kebenaran
Kami akan memperjuangkan keadilan

Wahai keluarga Allah
Meskipun kami dikucilkan
Meskipun kami diasingkan
Meskipun nyawa dipertaruhkan

Kami siap membela agama Allah
Kami siap membumikan syariah
Kami siap menegakkan kalimatullah
Semoga Allah mengijabah
Hingga kelak kita berkumpul di Jannah
In syaa Allah

Tanah Hitam, 17 Januari 2021

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 18

Comment here