Surat Pembaca

Stok Pangan Aman, Akankah Rakyat Terjamin?

blank
Bagikan di media sosialmu

Oleh. Imas Sunengsih, S.E., M.E. (Aktivis Muslimah Intelektual)

wacana-edukasi.com, SURAT PEMBACA– Harga beras terus mengalami kenaikan, kondisi ini semakin membuat rakyat panik. Namun pemerintah justru berdalih bahwa stock ketersediaan aman menjelang ramadan, seperti yang dilansir dari laman web
republika.co.id, bahwa
Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi mengatakan pemerintah terus memperkuat ketersediaan dan stabilitas pangan strategis menjelang Ramadhan (Republika.co.id. 27/02/2024).

Ketersediaan stock pangan aman menjelang ramadan, namun apakah rakyat bisa memenuhi kebutuhan pangan tersebut, dengan harga yang mengalami kenaikan secara signifikan menjelang ramadan dan lebaran. Fenomena ini terus berulang dari tahun ke tahun, pemerintah cuma berdalih stock aman, bagaimanakah dengan kondisi ekonomi rakyat yang mengalami kelesuan pasca pandemi. Nampaknya, ini belum menjadi perhatian bagi pemerintah.

Penting untuk difahami, ketika stock pangan aman, harus diperhatikan akan terjaminnya kebutuhan pokok rakyat agar bisa diakses kebutuhan tersebut dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup. Bukan hanya dilihat sekedar aman dari sisi stock, karena sangat penting pendistribusian pangan merata kepada seluruh rakyat. Namun sayangnya dalam ekonomi kapitalisme, distribusi ini tidak diperhatikan, yang diperhatikan hanya keuntungan materi yang bisa didapatkan. Inilah ciri dari sistem ekonomi kapitalisme yang berasal dari ideologi kapitalisme, standar kebahagiaan hanya diukur dari materi. Rakyat dipaksa untuk membeli barang kebutuhan pokok dengan harga tinggi, gimanapun cara biar rakyat yang pontang panting sendiri untuk memenuhi kebutuhan pokok ini.

Jika ditelusuri bahwa Ideologi kapitalisme merupakan warisan penjajah yang kini diterapkan di negeri-negeri kaum muslim, bukan untuk menyelesaikan masalah tapi justru menambah masalah dengan prinsip-prinsip yang dianutnya. Dalam sistem kapitalisme yang hanya menguasai perekonomian hanya segelintir orang yang memiliki kapital, segelintir orang ini sering disebut kaum oligarki. Mereka menguasai ekonomi atau kekayaan negeri ini dari hulu sampai hilir, sedangkan rakyat negeri ini mayoritas tidak memiliki kemampuan untuk mensejahterakan hidupnya, pasalnya bebas hidup yang semakin berat ditambah dengan kebijakan yang memembani, sepertinya tarik dasar listrik naik, pendidikan mahal, kesehatan mahal, pajak naik dll. Sangat kecil kemungkinan rakyat bisa terjamin dalam sistem ini, karena yang hanya menikmati cuma kaum elit.

Inilah sistem kapitalisme yang telah menjadikan pengusaha negeri ini abai dengan tanggung jawabnya untuk mengurus rakyatnya, ambisi kekuasaan lebih diutamakan dibandingkan dengan kesejahteraan rakyat. Berbeda tentunya dengan sistem Islam dimana kebutuhan pokok terutama ketersediaan pangan harus terus terjamin sampai bisa dinikmati oleh individu per individu, pendistribusian akan sangat diperhatikan oleh negara Islam karena inilah yang akan menjadikan roda perekonomian berjalan dengan aman dan stabil. Kecil kemungkinan terjadi adanya krisis ekonomi, karena dalam sistem ekonomi Islam sudah terdapat seperangkat aturan yang komplit dan sempurna.

Negara Islam tidak akan pernah abai dengan amanah kepemimpinan, dimana amanah tersebut akan dimintai pertanggungjawaban dihadapan Allah Swt dan juga pemimpin dalam Islam merupakan sosok yang taat akan syariat Islam. Sosok kepimpinan yang ideal hanya ada dalam negara Islam yang menerapkan sistem Islam kafah, itu semua sudah terbukti dalam sejarah yang tidak terbantahkan. Rasulullah Saw sebagai contoh pemimpin terbaik di dunia, telah diikuti oleh pemimpin setelah Rasulullah wafat yakni Khulafaur Rosyidin.

Sebagai seorang muslim tentu tidak perlu meragukan lagi dengan sistem Islam yang bersumber dari Allah Swt, tidak ada kecacatan yang akan menimbulkan kerusakan. Sedangkan sistem kapitalisme yang bersumber dari akal manusia sudah sangat jelas telah banyak memberikan dampak kerusakan, jadi kaum muslim harus segera membuang sistem yang rusak dan merusak ini. Ingat akan firman Allah Swt termaktub dalam surah Al Baqarah ayat 208:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَاۤفَّةً ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ ٢٠٨

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam (kedamaian) secara menyeluruh dan janganlah ikuti langkah-langkah setan! Sesungguhnya ia musuh yang nyata bagimu.

Kesadaran ini harus dibangun dalam diri kaum muslim, sehingga hanya sistem Islam kafah sajalah yang dijadikan standar untuk mengatur kehidupan baik secara individu, masyarakat dan negara. Kesejahteraan pun akan terjamin dalam Negera Islam, karena ini merupakan tujuan dari sebuah negara mensejahterakan rakyatnya.

Wallahu’alam bish shawab

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 12

Comment here