Opini

Saatnya Gen Z Hijrah Ideologi

Bagikan di media sosialmu

Oleh: Nidya Lassari Nusantara

Wacana-edukasi.com, OPINI--Saat ini, generasi muda yang dikenal dengan generasi z (Gen Z) berada di antara dua fakta. Di satu sisi, Gen Z disuguhkan mimpi bonus demografi menjadi bagian Indonesia Emas 2045, namun disisi lain Gen Z berhadapan dengan kehidupan Indonesia yang berkarat. Biaya pendidikan mahal, terjerat fenomena kesehatan mental, kecanduan digital, dicekoki hoaks, dihantui keadaan sulitnya mendapat pekerjaan, dan masih banyak lagi sehingga opini Indonesia emas terasa diambang pintu Indonesia cemas.

Tanpa Islam, Gen Z hari ini kaum yang stres, tawuran, pelaku dan korban pelecehan, rawan bunuh diri dan segala kerusakan zaman.  Menurut data dari I-NAMHS (Indonesia National Adolescent Mental Health Survey), survey dari kesehatan mental remaja skala nasional pertama di Indonesia menyatakan bahwa remaja umur 10-17 tahun di seluruh Indonesia dari tahun 2024-2025 sebanyak 15,5 juta remaja terkena masalah mental seperti kecemasan berlebihan, depresi dan sejenisnya karena faktor masalah keluarga, bullying dan media sosial.

Kerusakan pemuda hari ini bukan kebetulan. Pemuda hari ini terlena dengan gaya hidup barat. Budaya liberal yang penting happy sudah menyerang akal Gen Z. Mereka lebih akrab scrol Tik Tok daripada baca Al Qur’an. Mereka lebih kenal influencer daripada Rasulullah. Akibatnya, pacaran sampai free sex dinormalisasi, aurat di obral sana-sini, kehidupan menyimpang terus divalidasi. Tujuan hidup diganti dari ridho Tuhan yang penting apa saja dilakukan yang penting cuan. Budaya barat yang memiliki sistem sekuler, memisahkan hidup dari aturan agama menjadikan hidup pemuda kosong hampa tanpa arah.

Jauh-jauh hari Allah SWT telah menyiapkan kisah nyata bagaimana peran pemuda. Pemuda masa kini, Gen Z wajib mentaddaburi ayat-ayat Allah SWT. Di dalam surah Al-Kahfi ayat 13 yang artinya;

“Kami ceritakan kisah mereka kepadamu dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu para pemuda yang beriman kepada Rabb mereka, dan Kami tambah petunjuk kepada mereka.”

Pada masa itu, zaman di fase kegelapan, para pemuda hilang arah karena semua orang ikut menyembah berhala. Para ashabul kahfi yaitu tujuh pemuda beriman, berani speak up kebenaran walau nyawa menjadi taruhan. Allah SWT berfirman:

“Dan Kami kuatkan hati mereka ketika mereka berdiri, lalu mereka berkata: ” Rabb kami adalah Rabb langit dan bumi, kami tidak akan menyeru tuhan selain Doa. Jika kami lakukan itu sungguh kami telah mengucapkan perkataan yang sangat jauh dari kebenaran” (QS Al-Kahfi: 14).

Para pemuda ini melawan sistem dan dilindungi Allah SWT dengan cara menidurkan mereka selama 300 tahun dan saat terbangun dunia sudah berubah. Ini menjadi bukti nyata bahwa pemuda menjadi agen perubahan sebagai bagian aqidah. Para Gen Z umat Islam seharusnya melek Al Qur’an dan As Sunnah. Sejarah Islam juga telah memberikan fenomena sejarah untuk pemuda. Usamah bin Zaid umur 18 tahun sudah memimpin pasukan untuk jihad ke Romawi atas perintah Rasulullah menjelang wafat.

Umur 21 tahun, Muhammad Al Fatih menaklukan negara adidaya pada masa itu, Konstantinopel yang saat ini dikenal dengan nama negara Turki. Imam Syafi’i, Al khwarizmi, Maryam Al ihya, Fathimah Al fihri adalah pemuda-pemudi yang karyanya sampai sekarang masih terpampang nyata. Dan semua pemuda agen perubahan ini hidup dalam naungan aturan Islam kaffah.

Tahun baru Islam akan tiba. Sejarah Hijrah pada masa Rasulullah berpindah dari Mekah ke Madinah menjadi pelajaran penting bagi setiap umat manusia, termasuk gen Z. Hijrah bukan hanya berganti gaya menjadi estetik. Hijrah adalah keputusan berpindah dari estetik peradaban barat menuju estetik peradaban Islam. Dalam sistem Islam yang tunduk pada perintah dan larangan Allah SWT. Remaja adalah aset negara tonggal peradaban. Negara mempunyai tanggung jawab untuk mengurus remaja. Tugas negara jelas bukan hanya menaikkan harga, membuat undang-undang.

Dalam sistem Islam Kaffah negara wajib memberi pendidikan dengan kurikulum Islam yang mencetak generasi dengan pola pikir dan pola sikap yang sama, Islam. Sehingga karakter yang tumbuh dan berkembang adalah karakter yang bertakwa, cerdas dan tangguh. Dalam sistem Islam, negara memiliki sistem sosial yang mengatur bagaimana circle generasi muda. Circle green flag yang dijauhkan dari kegiatan-kegiatan membangkitkan sahwat dan negara berkewajiban mengawasi media apakah perbuatan yang hukumnya mubah ini lebih banyak mudharatnya atau manfaatnya.

Negara dengan sistem aturan Islam Kaffah menyediakan hukum yang tegas bagi para pelaku maksiat serta ekonomi Islam yang tidak membuat orang tua banting tulang diluar rumah sehingga kehabisan waktu untuk mengurus anak-anaknya. Orang tua juga wajib membangun pondasi yang tepat. Ayah sebagai imam keluarga, pemimpin yang bertanggung jawab atas kebutuhan jasmani dan naluri keluarganya. Ibu sebagai madrasah pertama untuk anak-anaknya. Membangun komunikasi, mengawasi pergaulan anak dan menjadi contoh terbaik sesuai hukum syariah.

Menyambut tahun baru Islam saat ini, sudah saatnya Gen Z ambil peran, bersama, tidak setengah – setengah mulai dari diri sendiri, negara bahkan sampai akhiratnya. Maka jadilah Gen Z yang hari ini konten, cicrle dan geraknya pada kebaikan. Berani speak up tentang sistem yang rusak. Berani buat gebrakan untuk kembali kepada aturan yang terbukti membawa gaya hidup cemerlang. Saatnya Gen Z jadi agen perubahan peradaban. Saat nya Gen Z Hijrah Ideologi. Dari ideologi buatan manusia hijrah kepada ideologi Yang menciptakan manusia, dunia dan seisinya. Ideologi Islam.

Rasulullah bersabda “Ada 7 golongan yang akan dinaungi Allah di bawah naungan-Nya pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya; pemimpin yang adil, Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Rabbnya…” (HR. Bukhari dan Muslim).

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 27

Comment here