Opini

One Piece dan Kapitalisme, Kemerdekaan Semu di Tangan Elit

Bagikan di media sosialmu

Oleh : Dite Umma Gaza (Pegiat Dakwah)

Wacana-edukasi.com, OPINI--Diberitakan www.metrotvnews.com (01-08-2025), Negeri ini tengah digegerkan dengan kontroversi berkibarnya bendera One Piece. Rakyat mengibarkan bendera merah putih menjelang HUT Republik Indonesia ke-80 ini disandingkan dengan bendera hitam yang bergambarkan tengkorak bajak laut. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco berpendapat bahwa pengibaran bendera One Piece termasuk salah satu upaya pemecah bangsa. Masyarakat dihimbau agar mempererat persatuan dan membentengi diri dari campur tangan asing.

One Piece adalah anime (cerita kartun) yang menceritakan bajak laut bertopi jerami, Monkey D.Luffy adalah pemimpin kawanan bajak laut ini. Desain Bendera dalam anime ini bergambarkan tengkorak tersenyum yang memakai topi jerami jingga dengan pita merah. Topi ini adalah warisan tokoh komik yang bernama Shanks kepada Luffy yang ia percayai akan memjadi bajak laut besar kelak.

Viralnya video pengibaran bendera One Piece yang diunggah di sosial media ini memicu animo masyarakat yang bermacam-macam. Ada yang beranggapan bahwa pengibaran bendera ini tidak pantas ada pula yang beranggapan bahwa hal tersebut sangat kreatif.

Potret Negeri Ini

Banyak masyarakat yang mengibarkan bendera berwarna hitam bergambar bajak laut akhir-akhir ini. Hal ini menggambarkan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap kezaliman yang terjadi hampir di seluruh pelosok negeri. Pengibaran bendera ini sebagai ekspresi rakyat yang tidak rela negerinya dijajah oligarki penguasa sumber daya alam, yang membuahkan banyak kesengsaraan.

Potret negeri ini memiliki kesamaan cerita dengan kisah One Piece. Para pejabat menggunakan kekuasaannya untuk memperkaya diri, sedangkan mayoritas rakyat harus berjuang keras untuk bertahan hidup atau sekedar memperoleh pemenuhan makan sehari-hari. Keadaan ini menggambarkan kesenjangan yang sangat lebar. Kekuasaan kerap berpihak pada penguasa dan mengesamoingkan kepentingan rakyat.

Indonesia telah merdeka selama 80 tahun, tapi terlihat jelas bahwa rakyat belum merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya. Rakyat sering disengsarakan dengan kesenjangan sosial, dimana yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin dimiskinkan. Kebijakan yang dibuat penguasa kerap kali hanya menguntungkan golongan elit, rakyat dibuat semakin tertindas dan jadi bahan eksploitasi.

Kapitalisme Akar Masalah

Kesulitan demi kesulitan yang dihadapi rakyat di negeri ini adalah buah dari penerapan sistem kapitalisme yang merupakan saudara kandung dari sistem demokrasi. Dimana penguasa lebih mementingkan kepentingan elit. Rakyat selalu menjadi pihak yang terzalimi, dimiskinkan dan sengsara. Penderitaan rakyat yang terstruktur ini sangat mirip dengan alur cerita kisah One Piece. Dimana penindasan, ketidakadilan dan korupsi telah mengakar.
Umat harus bangkit dan berjuang, bahwa persoalan pokok yang membelenggu negeri ini bukan hanya karakter individu, ataupun melengserkan pemimpin yang zalim. Umat wajib menyadari bahwa penderitaan yang terjadi di negeri ini adalah buah dari penerapan sistem rusak dalam segala aspek kehidupan.

Kapitalisme merupakan sistem buatan manusia yang jelas rusak sejak lahir.

Kapitalisme mengajarkan bahwa materi adalah segalanya, petunjuk dan aturan dari Allah dikesampingkan dan ditinggalkan. Selama negeri ini masih menerapkan sistem rusak ini, selama itu pula rakyat akan merasakan penderitaan.

Islam Satu-satunya Solusi

Solusi untuk mewujudkan negeri yang aman, tenteram dan damai adalah dengan mengganti kapitalisme dengan sistem Islam yang menerapkan syariat Islam secara kaffah. Umat manusia adalah makhluk ciptaan Allah, maka sudah seharusnya manusia juga menggunakan aturan Allah dalam segala lini kehidupan.

Aturan yang berasal dari Allah itu berupa syariat Islam yang melindungi hak-hak umat. Pemerataan keadilan dan kesejahteraan umat niscaya akan terpenuhi dengan baik. Sistem Islam akan memberikan kemerdekaan kepada rakyat dan membebaskannya dari belenggu kemudharatan Kapitalisme.

Islam berasal dari Allah melalui Rasul-Nya, berupa ajaran lengkap untuk kelangsungan alam semesta. Bukan sekedar ajaran spiritual yang mengatur hubungan manusia dengan Sang Penciptanya, namun Islam adalah sistem hidup yang lengkap. Islam diturunkan untuk mengatur hubungan manusia dengan Allah Swt, hubungan antara manusia dengan dirinya dan hubungan antara manusia dengan manusia.

Dengan penerapan Islam secara menyeluruh akan terbentuk umat terbaik (khairu ummah). Akan terbentuk kesadaran pada seluruh umat, bahwa penerapan syariat Allah adalah harga mutlak. Keadilan, perlindungan dan jaminan kesejahteraan akan dirasakan seluruh rakyat, jauh dari penindasan.

Munculnya protes rakyat yang terjadi di negeri ini adalah suatu kewajaran, fitrah bahwa rakyat mulai tergerak melawan ketidakadilan dan penindasan. Luapan emosi, demonstrasi dan aksi seperti pengibaran bendera One Piece harus diarahkan kepada perjuangan sebenarnya, yaitu memperkuat persatuan umat dengan mengganti sistem rusak kapitalisme dengan sistem Islam.

Perlawanan dan perjuangan rakyat dalam menegakkan keadilan harus terarah dan memiliki visi yang jelas. Perlawanan yang bersifat insidental dan tak bermakna akan mudah padam. Rakyat harus diarahkan agar ikut berjuang, dengan bergabung dengan jamaah dakwah yang menghasilkan kekuatan kokoh dan berkelanjutan.

Tujuan akhir umat adalah memperjuangkan berdirinya Khilafah agar syariat Islam dapat diterapkan secara menyeluruh di seluruh negeri. Tanpa pandang bulu, keadilan akan diterapkan bagi seluruh rakyatnya. Kekayaan dan sumber daya alam akan dikelola oleh negara, dan hasilnya akan dikembalikan kepada rakyat berupa pelayanan kesehatan, pendidikan sandang, pangan, papan dan sebagainya. Rakyat akan mendapatkan rasa aman dan mengenyam kemerdekaan yang sesungguhnya.
Kehidupan Islam secara memyeluruh (kaffah) harus diupayakan agar hukum-hukum Allah bisa ditegakkan. Dengan tegaknya hukum Islam, niscaya keadilan akan dirasakan seluruh rakyat. Peradaban Islam mengangkat derajat manusia dan menjauhkannya dari penindasan dan kesengsaraan. Penderitaan rakyat akan berakhir, merdeka seutuhnya dan membawa berkah bagi semesta.

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 21

Comment here