Opini

Genosida Gaya Baru di Palestina

Bagikan di media sosialmu

Oleh: Alya Atikah (Mahasiswi Kalimantan Selatan)

Wacana-edukasi.com, OPINI–Saat ini, kota Palestina masih dibumbui dengan bom dan rudal-rudal dari Israel. Bulan Oktober kemarin ternyata Israel masih belum sepenuhnya puas untuk menghancurkan tanah Palestina. Bangunan-bangunan penting seperti masjid, sekolah dan rumah sakit itu dihancurkan, apalagi rumah-rumah warga kota Gaza sudah rata dengan tanah. Tak ada lagi tempat yang aman bagi warga kota Gaza, ditempat-tempat mana pun sudah disentuh oleh rudal-rudal kiriman Israel.

Tak cukup hanya dengan mengambil hak warga Palestina, namun juga mengambil nyawa orang-orang tak bersalah di sana. Zionis Israel telah menghantam peluru dan bom kepada orang-orang yang berusaha melindungi keluarganya, rumahnya, dan tanah warisan nenek moyangnya. Mereka telah menghabisi orang-orang tersebut tanpa manusiawi.

Sampai detik ini Genosida masih terus dilancarkan. Padahal peringatan gencatan senjata sudah dilakukan, namun gagal diperpanjang. Entah apa alasannya, sehingga Israel melakukan blokade penuh pada 2 Maret 2025. Blokade ini tentu sangat mempengaruhi kondisi warga kota Gaza. Karena truk bantuan hanya diperbolehkan masuk dalam jumlah kecil.

Tentu dengan memblokade truk bantuan yang berisi makanan pokok warga Gaza, maka terjadilah krisis kelaparan yang sangat mengerikan, dengan 2 juta jiwa terjebak dalam blokade tersebut. Dan ini adalah genosida gaya baru ala Israel yang tidak manusiawi. Mereka bahkan tidak peduli berapa banyak korban yang telah mereka perbuat. Hanya karena alasan mereka tersendiri pula tidak manusiawi pula.

Dilansir dari Jakarta, CNBC Indonesia, pada 23 Juli 2025 pukul 13:30 WIB bahwa Derita anak Palestina di Gaza semakin menyedihkan. Di Gaza, anak-anak tak meninggalkan dunia karena virus langka atau senjata, tapi juga karena hal paling kuno, rasa lapar yang menelanjangi tubuh hingga tinggal tulang. Di Gaza telah dikhawatirkan adanya pembunuhan, malnutrisi, bahkan kelaparan yang berada di dekat lokasi bantuan. Pembagian bantuan dari Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) dukungan AS dan Israel yang kontroversial sangat diharapkan oleh masyarakat.

Dalam tiga hari terakhir melansir dari The Japan Times, 21 anak meninggal di rumah sakit Al-Shifa, Al-Aqsa Martyrs, hanya dalam waktu 72 jam karena malnutrisi. Setiap hari terdapat anak yang berjumlah tujuh orang tewas karena kekurangan gizi.

Begitu kejamnya zionis Israel, hingga anak-anak pun menjadi korban genosida mereka. Rasa lapar yang melanda dan gizi yang tidak cukup akan merusak masa tumbuhan anak-anak. Makin nyata bahwa kekejaman zionis tak mempan hanya dengan ancaman biasa, dan bantuan kemanusiaan. Apalagi mereka selalu mendapat dukungan dan bantuan dari Amerika Serikat yang masuk dalam keanggotaan PBB.

Para pemimpin muslim pun juga terlihat tidak peduli, karena kekuatan dan pengaruh dari Amerika Serikat dan sistem Kapitalisme yang saat ini menggerogoti dunia. Perlahan namun pasti, mereka berusaha menghancurkan kekuatan umat Islam. Pemimpin muslim juga tidak mampu dengan tegas untuk membantu sesama umat muslim yang mengalami kesulitan di seluruh dunia.

Apabila seluruh umat di dunia menerapkan akidah yang bersumber dari akidah kokoh, maka umat sebenarnya memiliki kekuatan yang luar biasa. Terbukti bagaimana Islam mampu menjadikan Khilafah sebagai negara adidaya, yang menguasai hampir sepertiga dunia. Sepanjang sejarah, Khilafah menanamkan akidah kokoh yang berasal dari Sang Pencipta, Allah swt. Sehingga tidak diragukan lagi, bahwa Khilafah mampu menciptakan seluruh umat untuk saling membantu terhadap seluruh makhluk hidup di muka bumi ini.

Jemaah dakwah ideologis harus terus memimpin umat untuk mengembalikan kemuliaan yang akan terwujud ketika Khilafah tegak kembali. Para pengemban dakwah memiliki tugas yang sangat penting, salah satunya ialah harus menyadarkan umat diseluruh dunia untuk bersama-sama meningkatkan keyakinan, kesadaran, dan keistiqomahan mengikuti jalan dakwah Rasulullah. Para pendakwah harus bisa melakukan pendekatan kepada masyarakat, sebagaimana yang Rasulullah lakukan saat menyebar luaskan Islam pada masa jahiliyah.

Interaksi umat dengan cara mengunggah perasaan dan pikiran. Istiqomah juga diperlukan agar para pengemban dakwah senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, senantiasa meminta pertolongannya agar jalan dakwah selalu diberikan kemudahan. Dengan dakwah berjamah, saling mendukung dan menguatkan satu sama lain untuk mengemban dakwah lebih baik.

Betapa tenteram dan damainya dunia dinaungi dengan keindahan Islam, Khilafah yang mengatur segalanya. Hanya ketenteraman semata yang akan dirasakan, keberkahan dari Allah akan senantiasa diturunkan karena umat yang selalu taat kepadanya. Khilafah dengan syariat Islam yang diterapkan di seluruh dunia akan mampu mengontrol umat. Agar memiliki pandangan hidup yang sama, yaitu untuk meraih ridho Alah swt semata, tanpa menyakiti makhluk hidup lain tanpa alasan yang jelas.

Dengan demikian apabila Islam diterapkan dalam seluruh dunia. Khilafah menjalankan syariat Islam sesuai Sang Pencipta, Allah swt. Tak ada lagi umat muslim dibelahan bumi yang lain merasakan kelaparan, bahkan umat muslim yang lainnya mendukung penuh agar Palestina segera dibebaskan dari genosida gaya baru.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 17

Comment here