Oleh : Ummu Ilyasa
Wacana-edukasi.com, SURAT PEMBACA–Tujuh belas Agustus tahun empat lima itulah hari kemerdekaan kita. Ini merupakan lirik lagu yang sudah tidak asing lagi bagi rakyat Indonesia, sesuai dengan liriknya bahwa tepat pada tagal 17 Agustus 2025, Indonesia telah merayakan HUT RI yang ke-80. Sudah 80 tahun negeri ini merdeka, namun keadaan rakyat masih banyak yang belum bisa merasakan kemerdekaan itu sendiri. Apa yang menyebabkan hal ini terjadi?
Saat ini terjadi kemorosotan ekonomi pada masyarakat. Dirilis dari Lembaga Penyeledikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Indonesia (UI), telah mencatat penurunan simpanan nasabah individu di perbankan, penurunan sebanyak 1,09% secara tahunan, pada triwulan I-2025. Indonesia Economic Outlook Q3-2025, menyebutkan bahwa dana yang ditarik oleh nasabah biasanya digunanakan untuk memenuhi kebutuhan pokok yaitu makanan, listrik, air, serta transportasi (CNBC Indonesia, Jum’at, 08 Agustus 2025).
Hal ini disebabkan terjadinya pemutusan kontrak kerja yang dialami para pekerja pabrik. Seperti yang diungkapkan oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) Ristadi, menurutnya terjadi pengurangan tenaga kerja secara signifikan pada periode Agustus 2024 sampai Februari 2025. Beliau juga menilai bahwa kondisi seperti ini akan terus terjadi jika barang-barang impor murah masih terus membanjiri pasar domestik, di tengah-tengah menurunnya tingkat konsumsi dalam negeri. Sebab penurunan ini bukan hanya terjadi pada konsumsi rumah tangga, namun juga belanja pemerintah terhadap industri serta jasa yang aktivitas bisnisnya tergantung pada permintaan domestik (MetroTV, Jum’at, 08 Agustus 2025).
Fakta di atas dapat dilihat bahwa saat ini kita masih terus dijajah terutama dalam bidang ekonomi, namun mirisnya banyak yang tidak menyadari hal ini. Memang benar kita merdeka secara lahiriah, namun tidak kita sadari bahwa kita sedang dijajah secara pemikiran. Bagaimana tidak, kita dipaksa baik-baik saja ketika negeri ini banyak sekali masalah. Mulai dari ekonomi, pendidikan, politik, kesehatan, keamanan dan masih banyak lagi masalah yang ada.
Kondisi seperti inilah yang menjadi penyebab orang melakukan hal-hal melanggar hukum seperti pencurian, bahkan ada yang sampai melakukan bunuh diri karena tekanan ekonomi yang ada. Inilah sisi gelap dari keadaan negeri saat ini, bagaikan kita hidup di dalam ruangan yang gelap tanpa cahaya dan sangat menyesakkan. Kemerdekaan seharusnya dapat dirasakan oleh semua kalangan, namun jika seperti ini apa sesungguhnya arti kemerdekaan itu? Sungguh miris memang negeri ini, dibalik kemeriahan perayaan HUT RI ke-80 masih banyak rakyat yang kelaparan, pengangguran, terpaksa berhenti sekolah, dan masih banyak lagi. Apakah ini yang disebut merdeka? Faktanya inilah yang terjadi pada saat ini, masyarakat berada di zona yang tidak aman.
Inilah buah sistem karena mengadopsi kapitalisme sekularisme. Sebab sistem ini berasal dari pemikiran manusia yang memiliki keterbatasan, sehingga kebijakan-kebijakan yang diterapkan tidak akan pernah mampu menyelesaikan problematika umat, justru seringkali akan muncul masalah baru. Maka kemerdekaan saat ini, hanyalah kemerdekaan yang semu. Jauh dari arti kata kemerdekaan yang sesungguhnya.
Berbeda jika sistem Islam diterapkan sebab, sumber hukum berasal dari Allah SWT yaitu Al-Qur’an dan As-Sunah yang tidak ada keraguan di dalamnya. Sehingga penerapan Islam secara kaffah akan mampu menyelesaikan semua problematika kehidupan. Terutama kondisi saat ini, mekanisme Islam dalam mengelola harta kekayaan, yang menjadi kepemilikan umum dikelola sesuai dengan syri’at. Sehingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi rakyat yang membutuhkan. Sistem Islam juga akan menjaga pemikiran umat sesuai dengan syari’at agar tetap taat kepada Allah SWT. Menjadikan masyarakat terhindar dari perbuatan yang melanggar syari’at seperti yang terjadi saat ini.
Untuk itu agar mencapai kemerdekaan yang sesungguhnya maka dibutuhkan perubahan yang hakiki mulai dari sistem, pemikiran serta paraturan. Hal ini membutuhkan aktivitas dakwah yang mampu merubah pemikiran umat sesuai dengan syari’at. Agar terciptanya kondisi yang diinginkan masyarakat, dengan satu perasaan, pemikiran dan peraturan. Maka penerapan Islam kaffah bagaikan lentera yang mampu menerangi gelapnya dunia saat ini, sehingga kemerdekaan yang sebenarnya dapat dirasakan oleh masyarakat.
Views: 55


Comment here