Wacana-edukasi.com, SURAT PEMBACA–Dalam peringatan hari buruh 2006 Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyiapkan enam tuntutan utama menjelang unjuk rasa peringatan Hari Buruh (May Day) yang digelar 1 Mei 2026. Aksi tersebut sebagai bentuk penyampaian dan penegasan bahwa berbagai bentuk persoalan ketenagakerjaan belum terselesaikan. Isu yang diangkat pemerintah belum menunjukkan adanya prioritas serius dalam menyelesaikan persoalan buruh, hal ini disampaikan langsung oleh Presiden KSPI, Said Iqbal pada Senin (6/4/26) (Kabar24, 27/4/26).
Jelas masalah ini mengungkapkan bahwa pemerintah memang belum menjadikan para buruh sejahtera alias gagal. Tidak dipungkiri negara saat ini dikuasai oleh kapitalis pemilik modal yang hanya mementingkan keuntungan pribadi saja. Rakyat sebagai pekerja alias buruh hanya bisa dimanfaatkan untuk diberi tugas berat namun upah yang diberikan tidak sesuai yang diharapkan, jadi hanya mementingkan kemaslahatan keuntungan bagi para penguasa yang berkuasa saja.
Dalam ekonomi kapitalis, yang diterapkan saat ini bahwasanya nasib buruh itu yang menentukan adalah para pemilik modal. Jadi, adanya prinsip pengeluaran modal sekecil-kecilnya demi mendapatkan hasil keuntungan yang sebesar-besarnya. Jelas, nasib para pekerja tidak akan mengalami perbaikan yang hakiki kalau aturan seperti ini terus dilanggengkan. Apapun yang dapat memberikan manfaat semua bernilai termasuk jasa buruh, namun dalam kapitalis untuk mendapat upah tinggi bagi rakyat itu sangat sulit didapatkan. Karena memang tidak berpihak pada rakyat apalagi menyejahterakan, melainkan hanya diperalat diperas tenaga dan dimanfaatkan.
Aturan kapitalis yang dibuat manusia yang menyengsarakan rakyat, harus segera dicarikan solusi dan diganti dengan yang lebih baik. Tidak lain solusi terbaik adalah jika aturan Allah diterapkan dalam kehidupan ini yang hanya ada dalam Islam. Solusi yang diambil dalam Islam adalah berdasarkan wahyu bukan manfaat apalagi keuntungan yang merugikan di lain pihak. Dalam aturan Islam memandang permasalahan sebagai masalah manusia dengan berbagai potensi hidupnya, bukan hanya masalah buruh saja, tapi memberikan solusi hakiki sesuai fitrah.
Sistem ekonomi yang diterapkan dalam Islam, jelas akan menjamin kesejahteraan umat sebagai warga negara. Tidak akan dibedakan antara karyawan, pengusaha, pegawai swasta, pegawai negara termasuk buruh. Jadi dengan mekanisme ekonomi akan menjamin kesejahteraan sandang, pangan, papan dan juga masalah pendidikan, kesehatan, keamanan semua itu berdasarkan syariat Islam.
Oleh sebab itu, tunggu apalagi mari berjuang khususnya muslim dimana pun berada, memperjuangkan dakwah Islam sehingga terwujud dan diterapkannya aturan dan hukum Allah dalam kehidupan manusia sebagai haknya. Jika aturan Islam diterapkan bukan hanya buruh saja yang akan sejahtera melainkan seluruh umat akan aman di segala bidang baik itu ekonomi, pendidikan, kesehatan, termasuk masalah sosial dalam diri individu, keluarga, masyarakat pun semua akan terselesaikan. Karena Islam adalah satu-satunya jalan dan solusi terbaik yang aturannya berasaskan Alquran dan Sunah yaitu dari Allah yang maha tahu akan permasalahan manusia dan solusinya.
Mariyam Sundari
Views: 5


Comment here