Opini

Krisis Gaza, dan Momentum Kebangkitan Umat

Bagikan di media sosialmu

Oleh : Rasyidah (Pegiat Literasi)

Wacana-edukasi com, OPINI--Kebiadaban tak terkira yang terus dilakukan oleh Zionis Laknatullah terhadap saudara Muslim di Gaza hingga saat ini. Selain itu, adanya blokade di wilayah perbatasan sehingga menyulitkan masyarakat Gaza untuk mendapatkan pengiriman bantuan logistik. Tentu hal itu, mengancam kesehatan masyarakat di Gaza makin parah.

Dilaporkan bahwa kesehatan di Gaza mengonfirmasi bahwa jumlah korban tewas akibat serangan militer Israel sejak Oktober 2023 telah mencapai 60.430 jiwa, dengan 148.722 orang lainnya mengalami luka-luka. Sebagian besar korban disebut merupakan perempuan dan anak-anak Dalam 24 jam terakhir, sedikitnya 98 warga Palestina dilaporkan tewas dan 1.079 lainnya terluka akibat serangan yang masih berlangsung di Jalur Gaza, menurut laporan sumber medis (Metrotvnews.com, 3/8/2025).

Di Gaza, kondisi disana makin btutal kematian datang dari peluru dan bom-bom yang terus di luncurkan ibarat hujan mengalir deras. Dan kini, mereka dibunuh secara perlahan melalui kelaparan yang mendera. Jalur Gaza ditutup total. Tak ada akses sama sekali.

Nasib masyarakat Gaza makin memprihatinkan. Genosida Zionis tanpa henti, tapi ironisnya penguasa-penguasa muslim hanya sebagai penonton melihat kondisi brutal yang di lakukan zionis kepada Gaza. Para penguasa tidak benar-benar serius menolong Gaza, mereka hanya bisa mengutuk dan mengecam dan pada akhirnya mereka tetap bungkam atas penjajahan tersebut.

Pertama kalinya di negara-negara Arab dan Muslim, termasuk Arab Saudi, Qatar, dan Mesir, resmi mendesak Hamas untuk melucuti senjata dan menyerahkan kekuasaan atas Jalur Gaza kepada Otoritas Palestina (PA). Sementara Mesir justru menekan Imam Besar Al Azhar untuk mencabut pernyataannya tentang Zionis, padahal dunia menyaksikan pelaparan sistemis menjadi senjata Yahudi untuk genosida. Di sisi lain, mulai banyak negara yang akan mengakui Palestina sebagai negara setelah terbuka borok Zionis Yahudi dan menyaksikan kejahatan yang tiada tara.

Para penguasa muslim bagaikan buta dan tuli atas realita di Gaza, seolah tak memiliki hubungan iman dengan muslim di Gaza. Padahal Allah telah mengingatkan ikatan ukhuwah Islamiyah sebagai landasan hubungan antar muslim. Kepentingan dunia jabatan dan kekuasaan telah mematikan ukhuwah Islamiyah dan menjerumuskan mereka pada kelemahan di hadapan musuh Allah.

Sungguh ironi, para penguasa negeri Muslim hanya aktif menjaga kesan dengan narasi membela Palestina. Padahal, nyatanya langkah-langkah yang mereka jalani tidak lebih dari mengadopsi cara barat yang absurd dan jauh dari kepentingan umat Islam. Satu sisi, dunia Internasional seperti PBB hanya sebatas menyampaikan kecaman tanpa tindakan nyata.

Semua hal ini bisa saja terjadi, karena kehidupan hari ini masih diatur oleh bayang-bayang sistem aturan yang rusak dam merusak. Kehidupan yang diterapkan negara saat ini adalah sistem kapitalisme sekulerisme. Sistem ini, diadopsi berbagai negara di dunia, yang pada dasarnya hanya bersumber kepada keuntungan dan pemisahan agama dari kehidupan. Tentu, untuk menuntaskan genosida atas Palestina tidak memiliki solusi yang benar-benar efektif dan absolut

Seharusnya, genosida yang terus terjadi menjadikan kaum muslim sadar, bahwa penjajahan atas Palestina adalah tanggung jawab seluruh kaum muslimin. Terlebih lagi Allah telah menegaskan bahwa
Umat Islam adalah umat terbaik (QS 3: 110). Kemuliaan umat akan terwujud Kembali sebagaimana janji Allah (QS 24: 55). Dan semua telah terwujud nyata dengan perjuangan Rasulullah Saw, Sahabat Rasul dan para khalifah sepanjang peradaban Islam yang mulia.

Kisah khalifah Al Mu’tasimbillah dan sikap tegas sultan Abdul jamid II adalah potret penguasa yang menjaga kemuliaan Allah dan rasulnya Kemuliaan umat harus diperjuangkan Kembali. Umat harus dibangun kesadarannya akan janji Allah, dan didorong untuk mewujudkannya Kembali. Upaya itu membutuhkan kepemimpinan sebuah jamaah dakwah ideologis yang tulus mengajak umat untuk berjuang.

Dengan rahmat Allah, jalan dakwah akan mendapatkan hasil sepanjang menapaki thariqah Rasulullah, sebagaimana yang diemban oleh jamaah dakwah ideologis yang tulus menerapkan Islam kaffah. Demikian juga perjuangan pembebasan Palestina akan terwujud ketika Khilafah tegak dan menyerukan jihad sebagai solusi tuntas. Umat harus memanfaatkan momentum ini genosida Gaza untuk membangkitkan Umat dan mewujudkan kemuliaan Islam.

Menyerukan ajaran Islam secara sistematis akan membentuk Kesadaran ditengah masyarakat bahwa ditengah kehidupan meraka tumbuh dan berkembang kelompok dakwah ideologis yang konsisten menyuarakan kehidupan ini agar diatur dengan syariat Islam. Karena, jika umat sadar maka mereka akan kembali bangkit dan mau berupaya melawan kebatilan dan terus menyuarakan kebenaran serta lantang menyiarkan keadilan dan perlindungan diseluruh lini kehidupan.

Sungguh hanya di bawah payung naungan Khilafah islamiyah yang akan mampu mengerahkan pasukan jihad, sebagai solusi nyata untuk membebaskan Palestina dari cengkeraman Zionis. Sudah saatnya mari sadar, bahwa Palestina dan Gaza adalah tugas bersama, mari terus bersuara dan berjuang bersama dalam kelompok dakwah ideologis agar segera terwujudnya Khilafah Islamiyah sebagia perisai bagi umat. Wallahu a’lam bish-shawab

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 18

Comment here