Surat Pembaca

Khilafah dan Jihad, Solusi Tunggal Palestina

blank
Bagikan di media sosialmu

Wacana-edukasi.com, SURAT PEMBACA-– Setelah Operasi Badai Al-Aqsa yang dipimpin oleh Brigadir Jenderal Angkatan Darat Hamas Al-Qasam, dunia international di buat tercengang. Seruan jihad dilancarkan pada Sabtu (10 Juli 2023) oleh Panglima Al-Qassam Muhammad ad-Dhaif. Imbauan ini ditujukan kepada negara-negara Arab dan Muslim mulai dari benua hingga Teluk, dari Tangier (Maroko) hingga Jakarta (republika.com).

Sementara dilansir dari VoAIndonesia. Com, Abdillah Onim, aktivis kemanusiaan Indonesia yang tinggal di Jalur Gaza, mengatakan Israel masih melanggar hukum internasional juga banyak menandatangani perjanjian. Faktanya, Israel saat ini menguasai lebih dari 80% wilayah Palestina. Permukiman Yahudi di Tepi Barat terus dibangun meski terjadi pelanggaran hukum internasional

Inilah yang menjadikan perlawanan bersenjata terhadap Yahudi sebagai satu-satunya jalan yang memungkinkan bagi militer Hamas. Hingga saat ini, perang di Gaza diperkirakan telah menewaskan 6.493 warga Palestina dan melukai 14.254 lainnya; sementara di pihak Yahudi, sedikitnya 1.400 orang tewas (CNBC Indonesia, 28/10/2023). Perang Palestina-Yahudi yang masih berlangsung dan memakan korban jiwa di kedua belah pihak, tentu saja memancing reaksi dari berbagai negara yang menyerukan diakhirinya perang tersebut dan mengecam Yahudi.

Namun sangat disayangkan, kaum muslim banyak yang tidak memahami akar persoalan peperangan antara Palestina dan Israel tersebut. Sehingga, Negeri-negeri Muslim hanya mengecam, dan mengirimkan bantuan makanan ataupun obat-obatan, tapi tidak mengirimkan pasukannya untuk membantu muslim Palestina. Bagimana mungkin penjajahan Yahudi akan berakhir?

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa beberapa negeri muslim menjalin diplomatik dengan Yahudi, antara lain, seperti Uni Emirat Arab, Mesir, Arab Saudi, Sudan, Bahrain, dan lainnya. Hal inilah yang menjadikan kebijakan penguasa negeri-negeri muslim yang memilih bungkam dengan kebiadapan Yahudi. Tentu saja hal ini untuk menghindari konfrontasi dengan AS, sekutu lama Yahudi.

Apa yang dilakukan Hamas dan rakyat Palestina (Operasi Badai Al-Aqsa) merupakan bentuk protes terhadap apa yang dilakukan Yahudi. Saat ini setiap umat Islam perlu memahami bahwa yang terjadi di Palestina selama kurang lebih 75 tahun adalah invasi dan pendudukan Yahudi terhadap umat Islam di Palestina dengan cara merampas tanah dan mengusir penduduknya, menghancurkan kota dan desa, melakukan genosida terhadap anak-anak, wanita dan lanjut usia.

Mereka bahkan menerapkan kebijakan blokade yang bertentangan dengan norma-norma kemanusiaan dan memangkas tradisi hukum dan internasional. Sangat disayangkan para pemimpin negara-negara Muslim tidak mengirimkan bantuan militer, meskipun mereka sangat mampu melakukannya. Sekat nasionalisme menghilangkan hubungan aqidah antar saudara muslim. Mereka lupa bahwa umat Islam adalah satu tubuh.

Rasulullah Saw. juga menegaskan hal ini dalam sabdanya: “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menganiaya saudaranya, atau menyerahkannya kepada musuh. Dan barangsiapa menolong seorang muslim dari salah satu kesulitannya, maka Allah akan meringankan memberinya salah satu dari sekian banyak kesulitannya di hari kiamat. Dan barangsiapa menutupi kesalahan seorang muslim, maka Allah akan menutupi dosa-dosanya di hari kiamat (Muttafaq’alaih).

Tidak ada solusi lain: solusi menyeluruh memerlukan kekuatan besar, yang hanya bisa dicapai melalui tegaknya Khilafah. Umat harus sadar dan mulai berbenah untuk bangkit berjuang bersama melalui dakwah, kami membangkitkan kesadaran masyarakat untuk kembali ke Islam dan mengakhiri kehidupan sekuler. Hingga tidak ada lagi kata membisu seribu bahasa ketika saudara-saudara muslim di belahan dunia lain tertindas.

Palestina tidak hanya menjadi isu konflik kemanusiaan, namun juga menjadi isu yang menjadi perhatian umat Islam di seluruh dunia. Prioritas Palestina adalah bagian dari tanah Syam, tanah para nabi. Sabda Nabi Saw: “Para nabi tinggal di Syam. Tidak ada satu inci pun kota Baitulmaqdis, kecuali ada seorang nabi atau malaikat yang berdoa pernah berdiri dan berdoa di sana (HR At-Tirmidzi).

Dengan demikian, haram bagi kita meninggalkan Palestina tanpa pembelaan dan pertolongan. Hanya Khilafah dan Jihad solusi tunggal menghadapai zionis Yahudi bagi Palestina. Wallahu’alam bishawab.

Mimi Husni

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 41

Comment here