Surat Pembaca

Kesenjangan ala Kapitalisme

Bagikan di media sosialmu

Wacana-edukasi.com, SURAT PEMBACA–Pada momen mudik lebaran 2026, angka arus balik kembali diprediksi lebih besar dari arus mudik. Hal ini menunjukkan bahwa urbanisasi masih diminati banyak masyarakat pedesaan. Deputi bidang Pengendalian Penduduk Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN), Bonivasius Prasetya Ichtiarto mengatakan, fenomena arus balik yang semakin ramai dari tahun ke tahun tèlah menjadi salah satu aspek penting dan dinamika migrasi penduduk Indonesia tidak lagi sekedar tradisi mudik saat libur lebaran. Arus balik kini mengambil bentuk yang lebih kompleks (Metrotvnews.com, 27/3/2026).

Fenomena urbanisasi selalu terjadi setelah lebaran . Hal ni menunjukkan bahwa ketimpangan ekonomi antara desa dengan kota itu sangat nyata. Padahal dapat merugikan semua pihak. Akibat urbanisasi, desa kehilangan SDM muda karena mereka memilih merantau ke kota dan meninggalkan kampung halamannya. Sedangkan kota akan semakin terbebani secara demografi akibat banyaknya penduduk baru yang masuk dan menetap di kota. Kapitalisme benar-benar menciptakan kesenjangan ekonomi antara desa dan kota. Alokasi anggaran bersifat Jakarta sentris dan kota sentris, sedangkan desa terabaikan.

Sangat miris, kalaupun ada program ekonomi untuk desa sifatnya hanya pencitraan saja tidak benar-benar untuk memajukan desa. Bahkan justru menjadi ajang bancakan proyek yang menguntungkan segelintir pihak. Akan sangat jauh berbeda jika kita menerapkan tata kelola desa dengan sistem ekonomi Islam yang berlandaskan pada prinsip-prinsip syariah yang menekankan pada kejujuran, akuntabilitas, transparansi dan keadilan untuk kemaslahatan umat. Konsep utamanya adalah mewujudkan good village governance yang bersumber pada Al-qur’an dan hadist. Di mana seharusnya pemimpin desa bertindak sebagai pelayan masyarakat dan bertanggung jawab tidak hanya kepada masyarakat tetapi juga kepada Allah SWT.

Pemimpin dan perangkat desa mengelola dana serta kebijakan sebagai titipan Allah yang harus dipertanggung jawabkan kelak di akhirat. Pengelolaan dana desa, pembangunan dan kebijakan dilakukan secara terbuka agar diketahui dan diawasi oleh masyarakat. Sistem pemerintahan desa berperan aktif mendorong pada kebaikan (kemaslahatan) dan mencegah kemungkaran (penyalahgunaan wewenang/korupsi). Dengan menerapkan nilai-nilai ini, tata kelola desa tidak hanya sekedar administratif, tetapi juga bernilai ibadah yang mewujudkan keadilan dan kesejahteraan. Ketimpangan ekonomi merupakan problem besar yang mèlanda banyak negara di bawah sistem kapitalisme.

Jurang antara kaya dan miskin semakin melebar. Kekayaan menumpuk di tangan segelintir orang, sementara sebagian besar masyarakat berjuang memenuhi kebutuhan dasar mereka untuk bertahan hidup. Fenomena ini lahir dari struktur dan kebijakan yang berbasis kapitalisme.yang hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi namun mengabaikan sistem distribusi yang adil. Banyak faktor penyebab ketimpangan dalam sistem kapitalisme, dari sistem kelembagaan, sistem kebijakan publik yang menciptakan jurang ketimpangan melalui berbagai mekanisme yang merugikan rakyat kecil.

Islam adalah agama yang sempurna, bukan hanya mengatur urusan ibadah saja, tetapi juga sistem sosial dan ekonomi. Negara Islam berkewajiban menyediakan seluruh fasilitas umum, pendidikan, kesehatan, sandang, pangan dan papan untuk kepentingan rakyat memenuhi semua kebutuhannya per individu. Karena dalam Islam tugas negara adalah sebagai pengurus rakyat. Islam akan menutup celah diskriminasi yang menjadi sumber kesenjangan dalam kapitalisme. Seluruh rakyat yang hidup dalam negara Islam, yang muslim maupun non-muslim akan memiliki hak dan kewajiban yang sama tanpa di beda-bedakan.

Demikianlah gambaran berbagai mekanisme distribusi kekayaan dalam Islam, jika semua ini diterapkan dalam negara tentu akan mampu mengatasi ketimpangan ekonomi serta menciptakan keadilan. Karena politik ekonomi Islam dapat mewujudkan pembamngunan yang merata di desa dan di kota. Sektor pertanian dikelola dengan baik sehingga memajukan masyarakat desa. Dan semua ini hanya akan terwujud dalam sistem Khilafah Islamiyah sebagai satu-satunya sistem yang menerapkan Islam secara menyeluruh. Khalifah akan melakukan inspeksi sampai ke pelosok desa, sehingga tahu betul kebutuhan dan kondisi rakyatnya. Sehingga tidak akan ada lagi kesenjàngan antara masyarakat di desa dan di kota.

Yani,

Dramaga

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 0

Comment here