Wacana-edukasi.com, SURATPEMBACA-– Mengutip dari CNN Indonesia (28 September 2026) bahwa menjelang panen buah zaitun bulan Oktober, Militer Israel secara tiba-tiba menghancurkan 400 pohon zaitun milik petani Palestina di Beit Rima barat laut Kota Ramallah. Abd Al Fattah Tamimi pemilik kebun tersebut menyaksikan sendiri buldoser Militer Israel mencabut akar pohon zaitun dari tanahnya. Semua pohon zaitun siap panen termasuk yg baru ditanam hancur, demikian Tamimi menambahkan.
Padahal pohon zaitun adalah simbol identitas lokal penduduk asli Palestina dan memiliki hubungan yg mendalam antara mereka dengan tanah airnya sendiri. Terlebih 90.000 keluarga Palestina bergantung kepada pertanian zaitun bahkan pertanian zaitun ini menyumbang 8% dari PDB (Produk Domestik Bruto) Palestina.
Aktivis dan Petani Palestina mengingatkan bahwa penyerangan terhadap pertanian zaitun sudah berlangsung lama yg dipicu oleh lonjakan pemukim Israel dan operasi militer yang menargetkan sumber daya lokal serta meningkatnya eskalasi penyerangan pada saat musim panen zaitun di bulan Oktober dan November.
Sebelumnya diawal musim panen zaitun, terjadi pula 200 kali penyerangan oleh warga Israel yang didukung IDF dan menewaskan 1 orang warga Palestina serta 120 orang lainnya mengalami luka-luka serta hancurnya 2500 pohon zaitun. Pada peristiwa tersebut terjadi pula penyerangan terhadap Jurnalis AS, Aktivis dan Politikus Dalam dan Luar Negeri Uni Eropa.
Kejadian tersebut menimbulkan kekhawatiran dari pihak terkait, sebagaimana diungkapkan seorang Pejabat Sekretaris Kemenlu AS Marco Rubio dan Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee dan mendesak Israel menyelidikinya.
Melihat fenomena agresi Israel yang dilakukan pada musim panen, saya melihat tujuan mereka adalah merusak kondisi ekonomi dan akar budaya warga Palestina, sehingga mereka ingin memaksa agar warga Palestina meninggalkan negerinya.
Sementara agresi Israel kepada para Aktivis dan Jurnalis ditujukan agar mereka berhenti mempublikasikan kekejaman agresor Israel yg menghancurkan kebun zaitun para Petani Palestina dan hasil panennya agar tidak diketahui dunia internasional.
Dari sekian peristiwa tersebut, dapat pula dipastikan bahwa kepedulian para Pejabat AS ternyata hanya tertuju kepada salah seorang warga AS dan Diplomat Uni Eropa selebihnya yaitu terhadap kerugian yg diderita warga Palestina mereka mengabaikannya.
Bahkan yang lebih mengenaskan lagi, kebrutalan Zeonis Israel terhadap warga Palestina yang telah menimbulkan kebencian warga dunia, tetap berlanjut tanpa ada perubahan yang berarti. Termasuk para Pemimpin Muslim ini hari, khususnya para Pemimpin Negara Arab, mereka hanya mampu sebatas mengecam saja bahkan mereka menjadi sekutu AS dan Israel.
Padahal Negeri Palestina adalah tanah Kaum Muslimin dan memiliki posisi istimewa dalam Islam yang harus dipertahankan. Terlebih Allah SWT sendiri memerintahkan kepada Umat Islam untuk memasukinya dengan suatu penghormatan sebagaimana, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاِ ذْ قُلْنَا ادْخُلُوْا هٰذِهِ الْقَرْيَةَ فَکُلُوْا مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ رَغَدًا وَّا دْخُلُوا الْبَا بَ سُجَّدًا وَّقُوْلُوْا حِطَّةٌ نَّغْفِرْ لَـكُمْ خَطٰيٰكُمْ ۗ وَسَنَزِيْدُ الْمُحْسِنِيْنَ
wa iz qulnadkhuluu haazihil-qoryata fa kuluu min-haa haisu syi-tum roghodaw wadkhulul-baaba sujjadaw wa quuluu hiththotun naghfir lakum khothooyaakum, wa sanaziidul-muhsiniin
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman, “Masuklah ke negeri ini (Baitul Maqdis) maka makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di sana sesukamu. Dan masukkilah pintu gerbangnya sambil membungkuk / bersujud dan katakanlah, “Bebaskanlah kami (dari dosa-dosa kami),” niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu. Dan Kami akan menambah (karunia) bagi orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 58).
Saat ini kondisi negeri yg Allah SWT menjadikannya sebagai The Holy Land dan mengharuskan memberikan penghormatan ketika memasukinya, ternyata tidak mendapatkan pembelaan yang seutuhnya dari Umat Islam dunia atas kedzoliman yang terjadi puluhan tahun didalamnya. Bukankah perintah jihad Fii Sabilillah
Sudah jelas diperintah Allah SWT kepada Rasulullah Saw sebagaimana,
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يٰۤاَ يُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّا رَ وَا لْمُنٰفِقِيْنَ وَا غْلُظْ عَلَيْهِمْ ۗ وَمَأْوٰٮهُمْ جَهَنَّمُ ۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ
yaaa ayyuhan-nabiyyu jaahidil-kuffaaro wal-munaafiqiina waghluzh ‘alaihim, wa ma-waahum jahannam, wa bi-sal-mashiir
“Wahai Nabi! Perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keras lah terhadap mereka. Tempat mereka adalah Neraka Jahanam dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. At-Tahrim 66: Ayat 9)
Oleh karena itu, satu-satunya cara untuk menghentikan kezaliman Zionis Israel, Amerika Serikat dan Sekutunya adalah dengan mengirimkan tentara Kaum Muslimin. Alasannya Umat Islam tidak dapat menggantungkan urusan dan nasibnya pada pembelaan dari siapapun kecuali pada dirinya sendiri dengan hadirnya pemersatu umat dalam institusi Daulah Khilafah yang berpegang teguh kepada Al Qur’an dan As Sunnah.
Lina Sumiati
Views: 0


Comment here