Opini

Saatnya Mewujudkan Perisai Penjaga Umat

Bagikan di media sosialmu

Oleh: Iis Martina (Aktivis Dakwah)

wacana-edukasi.com, OPINI–Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, kembali menerobos masuk ke Kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki. Ia juga menyerukan pembangunan kuil Yahudi di lokasi tersebut. Ben-Gvir juga mengungkap rencana untuk mengeluarkan 1,86 juta warga Palestina dari Gaza dalam kurun waktu tujuh tahun dengan dalih “migrasi sukarela”. Rencana tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah Israel. Menteri Pertahanan Israel, Katz mengungkap bahwa pemerintahnya telah menyiapkan rencana pemindahan warga Palestina dari Jalur Gaza, tetapi masih menunggu persetujuan Amerika Serikat. Di Tepi Barat, pemukim Zionis berupaya menerobos dan membakar sebuah masjid, serta mencoretkan slogan bernada rasis dan ancaman terhadap warga Palestina (Detiknews.com 01-09-2026).

Pergerakan entitas zionis semakin menjadi-jadi bukan hanya di Gaza, tetapi juga di Tepi Barat, termasuk di area masjid Aqsa. Sebelumnya di tahun 2003 polisi Israel mengizinkan para pemukim Yahudi melakukan aksi masuk ke Masjid Al-Aqsa setiap hari, kecuali pada hari Jumat dan Sabtu, sementara umat muslim dibatasi untuk mengunjungi Al-Aqsa, terutama warga Palestina. Bahkan di awal tahun 2026, mereka mencegah pelaksanaan sholat idul fitri, dan hanya mengijinkan 10.000 warga Palestina untuk melakukan sholat jumat pertama Ramadhan. Apa yang terjadi baru-baru baru ini menunjukkan kejahatan sesungguhnya dari entitas Zionis dalam menjajah Palestina secara sempurna, dengan menyiapkan rencana pemindahan paksa warga Palestina, walaupun masih menunggu persetujuan Amerika Serikat.

Semakin beraninya entitas zionis tersebut akibat dukungan Amerika dan diamnya penguasa negeri- negeri Islam, padahal mereka memiliki kekuatan yang besar untuk dapat mengusir penjajah israel dari Palestina dan memerdekakannya. Namun, umat islam saat ini seperti buih di lautan, jumlahnya banyak tetapi lemah, akibat mereka saat ini dipisahkan oleh sekat nasionalisme yang membentuknya menjadi negri-negri kecil yang membuat mereka lemah. Masing-masing negri hanya disibukkan oleh masalah negaranya sendiri, dan mereka tidak berani melawan kehendak Amerika yang jelas-jelas mendukung Israel.

Sementara itu, berharap pada lembaga internasional untuk menyelesaikan masalah Palestina pun percuma, karena lembaga seperti PBB saja, tidak berani mengambil tindakan tegas dan nyata yang dapat menghentikan genosida di Palestina dan penjajahan Israel atas Palestina, padahal telah nyata dan gamblang fakta genosida dan penjajahan tersebut, yang seluruh dunia menyaksikannya. Hal ini menunjukkan bahwa PBB lemah dalam menghadapi kehendak Amerika sebagai negara adidaya saat ini, karena sebagai kampiun kapitalisme demokrasi, Amerika lah yang menggerakkan hukum internasional berdasarkan ideologi kapitalisme, sebagai kekuatan yang mendominasi dunia seluruhnya. Oleh karena itu, respon PBB terhadap yang terjadi di Palestina (dan Gaza), hanya sekedar retorika, kecaman dan diplomasi yang tidak merubah apapun, malah semakin menambah buruk kondisi Palestina. Dukungan nyata dan persetujuan Amerika terkait apa yang dilakukan oleh entitas zionis Israel menunjukkan, bahwa Israel adalah proyek kolonial yang disponsori kekuatan besar Amerika yang kapitalis, bukan sebatas entitas berdaulat yang independen.

Maka, sikap kaum Muslim pun harusnya bersungguh-sungguh dalam menyadarkan umat tentang realitas tersebut, dan bahwa para penguasa negeri- negri muslim tidak boleh diam dengan apa yang dilakukan oleh entitas Zionis dan Amerika terhadap Palestina. Kaum muslimin ibarat satu tubuh yang jika salah satu bagiannya merasakan sakit, maka bagian tubuh yang lain akan ikut merasakan. Artinya, kaum muslimin di seluruh dunia harus berupaya memperjuangkan pembebasan Palestina, dengan kekuatan persatuan di antara mereka, dengan melepaskan ikatan nasionalisme yang telah melemahkan mereka menjadi ikatan Islam saja. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Qur’an surat Ali Imran; 103, yang artinya:

” Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.”

Hal ini hanya dapat terwujud di bawah satu kepemimpinan, yaitu sistem khilafah yang menerapkan ideologi Islam, dan mengirim pasukan membebaskan Palestina, dengan jihad fisabilillah di bawah komando seorang Khalifah, untuk mengusir penjajah entitas zionis Israel. Jihad merupakan bagian dari ajaran islam, yaitu perang melawan orang kafir dalam menegakkan agama Allah. Ketika kaum Muslim diperangi, wajib membela dan menolong mereka. Allah Swt berfirman Qs Al-Baqarah:191 yang artinya:

“Perangilah mereka dimana saja kalian menjumpai mereka dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian”.

Khilafah sebagai satu kekuatan mandiri, akan memutus total ketergantungan ekonomi politik dengan negara-negara yang mensponsori Zionis dan mengonsolidasikan sumber daya (termasuk kepemilikan umum seperti minyak dan gas didunia islam) sebagai basis kekuatan militer ekonomi independen untuk mendukung pembebasan Palestina.

Dengan demikian, yang harus dilakukan oleh umat Islam saat ini adalah, wajib mengambil bagian dalam perjuangan mengembalikan kehidupan islam di bawah naungan khilafah sesuai metode perjuangan Rasulullah SAW, hingga terwujud kembali kemuliaan Islam dan kaum muslim, yang telah hilang sejak kekhilafahan Islam diruntuhkan tahun 1924 oleh Inggris. Maka, sudah waktunya menyerukan dakwah Islam kaffah ke tengah masyarakat agar tercipta perspektif yang sama tentang solusi tuntas pembebasan Palestina, yakni dengan persatuan di bawah satu kepemimpinan dalam naungan sistem Islam.

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 0

Comment here