Opini

Pemuda, Penerus Estafet Perjuangan Islam

Bagikan di media sosialmu

Oleh: Ummu Riri (Aktivis Muslimah)

wacana-edukasi.com, OPINI–Seorang pemuda memiliki energi lebih, di mana mereka perlu menyalurkan energinya dengan melakukan sesuatu. Oleh karenanya, kita bisa melihat pemuda selalu ada di setiap lini baik di bidang politik, sosial, kerohanian dan lain sebagainya baik dalam kegiatan positif maupun negatif. Sebab kebutuhan penyaluran energi ini mereka bisa menggunakan akalnya dalam bertindak atau hanya menggunakan nafsunya yang sesaat.

Apabila mereka menggunakan akalnya sebelum menyalurkan energi, maka akan terjun kepada hal-hal positif, seperti yang tengah ramai di media sosial sekelompok aktifis lingkungan bernama Pandarawa, keseluruhan anggotanya adalah pemuda. Namun, di sisi lain tidak sedikit pemuda yang hanya melakukan aktivitas tak bermanfaat yang berbau hedonisme.

Para pemuda harus memberikan yang terbaik untuk dirinya sendiri, orang lain, agama maupun bangsa. Pemuda harus banyak belajar meng-upgrade dirinya untuk mewujudkan pola pikir yang benar sesuai dengan yang Allah perintahkan. Masa muda bukan untuk membuang waktu dan bersenang-senang yang bersifat fana, melainkan untuk bergerak dan melakukan sesuatu yang besar untuk dirinya, agama, dan negara.

Jangan Tergerus Liberalisme

Liberalisme adalah salah satu agenda barat dalam upaya menghancurkan dunia Islam sejak dulu. Liberalisme sebuah pemahaman yang mengusung kebebasan dalam beragama, berperilaku, memiliki dan berpendapat. Liberalisme yang menawarkan kebebasan sejatinya adalah penyihir hitam, ia menawarkan kebahagiaan tetapi, membawa kepada kesengsaraan dunia dan akhirat.

Pemuda saat ini hidup di era digital yang lahir dalam sistem sekularisme dan kapitalisme global. Mereka tumbuh dan berkembang dalam budaya viral, preferensi instan, dan arus informasi liberal yang kemudian membentuk pola pikir, perilaku, gaya hidup, hingga standar benar salah. Ruang digital menjadi arena ekonomi kapitalistik, para pengusung kebebasan memanfaatkan kelebihan energi para pemuda untuk diarahkan kepada hal-hal negatif yang jelas jauh dari identitas keislaman.

Aktivis muda yang menyuarakan perubahan sangat rentan dibajak oleh kepentingan dan algoritma. Selain itu public figur dan influencer selalu menjadi viral tetapi tidak mempunyai visi perubahan yang jelas. Sehingga, banyak pergerakan aktivis perubahan muda ini hanya bersifat spondan, sporadis dan jangka pendek. Semua bisa dipicu oleh viralitas saja dan bukan arah politik perubahan yang jelas.

Pemuda yang melakukan aktivitas positif, sangat rentan dimanfaatkan oleh beberapa oknum. Hal ini dikarenakan mereka tidak memiliki visi misi yang benar, mereka fokus kepada penyelamatan demokrasi sekularisme dan liberalisme. Ketika pemuda terus bergerak dalam bingkai demokrasi, maka pergerakan dan aktivitasnya akan selalu berputar di sekitar isu-isu permukaan saja, mereka tidak akan pernah menyentuk akar permasalahannya.

Tongkat Estafet Perubahan

Dunia digital menciptakan aktivitas serba instan dan emosional, generasi muda tumbuh dengan mental lemah dan tidak memiliki kepercayaan diri. Role model dunia digital pun tidak menunjukan arah perubahan yang benar, sehingga generasi muda tidak memiliki role model yang dapat menuntunnya pada peta perjuangan ideologis. Lemahnya pemuda menunjukan rusaknya lingkungan termasuk ruang digital.

Sepatutnya energi lebih yang disalurkan oleh pemuda bukan hanya bernilai sosial atau keagamaan saja, mereka perlu disadarkan kepada aktivitas politik ideologis. Mereka perlu disadarkan bahwa persoalan yang harus mereka urai bukan yang hanya terlihat di atas saja, mereka perlu melihat dan mempelajari bahwa ada masalah besar yang seharusnya diurai sehingga penguraian masalah di atas akan lebih mudah dan terselesaikan seutuhnya.

Melihat perkembangan dunia Islam yang semakin melesat di berbagai wilayah bahkan negara, seperti ada secercah cahaya harapan umat akan perubahan yang memberikan harapan dan stabilitas. Oleh karenanya, pemuda memerlukan akomodasi yang sehat dan tepat yaitu Islam sebagai sistem kehidupan yang lengkap dan menyeluruh. Sehingga perubahan ideologis adalah cara menguraikan masalah dari akarnya, jelas Islam adalah agama sekaligus ideologi yang bisa dijadikan alternatif sistemik.

Pemuda harus bangkit dari kegelapan akibat selimut sekularisme liberalisme, nyalakan semangat perjuangan dengan cahaya Islam, bawa perubahan kepada perubahan hakiki untuk menuju masa depan yang lebih baik. Untuk itu pemuda harus dibekali kepribadian Islam, memahami arah perubahan, dan berada dalam lingkungan pembinaan ideologi Islam. Pemuda juga perlu dikenalkan kepada role model yang bisa membawanya kepada semangat perjuangan perubahan hakiki.

Pemuda Tangguh, Pemuda Islam

Penjelasan di atas telah menyadarkan kita bahwa peran pemuda sangat penting sehingga barat membuat agenda khusus untuk mengalihkan fokus pemuda pada perjuangan ideologi Islam. Kesiapan pemuda sangat penting, pemuda perlu dibina dalam pematangan pemahaman yang kemudian tercermin dalam pola pikir islami sehingga tercipta kepribadian yang islami.

Pemuda dengan pola pikir dan kepribadian Islam sudah sejak lama dirindukan, mengenang para pemuda Islam yang berjibaku membela Islam tidak lain adalah Muhammad Al-Fatih beliau adalah pemuda yang berhasil mewujudkan bisyarah Rasulullah tentang pembebasan Konstantinopel. Sosok muda penuh semangat perubahan ini harus menjadi role model bagi para pemuda saat ini, sehingga tongkat estafet dakwah perubahan bisa berjalan. Dengan begitu kebangkitan Islam bukan lagi sekadar impian tetapi, menjadi sebuah kenyataan. Dengan itu pemuda membutuhkan kendaraan yang bisa membawanya kepada semangat perubahan, kendaraan itu adalah partai islam ideologis, yang akan menunjukan peta perubahan.

Pemuda sebagai penerus generasi perlu dipahamkan kepada akar permasalahan semua persoalan yang ada adalah kegagalan sistemik. Maka, perubahan ideologi sebagai alternatif sistemik yang harus digencarkan. Melakukan perubahan di dasar hanya akan berdampak sesaat, tetapi perlu adanya perubahan yang menyeluruh. Islam menjadi ideologi satu-satunya yang bisa menyelesaikan seluruh persoalan umat. Islam telah menawarkan peraturan yang dapat menyejahterakan dan melindungi umat.

Lebih dari itu penerapan syariat akan mendapat rida dari Allah maka, tidak ada yang lebih berharga di dunia ini selain rida Allah.

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 11

Comment here