Puisi

Negeri Pencetak Pundi Sang Penjajah

blank
Bagikan di media sosialmu

Oleh Suhartini (Pegiat Literasi)

wacana-edukasi.com–Negeri nan elok rupawan
Berjajar paras indah bak Ratna Mutu Manikam
Terselimut kabut yang kian menebal
Tercerabut akar subur dari tanahnya

Saat bercokolnya kekuasaan
Sang pemburu harta juga kebijakan
Ketika sumber daya alam dikeruk paksa
Yang tertinggal lubang mengangga bak jebakan mematikan
Dalam kubangan itu berharap air meski keruh pelepas dahaga

Mata air murni ngeriku berlabel asing
Bisingnya alat berat canggih buatan luar negeri
Sarana eksistensi mendulang pundi tak ternilai
Dan atas nama kerjasama
Lalu untuk siapa?

Di tengah nestapa para penduduk
Yang terpuruk karena pengganguran
Berbondong tenaga didatangkan
Bukan anak negeri
Bukan penduduk pribumi
Namun warga asing nan mulia

Kusadar kini …
Negeriku sudah tergadai atau kah terbeli
Karena mati kutu dalam jebakan utang
Atas nama kekuasaan
Supaya tidak tumbang

Di mana daulatmu kini?
Pejuang tempo dulu bertaruh nyawa untuk mengusirnya
Pahlawan dipenggal juga diasingkan
Semua tiada guna
Jika kini para antek merebut hati
Para pejabat dengan janji juga pundi-pundi
Bahkan sebatas kenyang perut saja
Sampai akhirnya negara disetir dan menjadi alat sang penjajah

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

blank

Hits: 9

Comment here