Surat Pembaca

Kebangkitan Pemuda Bangsa

blank
Bagikan di media sosialmu

Wacana-edukasi.com — Di Indonesia, tanggal 28 Oktober tahun ini diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda ke-92. Adapun tema yang diusung adalah “Bersatu dan Bangkit”.

Selengkapnya, pada hari perilisan logo peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 1 Oktober 2020 lalu, Zainuddin Amali selaku Menpora, menjelaskan makna dari tema tersebut. Yaitu, pemuda Indonesia diharapkan tidak bercerai-berai meskipun berbeda-beda. Pemuda Indonesia harus tetap satu dengan semangat persatuan yang sama-sama dipelihara (25/10).

Sayangnya, pemuda saat ini masih jauh dari harapan tema tersebut. Kebanyak dari mereka tidak memiliki tujuan hidup yang pasti. Mereka terjerat narkoba, pergaulan bebas, bahkan seks bebas yang pada akhirnya membuat mereka sulit untuk bangkit. Belum lagi, budaya barat yang mempengaruhi. Sehingga, mereka hidup dengan hedonis dan egois.

Di tambah dengan pernyataan dari wakil presiden, Ma’ruf Amin tentang K-pop di acara peringatan 100 tahun kedatangan warga korea di indonesia yang menyoroti tren K-pop yang sedang di gandrungi anak muda di indonesia seperti drama korea dam musi k-pop. Dia meminta kreatifitas generasi muda Indonesia bisa meniru budaya korea agar dapat membawa budaya RI go internasional (02/10).

Oleh karena itu, perlu ada pemahaman yang benar sehingga mereka sadar dan bangkit dari keterpurukan. Harus ada kesadaran diri untuk menjauhi kemaksiatan yang merusak hidup dan juga kontrol dari masyarakat setempat untuk mengingatkan mereka. Terpenting, peran negara dalam proses kebangkitan ini sangat dituntut. Agar kebangkitan yang diraih adalah kebangkitan hakiki yang berdasarkan aturan Ilahi.

Siti Aisyah, S. Pd.
Jayapura, Papua

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 6

Comment here