Opini

Gaza Kian Membara, Tak Cukup Sekadar Retorika

blank
Bagikan di media sosialmu

Oleh : Alfiah, S.Si.

wacana-edukasi.com, OPINI– Para pemimpin Arab baru-baru ini telah melakukan pertemuan puncak di Kairo pada Sabtu (21/10/2023) mengutuk pemboman Zionis Yahudi di Gaza ketika orang-orang Eropa mengatakan warga sipil harus dilindungi. Namun ironisnya, tidak ada kesepakatan untuk membendung kekerasan tersebut. Tidak ada kesepakatan untuk menghentikan perang Zionis Yahudi dan Palestina. (sindonews.com, 22/10/2023)

Mesir, yang mengadakan pertemuan dan menjadi tuan rumah pertemuan tersebut, hanya mengatakan pihaknya berharap para peserta akan menyerukan perdamaian dan melanjutkan upaya untuk menyelesaikan upaya Palestina untuk mendapatkan status negara yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Sayangnya pertemuan itu berakhir tanpa para pemimpin dan menteri luar negeri menyetujui pernyataan bersama, dua minggu setelah konflik yang telah menewaskan ribuan orang dan menjadi bencana kemanusiaan di daerah kantong Gaza yang diblokade dan berpenduduk 2,3 juta orang.

Para diplomat yang menghadiri perundingan tersebut seakan miskin solusi dan tak memberikan terobosan yang berarti. Padahal Israel kini dengan dibantu Amerika Serikat telah berupaya melakukan invasi darat ke Gaza yang bertujuan untuk memusnahkan kelompok militan Palestina Hamas.

Padahal serangan udara dan rudal Israel telah menewaskan sedikitnya sekitar 7028 warga Palestina sejak serangan Hamas. (republika.co.id, 27/10/2023). Ironisnya korban kebanyakan anak-anak dan perempuan. Sementara negara-negara Arab dan Muslim hanya bisa menyerukan diakhirinya serangan Zionis Yahudi.

Sebut saja, Raja Yordania Abdullah mengecam apa yang disebutnya keheningan global mengenai serangan Zionis yang telah menewaskan ribuan orang di Gaza yang dikuasai Hamas dan menyebabkan lebih dari satu juta orang kehilangan tempat tinggal, dan mendesak pendekatan yang adil terhadap konflik Israel-Palestina. Ia menyatakan kemarahan dan berduka atas tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap warga sipil tak berdosa di Gaza, Tepi Barat yang diduduki Zionis Yahudi. Sementara Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan warga Palestina tidak akan terusir atau diusir dari tanah mereka.

Adapun Prancis yang merupakan sekutu Israel menyerukan koridor kemanusiaan ke Gaza yang menurut mereka dapat mengarah pada gencatan senjata. Inggris dan Jerman mendesak militer Zionis untuk menahan diri dan Italia mengatakan penting untuk menghindari eskalasi. Amerika Serikat, sekutu terdekat Zionis dan pemain penting dalam semua upaya perdamaian di wilayah tersebut, hanya mengirimkan kuasa usahanya di Kairo yang tidak berpidato di depan umum dalam pertemuan tersebut

Seperti diketahui bahwa Zionis Yahudi telah berjanji untuk memusnahkan kelompok militan Hamas yang didukung Iran “dari muka bumi” atas serangan mengejutkan pada 7 Oktober lalu, yang merupakan serangan militan Palestina paling mematikan dalam 75 tahun sejarah Israel. Dikabarkan bahwa Xionis telah mengancam warga Palestina untuk pindah ke selatan di Gaza yang katanya demi keselamatan mereka sendiri, padahal jalur pantai itu hanya sepanjang 45 km (28 mil) dan serangan udara Israel juga menghantam wilayah selatan.

KTT Perdamaian di Kairo terbukti gagal dalam mencegah perang regional yang lebih luas. Pemimpin negara-negara Arab hanya bisa khawatir serangan ini akan membuat penduduk Gaza meninggalkan rumah mereka secara permanen dan bahkan ke negara-negara tetangga – seperti yang terjadi ketika warga Palestina melarikan diri atau dipaksa meninggalkan rumah mereka dalam perang tahun 1948 setelah berdirinya Israel.

Apalagi Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi mengatakan negaranya menentang apa yang disebutnya sebagai perpindahan warga Palestina ke wilayah Sinai yang sebagian besar merupakan gurun pasir di Mesir, dan menambahkan bahwa satu-satunya solusi adalah negara Palestina merdeka. Mesir khawatir akan ketidakamanan di dekat perbatasan dengan Gaza di timur laut Sinai, tempat Mesir menghadapi pemberontakan kelompok Islam yang mencapai puncaknya setelah tahun 2013 dan kini sebagian besar telah berhasil dipadamkan.

Yordania, yang menjadi rumah bagi banyak pengungsi Palestina dan keturunan mereka, khawatir kebakaran besar akan memberi Israel kesempatan untuk mengusir warga Palestina secara massal dari Tepi Barat. Raja Abdullah mengungkapkan pengungsian paksa “adalah kejahatan perang menurut hukum internasional, dan merupakan garis merah bagi kita semua.”

Rakyat Palestina tidak butuh retorika para penguasa negeri Arab dan Muslim. Seruan perdamaian, kecaman, kutukan dan seruan-seruan serupa nyatanya tidak mampu menghentikan kebrutalan zionis Israel terhadap Palestina. Apalagi saat ini ekskalasi perang sudah meluas ke Suriah, Mesir, Libanon dan Yordania.Sepekan terakhir Israel yang didukung AS dan Barat juga menyasar Tepi Barat, Lebanon hingga ke Suriah, dengan alasan mencegah pasukan Hizbullah ikut campur di perang melawan Hamas (republika.co.id, 27/10/2023)

Sungguh warga Palestina tidak hanya membutuhkan obat-obatan atau makanan. Namun lebih dari itu mereka membutuhkan orang yang bisa menolong, menghancurkan musuh, dan mengembalikan kemuliaan mereka. Mereka membutuhkan tentara Yordania, Mesir, suriah, Turki, dan Indonesia.

Palestina membutuhkan sosok pemimpin seperti Khalifah Sultan Abdul Hamid dengan ucapannya yang masyhur bahwa Palestina tidak diperjualbelikan, melainkan adalah milik kaum Muslim, tidak ada kekuasaan untuk Yahudi di sana… Mereka membutuhkan penguasa mukhlis yang memerangi Yahudi, sehingga terealisasi sabda Rasul saw, ash-Shâdiq al-Masdûq:
«لَتُقَاتِلُنَّ الْيَهُودَ فَلَتَقْتُلُنَّهُمْ…»

“Sungguh kalian akan memerangi orang-orang Yahudi, dan kalian akan membunuh mereka…” (HR Muslim dari Ibnu Umar).
Sehingga Palestina kembali mulia dan kuat seperti dahulu sebagai Dar Islam yang diberkahi di sisi Allah, Rasul-Nya, dan kaum Mukmin.

Wahai para tentara di negeri kaum Muslim
Sesungguhnya Anda mendengar dan melihat bagaimana musuh Anda membom Jalur Gaza baik darat, laut maupun udara untuk membuatnya tanah yang terbakar… Lalu bagaimana Anda tidak menolong saudar-saudara Anda atau berperang?!

Wahai para tentara di negeri kaum Muslm:
Sesungguhnya bumi Isra’ dan Mikraj menyeru Anda maka penuhilah seruannya … Sungguh warga Jalur Gaza meminta pertolongan Anda maka tolonglah mereka … Dan janganlah Anda menjadi orang-orang yang Allah berfirman tentang mereka:

“Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit. Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” (TQS at-Tawbah [9]: 39).

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 27

Comment here