Surat Pembaca

Akhiri Krisis Sudan dengan Sistem Islam

Bagikan di media sosialmu

Oleh : Reka Putri Aslama

Wacana-edukasi.com, SURAT PEMBACA-Negeri-negeri muslim, Allah karuniakan dengan kekayaan Sumber Daya Alam yang melimpah, salah satunya ada suatu negeri di benua Afrika yang menyimpan banyak kekayaan berupa minyak bumi, emas, tembaga, kapas dan masih banyak lagi. Negeri tersebut memiliki piramida yang bahkan lebih banyak dari Mesir, pun juga terdapat sungai yang jauh lebih panjang dari sungai Nil yang ada di Mesir.

Ialah Sudan, negara terbesar di benua Afrika, produsen emas terbesar di wilayah Arab. Pemilik 200 piramida dan sungai sepanjang sekitar 1.545 kilometer (republika.co.id/01/11/2025).

Sudan, dengan segala kekayaan yang melimpah tak lantas hidup aman dan sejahtera karena disana telah lama mengalami krisis kemanusiaan, bahkan hari ini krisis terjadi kian membara, ummat muslim dunia menyaksikan kekejaman yang terjadi di sana.

Sangat mengerikan, pembunuhan massal, penyiksaan, pemerkosaan ibu dan anak, semua itu membuat ribuan rakyat Sudan terpaksa mengungsi demi mendapatkan keamanan. Meski hanya dengan sebuah tenda dibawah terik matahari, beralaskan kain tipis dengan kondisi kekurangan makanan, minuman serta minim alat-alat untuk menunjang kebutuhan sehari-hari.

Keterlibatan Negara-negara Adidaya

Krisis di Sudan bermula pada tahun 2000-an, karena adanya konflik etnis antara suku Arab dan non Arab yang menjadi pemberontak di Sudan. Janjaweed, atau saat ini RSF berperang melawan suku non Arab di Sudan, mereka melakukan pembunuhan, pemerkosaan, pengusiran terhadap suku non Arab.

Hari ini, krisis semakin menjadi, namun kali ini terjadi bukan murni karena konflik etnis saja, melainkan ada keterlibatan negara adidaya (Amerika Serikat) dan Inggris. Pun juga dalam krisis ini terlibat negara-negara bonekanya yaknis zionis dan UEA (Uni Emirat Arab) terkait rebutan pengarruh politik yakni proyek timur tengah baru AS demi kepentingan perampokan Sumber Daya Alam di Sudan yang melimpah ruah.

Lembaga-lembaga yang ada dan aturan internasional dibuat namun bukan untuk menyelesaikan krisis akan tetapi dibuat untuk kepentingan melanggengkan hegemoni negara-negara adidaya terharap negeri-negeri muslim. Nyatanya, berharap penyelesaian krisis pada Ideologi non Islam hanya akan berujung kekecewaan. Sudan negara kaya raya akan SDA, hanya menjadi sasaran permainan dan perebutan negara-negara adidaya yang memiliki kepentingan ekonomi.

Akhiri Krisis Sudan

Semestinya apa yang terjadi di Sudan menaikkan taraf berpikir kita hingga mampu membaca seluruh problem dunia dalam kacamata Ideologis. Semakin membuka pemikiran kita bahwa hari ini niscaya telah terjadi perang peradaban antara Ideologi Islam dan non Islam.

Sudah saatnya ummat sadar bahwa Sistem Khilafah Islamlah yang mampu menyolusi berbagai krisis di negeri-negeri muslim. Saatnya ummat bangkit, bersatu dan berjuang bersama-sama menegakkan sistem Islam dan melawan hegemoni para kafir penjajah di negeri-negeri muslim.

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 19

Comment here