Surat Pembaca

BBM Non Subsidi Naik Lagi

Bagikan di media sosialmu

Wacana-edukasi.com, SURATPEMBACA--Simak harga BBM di Kalimantan Utara (Kaltara) pada Selasa (1/9/2026), Pertamax Turbo dan Dexlite naik, pertalite stabil. Kabar terbaru, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hari ini mengalami penyesuaian harga di Kaltara per 1 September 2026. Penyesuaian ini membuat harga sejumlah jenis BBM nonsubsidi di Kaltara kembali merangkak naik, setelah sempat mengalami penurunan pada bulan Agustus lalu (kaltara.tribunnews.com/1/9/2026).

Harga BBM non subsidi di Kaltara pada Selasa 1 September kembali merangkak naik, setelah sempat mengalami penurunan pada bulan Agustus. Ditambah adanya kebijakan terkait syarat pembelian BBM bersubsidi dengan wajib menunjukkan STNK, hal ini guna memperketat penyaluran BBM bersubsidi. Selain itu juga bagi pengguna mobil yang berbahan bakar bensin ataupun kendaraan roda 4 lainnya yang berbahan bakar solar harus membuat barcode untuk transaksi di pom BBM sesuai dengan kendaraan masing-masing yang berguna untuk tidak ada nya dobel transaksi pada satu kendaraan.

Penyesuaian harga BBM non susidi dengan keekonomian dunia makin menegaskan tunduknya kebijakan pemerintah pada mekanisme pasar global. Migas yang sejatinya milik rakyat dikapitalisasi, sedangkan negara hanya berperan sebagai regulator yang mengikuti kepentingan kapitalisme global. Seperti yang kita ketahui kota Balikpapan yang dijuluki kota minyak beberapa waktu lalu mengalami kekacauan karena banyak masyarakat yang demo akibat susahnya mendapatkan BBM berupa pertalite di pom BBM. Bahkan saya sebagai penulis mengalami saat oktober 2025 mendatangi kota Samarinda, di perjalanan ataupun di Samarinda kami bahkan hampir tidak pernah mendapatkan BBM subsidi di pom BBM padahal Samarinda sangat dekat dengan Balikpapan.

Kebijakan pembatasan kuota dan penerapan syarat pembelian yang rumit di SPBU—belum tentu solutif bagi seluruh lapisan masyarakat—justru menambah beban psikologis dan sosiologis warga. Kebijakan semacam ini seolah meletakkan kesalahan pada rakyat yang dianggap “boros”, padahal akar utamanya adalah sistem distribusi dan pengelolaan produksi BBM pada sistem kapitalisme sedari awal. Dan berbagai syarat yang diberikan saat akan membeli BBM di pom pun terasa tidak adil karena masih banyak kecurangan yang terjadi pada realita nya, para pengetap yang bisa membeli BBM berulang ataupun hal-hal lainnya yang banyak terjadi di lapangan tidak sesuai dengan kebijakan.

Semua ini terjadi adalah akibat dari ulah para pemegang kebijakan dalam mengurusi hak rakyat yang berupa BBM, lebih mengutamakan cuan sehingga banyak rakyat yang terzalimi. Namun memang seperti itulah gambaran dari sistem saai ini. BBM merupakan fasilitas mutlak yang harus dijamin ketersediaannya oleh negara. Maka dari itu haram bagi sebuah pemerintahan untuk mencari keuntungan di dalamnya. Oleh karena itu BBM akan terjamin hanya dengan penerapan sistem Islam.

Nuning Murniyati Ningsih

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 0

Comment here