Opini

Waktunya Bangkit dari Kebodohan

blank
Bagikan di media sosialmu

Oleh Raina Syaira Adisa

wacana-edukasi.com, OPINI– Baru baru ini kita digemparkan dengan sebuah berita bahwa ratusan siswi di berbagai daerah hamil di luar nikah yang mengakibatkan naiknya angka dispensasi nikah.

Tidakkah kalian miris ketika mendengar kabar di atas? Dari data yang ada Pengadilan Agama menuturkan adanya lonjakan izin dispensasi kawin ke pengadilan agama yang tercatat mencapai kurang lebih 49,2% dari seluruh angka diska di satu daerah berjumlah 266, entah itu jumlah hamil sebelum mereka menikah ataukah sebagain dari mereka sudah menikah sirih. Bahkan kebanyakan orang tua menikah kan anak-anak mereka tanpa meminta izin sehingga tidak tercatat di pengadilan agama, karena malu dengan insiden yang terjadi pada putri-putri mereka, yang hamil di luar nikah.

Pergaulan anak-anak remaja Indonesia makin bebas adalah fakta yang tidak bisa kita pungkiri. Survei Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada 2007 menyebutkan, dari 4.500 remaja yang disurvei, 97%-nya mengaku pernah menonton film porno. Sebanyak 93,7% remaja SMP dan SMA pernah berciuman dan berhubungan seks. Bahkan, 21,2% remaja SMA mengaku pernah melakukan aborsi (Tribunnews, 1/1/2021). Ini data 16 tahun silam. Bagaimana dengan saat ini? Maraknya kasus hamil diluar nikah membutikan bahwa keadaannya tambah buruk.

Taukah, ini merupakan musibah besar yang terjadi di negeri kita. Bukankah suatu negara akan hancur jika agama wanitanya rusak? Lalu apa yang menyebabkan semua ini terjadi?

Beginilah jika pergaulan melanggar apa yang sudah ditentukan oleh syari’at. Pergaulan antara perempuan dan laki-laki sudah tidak ada batasan lagi. Bercampur baur sudah menjadi hal yang lumrah, ditambah dengan berbagai fasilitas yang disediakan negara terutama tempat-tempat hiburan semakin menambah rusaknya pergaulan bebas antara remaja, bukankah dalam Islam telah ada batasan pergaulan antara perempuan dan laki-laki yang bukan mahram.

Di dalam Islam tidak ada batasan usia layak nikah kecuali wanita tersebut telah akil balig,di dalam Islam juga telah dijelaskan perintah menutup aurat untuk wanita yang telah balig, dengan keadaan yang ada di negri kita saya melihat tidak ada aturan kewajiban bagi wanita menutup aurat padahal menutup aurat wajib dan bentuk penjagaan Allah terhadap wanita, bukankah mayoritas bangsa Indonesia ini adalah muslim,yang sudah jelas aturannya tercantum dalam ayat Al-Qur’an (Q.S al-ahzab :59) ” wahai nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin,”hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali sehingga mereka tidak diganggu dan Allah maha pengampun maha penyayang”. jilbab adalah identitas kaum muslimah, dengan mengenakan secara sempurna, kehormatan, keselamatan, dan fitrahnya akan terjaga. Karenanya, sangat dibutuhkan upaya untuk menjadikan masyarakat khususnya para remajanya dengan cara negaranya menerapkan aturan Islam agar benteng pertahanan menjaga generasi menjadi optimal, karena kalau tidak, kerusakan akan terus ada.

Islam mengajarkan kepada wanita agar memiliki sifat malu sifat malu yang ada dalam diri wanita adalah hal yang dapat menambah keimanan seorang muslimah dan juga membuat kaum wanita menjadi terhormat dan dimuliakan.

“Rasa malu tidaklah mendatangkan sesuatu kecuali kebaikan”(H.R al-Bukhari dan Muslim)

Perintah-perintah Allah SWT yang telah dibahas di atas adalah sikap yang harus kita tanamkan dari sekarang agar kita terhindar dari fitnah manusia dan insya Allah terjaga kehormatan dan kemuliaan sebagai seorang wanita.

Bagaimana dengan aktivitas wanita di luar rumah?

Menurut aturan Islam sebaik-baiknya wanita adalah iya yang tetap tinggal di dalam rumah. Sebagai firman Allah (Q.S al-ahzab: 33 ) ” Dan hendaklah kamu tetap tinggal di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan taatilah Allah dan rasulnya sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlul bait, dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya”

Adapun untuk wanita yang memiliki kepentingan syar’i dengan urusan diluar lumah boleh keluar rumah asalkan ia tetap menutup auratnya dengan sempurna janganlah mereka keluar tanpa rasa malu, tidak memakai wewangian atau perhiasan dan lebih aman lagi jika ia keluar rumah bersama mahramnya. Islam bukan menindas kebebasan aktivitas wanita tetapi begitu menjaga dan memuliakan kaum wanita.

Dari semua yang telah saya sampaikan saya mengajak teman-teman remaja terutama wanita marilah kita kembali kepada fitrah wanita sesuai dengan perintah Allah SWT yang telah disampaikan di atas agar kita terhindar dari pergaulan bebas dan diskriminasi terhadap wanita

Menyikapi hal ini, maka yang masih bisa kita lakukan adalah dengan membenahi diri kita. Mari kita keluar dari kebodohan yang telah kita ciptakan sendiri dengan cara mempelajari Al-quran dan Sunnah yang merupakan pedoman hidup kita demi mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Tanamkan akidah yang kuat agar keyakinan kita terhadap Allah SWT, Al-Qur’an dan Rasul, serta hari akhir terhunjam di dada. Akidah yang kokoh akan melahirkan takwa, meyakini Allah Maha Melihat dan mengawasi setiap perbuatan hamba. Juga tumbuh rasa takut akan balasan di akhirat terhadap perbuatan di dunia yang melanggar ketentuan agama. Sikap takwa akan menjadi rem bagi kita agar tidak terjerumus ke dalam lingkungan dan pergaulan yang salah.

Selain itu, perkuat pemahaman tentang syariat Islam terkait pergaulan dan batasannya. Agar terbentuk akhlak yang baik sebagai buah dari menaati aturan Allah Swt. Di samping itu, terwujud sebuah benteng pertahanan pada kita dari pengaruh lingkungan yang merusak tatanan nilai syar’i yang sudah didapatkannya caranya dengan mengkaji Islam.

Bukan hanya itu, mencari lingkungan yang kondusif atau komunitas yang baik. Hal ini penting karena teman akan mempengaruhi pemikiran, pemahaman, dan juga perilaku kita. Apalagi, di usia remaja biasanya rasa ingin tahu sangat besar dan cenderung ikut-ikutan dengan gaya hidup atau lifestyle teman-teman.

Bagi teman-teman remaja yang ingin selamat dunia dan akhirat seperti yang telah Allah sampaikan dalam Al-Qur’an (Q.S Al isra:32) _”dan janganlah kamu dekati zina (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk.”_ Maka dari itu janganlah kalian mengikuti sesuatu yang tidak Allah SWT ridhoi karena itu akan membuat kita celaka hindari pergaulan pergaulan yang tidak menguntungkan dan hindari komunitas-komunitas yang tidak membawa kebaikan dalam diri kita
Mulailah dari sekarang kita bangkit dari kebodohan-kebodohan yang jelas-jelas merugikan kita, jaga diri kita agar orang-orang menghargai kita sehingga tidak akan terjadinya pelecehan, caci maki, ataupun segala sesuatu yang menjatuhkan harga diri kita.

Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah ghiroh (semangat) kita untuk tetap berjuang melawan kerasnya hidup di zaman penuh kebodohan jadilah cerdas dengan menggenggam Quran dan Sunnah.

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

blank

Hits: 14

Comment here