Oleh: Irohima
Wacana-edukasi.com, OPINI–Menjelang perayaan 17 Agustus 2025, ada sesuatu yang baru terjadi di tengah masyarakat. 17 Agustus yang merupakan perayaan kemerdekaan biasanya identik dengan bendera merah putih yang dipasang di setiap sudut, namun kini tak hanya bendera merah putih, bendera bajak laut khas anime One Piece turut berkibar. Tentu, fenomena pengibaran bendera One Piece pada akhirnya mengundang berbagai reaksi yang beragam, ada yang menganggap ini adalah bentuk ekspresi kreatif generasi muda dan ada juga yang menganggap fenomena ini sebagai ancaman.
Ramainya aksi pengibaran bendera bajak laut dari serial One Piece ini dinilai oleh Firman Soebagyo, seorang anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar sebagai tindakan yang berpotensi menjadi simbol pembangkangan terhadap negara, apalagi saat ini peringatan Hari Kemerdekaan semakin dekat. Firman juga menambahkan bahwa penggunaan bendera One Piece bisa mengarah pada bentuk provokasi yang mengikis nilai-nilai kebangsaan, dan bisa masuk kategori tindakan makar hingga tak boleh dibiarkan dan harus diselesaikan ( Kompas.com, 01/08/2025).
One Piece adalah sebuah serial anime dan manga ikonik yang sangat populer di seluruh dunia. One Piece mengisahkan petualangan Monkey D. Luffy beserta kru bajak laut lainnya, Straw Hat Pirates, dalam mencari harta karun legendaris bernama “One Piece” untuk menjadi Raja Bajak Laut. Serial ini bukan hanya memiliki cerita yang sangat epik, karakter yang beragam dan nilai persahabatan yang kuat. Namun, banyak pesan sosial politik yang disisipkan oleh Sang Kreator, Eiichiro Oda. Tema korupsi, penindasan, dan perjuangan untuk mendapatkan keadilan dalam serial ini begitu kentara. Dalam dunia One Piece juga digambarkan betapa kekuatan besar bisa menyalahgunakan kekuasaan. Logo bendera One Piece yang bergambar tengkorak memakai topi jerami dan tulang yang disilangkan inilah yang juga dikenal sebagai Jolly Roger dan kini tengah ramai diperbincangkan.
Bendera One Piece tidak hanya diartikan sebagai simbol persahabatan dan solidaritas yang kuat antar sesama kru tapi juga melambangkan semangat kebebasan dan perlawanan terhadap ketidakadilan. Jolly Roger bukan hanya dijadikan sebagai simbol pembangkangan tapi juga kebebasan mutlak. Logo yang terdapat dalam bendera One Piece juga merepresentasikan perjuangan melawan kekuasaan tiran dan sistem yang korup. Nilai-nilai inilah yang kemudian diadopsi oleh sebagian penggemar anime ataupun masyarakat di dunia nyata.
Pengibaran bendera One Piece yang terjadi di beberapa wilayah menjelang peringatan Hari Kemerdekaan telah menimbulkan pro dan kontra. Bukan tanpa alasan pengibaran ini dilakukan. Keadaan dalam negeri yang penuh dengan intrik, belum lagi kezaliman dan ketidakadilan mungkin tak jauh berbeda dengan negeri yang ada dalam serial One Piece yaitu Mariejois, tempat tinggalnya para Tenryuubito ( Noble Dunia ) yang sangat korup dan memiliki kekuasaan besar. Kondisi Mariejois terlalu relevan dengan situasi sekarang, hingga kemudian membuat para penggemar anime ataupun sebagian masyarakat menghubungkan dan meluapkannya melalui bendera One Piece yang dikibarkan sebagai bentuk kekecewaan dan perlawanan terhadap ketidakadilan, sebagaimana makna yang terkandung dalam bendera tersebut. Adanya seruan pengibaran bendera One Piece yang bertepatan dengan HUT RI adalah cermin ekspresi kekecewaan rakyat terhadap ketidakadilan. Gerakan ini bukanlah pembangkangan ataupun makar, melainkan bentuk cinta terhadap negeri, tidak rela negerinya didera penderitaan akibat ulah oligarki, sekaligus bentuk kritisi agar negeri cepat berbenah diri.
Sejatinya yang menjadi akar persoalan negeri ini adalah sistem kapitalisme, penerapan sistem ini telah melahirkan kesenjangan sosial yang teramat tajam. Berbagai kebijakan dibuat demi kepentingan para elite korporat, dan membuat rakyat makin melarat, tercekik oleh kemiskinan struktural. Sama halnya dengan Negeri Mariejois yang memiliki sistem dunia yang penuh korupsi dan kezaliman, negeri kita juga tak jauh beda, karena menerapkan sistem kapitalis yang notabene sistem buatan manusia sangat tidak layak dijadikan petunjuk dalam menjalani kehidupan, karena sesungguhnya manusia ciptaan Tuhan yang bersifat lemah dan memiliki banyak kekurangan, Aturan yang dibuat oleh sesuatu yang lemah dan memiliki kekurangan tentu tidak bisa untuk mengatur ciptaan lainnya. Yang layak dijadikan tuntunan hanya aturan yang dibuat oleh Sang Pencipta yaitu syariat Islam Kaffah.
Islam diturunkan bukan hanya sekedar ajaran spiritual, namun sebagai sebuah sistem atau aturan yang menuntun manusia dalam berkehidupan. Islam juga satu-satunya aturan yang akan menjadikan umat Islam sebagai khoiru ummah atau umat terbaik yang menegakkan keadilan dan menolak segala bentuk penindasan.
Kesadaran rakyat yang mulai bangkit, dan adanya keinginan untuk melakukan perubahan, harus kita arahkan pada perjuangan hakiki, yakni mengubah sistem kapitalisme menuju penerapan sistem Islam kaffah dan melakukan perlawanan yang terukur dan terarah melalui dakwah, jadi bukan hanya sekedar simbolik yang akan berujung pada persoalan yang bertambah pelik. Hanya dengan Islam, hidup kita akan terbebas dari penindasan dan kezaliman, dengan Islam kaffah, kita juga tak perlu mengambil resiko sampai meminjam bendera Luffy dan kawan-kawan dalam menyuarakan kebenaran. [WE/IK].
Views: 35


Comment here