Opini

Kelaparan Menghantui, Karena Ditanggunguhkan UNRWA

blank
Bagikan di media sosialmu

Oleh: Siombiwishin (Aktivis Perempuan)

wacana-edukasi.com, OPINI– Lebih dari 130 hari sudah sejak serangan ke Palestina berlangsung, siapapun dengan profesi apapun bisa menjadi target penyerangan. Tanpa terkecuali, fasilitas-fasilitas umum maupun tempat-tempat yang dijadikan sebagai pusat bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina. Belum pulih dari trauma pasca serangan bertubi-tubi sejak 7 Oktober 2023 lalu, kini salah satu pusat bantuan kemanusiaan terbesar yang masih bisa beroperasi di kawasan itu, yang juga menjadi tumpuan harapan hidup warga Palestina-UNRWA pun diusik.

United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refuges in Near East (UNRWA), sebuah lembaga yang didirikan oleh PBB pada 8 Desember 1949. Lembaga ini difungsikan sebagai badan operasional non politik, yang bertanggung jawab atas kemanusiaan pengungsi Palestina. UNRWA terpaksa melakukan pemangkasan dana, menyusul keputusan negara-negara pendonor untuk menangguhkan pendanaan dengan dalih tudingan Israel yang menuduh beberapa staf UNRWA terlibat dalam serangan 7 Oktober 2023 dengan membantu Hamas.

Hal ini berdampak cukup signifikan atas nasib warga Palestina di Gaza. Bukan hanya kematian karena penyerangan yang diketahui mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak, kini warga Palestina dihantui dengan kematian yang akan terjadi karena kelaparan.

Kondisi Gaza Saat Ini

Sekitar 27.585 orang tewas, 66.978 luka-luka sejak Israel meluncurkan operasi militer besar-besaran. Di luar angka itu masih ada lebih dari 7.000 orang yang diperkirakan terkubur di bawah puing-puing reruntuhan bangunan. Banyak dari korban adalah anak-anak. Ungkap Ann Skeleton, Ketua Komisi Hak-hak Anak PBB. (voaindonesia, 09/02/2024)

Hampir 1, 2 juta anak yang masih bertahan hidup di Gaza membutuhkan dukungan fisik maupun psikis. Mayoritas penduduk Gaza telah mengungsi ke Selatan dan kurang lebih 1,7 juta warga Palestina berlindung di Fasilitas UNRWA. Dampak nyata yang dirasakan oleh warga Gaza terkait ditangguhkannya dana bantuan UNRWA adalah pengurangan bantuan kemanusiaan yang sebelumnya 500 truk dapat masuk setiap hari, kini berkurang menjadi sekitar 200 truk. Bantuan kemanusiaan dengan berbagai misinya yang menjadi tumpuan dan harapan jutaan warga Gaza benar-benar akan runtuh dengan aksi nirempati yang dilakukan negara-negara Barat.

Hipokrit Kapitalisme

Kepala badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini bersama Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman al-Safadi meminta negara-negara yang menangguhkan bantuan mereka kepada UNRWA untuk membatalkan keputusannya. Namun penangguhan tetap dilakukan, alhasil nestapa yang menimpa Palestina seolah menemui babak baru, penderitaan yang berkepanjangan tak terelakkan.

Penangguhan dana ini di dominasi oleh negara-negara Barat yang notabene juga sebagai penyumbang dana terbesar untuk UNRWA. Diantaranya adalah Amerika Serikat yang menjadi negara pertama yang melakukan penangguhan tersebut, disusul oleh Kanada, Australia, kemudian Inggris, Jerman dan Prancis. (cnnindonesia, 31/01/2024)

Arti kemanusiaan yang diusung oleh AS dan Barat menjadi pertanyaan besar, di satu sisi mereka bermurah hati menjadi pendonor dana kemanusiaan untuk membantu Palestina, disisi lain mereka juga tidak berhenti memberikan dukungan militer kepada Zionis. Hipokrit ideologi kapitalisme tercium jelas, Palestina seakan menjadi arena tontonan hidup dan mati. Dunia bertekuk lutut dihadapan raksasa-raksasa ini, tak bisa dipungkiri bahwa hal tersebut memberikan gambaran bahwa dunia hari ini telah kekurangan empati, mengabaikan rasa kemanusiaan karena terjadi di tengah makin beratnya penderitaan rakyat Palestina termasuk anak-anak yang tak berdosa. Dunia membisu, seolah merestui perubahan anggaran ini.  

Islam Berdiri Bersama Kemanusiaan

Islam sebagai agama yang sempurna, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, berdiri bersama kemanusiaan tanpa pandang bulu. Islam melarang dengan tegas melakukan pembunuhan kepada seorang manusia tanpa alasan yang syari.

Allah Taala berfirman, “Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barang siapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia. Sesungguhnya Rasul Kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Tetapi kemudian banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi.” (QS Al-Maidah: 32)

Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda “Barang siapa menyakiti seorang zimmi (nonmuslim yang tidak memerangi umat muslim), maka sesungguhnya ia telah menyakitiku. Dan barang siapa yang telah menyakitiku, maka sesungguhnya ia telah menyakiti Allah.” (HR Thabrani)

Selain itu, Islam memberi aturan yang jelas terkait adab dalam berperang. Diantaranya, larangan merusak fasilitas publik, membunuh anak-anak dan perempuan, juga tidak diperbolehkan menyerang musuh yang sudah menyerah. Umat Islam pun dianjurkan untuk saling membantu antar sesama manusia yang sedang mengalami kesusahan, dan memudahkan urusan sesama.

“Barang siapa merasa senang karena diselamatkan oleh Allah dari kesulitan hari kiamat, maka hendaklah ia menghilangkan kesusahan dari orang yang dalam kesukaran atau meninggalkan sesuatu yang ada padanya” (HR. Muslim)

Islam juga tidak memperkenankan pemaksaan dalam memeluk agama, untuk itu umat dengan agama yang heterogen dapat hidup berdampingan tanpa harus dipaksa untuk memeluk agama Islam. Karena umat Islam percaya, bahwa bukti tentang kebenaran Islam telah sangat jelas adanya dan terpampang secara gamblang. Tanpa dipaksa pun setiap orang yang ingin mengetahui tentang Islam, akan menemukan kebenaran tersebut.

Demikianlah, Islam dengan detail aturannya yang berdiri bersama kebaikan, kemanusiaan, keadilan, dan kebenaran secara utuh. Lingkaran kapitalisme hanya melahirkan raksasa-raksasa dengan super power yang bertindak sesuka hati, perdamaian dunia yang hakiki akan sulit terwujud jika hal ini terus dilanggengkan. Penerapan Islam secara utuh dapat menjadi solusi paling ampuh dalam menyelesaikan konflik semisal ini, karena setiap aturan yang dibuat berdasarkan firman Allah SWT sebagai Tuhan yang mengetahui hakikat manusia. Sehingga, aturan yang lahir pun pasti akan menjadi keputusan yang terbaik bagi umat manusia.

Wallahu’alam bisshawab.

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 23

Comment here