Oleh: ArsiyahUmat kembali berkabung Langit pun turut mendung Sedih dan pilu tak terbendung Menghunjam hati di pusat relung Hak jiwa kembali me
Read MoreOleh: Nita SavitriKetika virus merah jambu menjalar Tak kuasa menolak hati bergetar Menatap pesonamu yang berpendar Penuh cinta kasih nan terpa
Read MoreOleh: Mak AyuAntara aku dan kau biarlah waktu yang bicara Nanar tatap matamu yang tak biasa Sendu raut wajahmu yang tak kupahami Mengajak terba
Read MoreOleh: Neko Kedi DinaKasih ibu sepanjang masa Benarlah itu kiranya Bukan sekadar peribahasa Atau manis syair pujanggaDi rahimnya hidup kita
Read MoreOleh: Ummu HaneemBertemu si BosPoV SherlyWacana-edukasi.com -- Aku tetap melangkahkan kaki ke luar rumah, meski Alex sempat menahanku untu
Read MoreOleh: Heni Andriani (Ibu Pemerhati Umat)Lantunan ayat-Mu menggema Zikir dan tahmid menyeruak langit biru penuh pesona Terhanyut diri dalam nirwa
Read MoreOleh: Anita S.Wacana-edukasi.com -- "Bagaimana bisa tangannya begitu terampil mengepang rambut Sita?" gumanku dalam hati.Senyumku yang lolos t
Read MoreOleh: ArsiyahIbu Pertiwi sedang merintih Terluka melihat rakyat terkasih Pontang-panting mengais rezeki Tuk sekadar mencari sesuap nasi Harga
Read MoreOleh: Julie MurodPenat meremuk raga Lelah 'tak berbilang jumlah Habis menyublim ke tinggi angkasa Tulang kokoh itu hingga rapuh kini Cintamu t
Read MoreOleh: Mia AnnisaWacana-edukasi.com -- Warsito menaiki sepeda ontelnya ke luar menyusuri jalan kecil 1 km yang menghubungkan rumahnya dengan jalan
Read More