Surat Pembaca

Syariah Tegas Hentikan Kezaliman Dunia

Bagikan di media sosialmu

Oleh: Isnawati

Wacana-edukasi.com, SURAT PEMBACA–Serangan di Lebanon kembali menegaskan bahwa konflik di kawasan Timur Tengah belum juga berakhir. Kekerasan demi kekerasan terus terjadi dan kembali menelan korban jiwa dari kalangan sipil. Dalam salah satu insiden terbaru, sembilan orang dilaporkan tewas akibat serangan Israel, enam di antaranya merupakan pengungsi Palestina. Tragedi yang terjadi di Sidon Selatan dan beberapa wilayah lainnya memperlihatkan kenyataan pahit bahwa rakyat kecil selalu menjadi korban utama, sementara perlindungan nyata dari dunia internasional nyaris tidak terlihat (detikNews, 25 Maret 2026).

Peristiwa ini bukan sekadar konflik bersenjata biasa, melainkan cerminan dari rapuhnya sistem global dalam menjaga keadilan dan kemanusiaan. Negara-negara besar yang seharusnya berperan sebagai penjaga stabilitas dunia justru ikut terseret dalam pusaran konflik kepentingan. Serangan Israel terhadap Hizbullah, ditambah keterlibatan Amerika Serikat dalam ketegangan dengan Iran, menunjukkan bahwa pertimbangan politik dan kekuasaan lebih diutamakan daripada keselamatan manusia. Akibatnya, konflik terus bereskalasi tanpa solusi yang benar-benar menyentuh akar masalah.

Yang lebih memprihatinkan lagi sikap sebagian negara Muslim yang tidak menunjukkan ketegasan. Alih-alih berdiri membela saudara seiman yang tertindas, beberapa justru tetap menjalin hubungan dengan pihak agresor atas nama kepentingan nasional, ekonomi, dan politik. Sikap ini memperlihatkan lemahnya keberpihakan terhadap keadilan. Dampaknya sangat nyata: kezaliman yang terjadi di Palestina, Gaza, Lebanon, dan wilayah lain terus berlangsung tanpa adanya perlawanan yang berarti. Hal ini menjadi bukti bahwa banyak negara telah gagal menjalankan perannya sebagai pelindung umat.

Dalam pandangan Islam sangat jelas, takwa tidak hanya dimaknai sebagai ibadah individual seperti shalat, puasa, atau dzikir semata. Takwa harus tercermin dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam pengelolaan negara dan kebijakan politik. Politik dalam Islam bukanlah sekadar perebutan kekuasaan, melainkan ri’ayah syu’unil ummah, yaitu mengurus urusan umat dengan penuh tanggung jawab dan keadilan. Negara yang berlandaskan takwa tidak akan tunduk pada tekanan asing, tidak akan berkompromi dengan kezaliman, dan tidak akan tinggal diam ketika melihat penindasan terjadi di hadapan mata.

Sebaliknya, negara akan berdiri kokoh melindungi rakyatnya dan membela siapa pun yang tertindas, tanpa memandang batas wilayah semata. Inilah konsep kepemimpinan yang seharusnya hadir: kepemimpinan yang menjadikan hukum Allah sebagai dasar dalam setiap keputusan, bukan kepentingan sesaat atau tekanan global.

Namun realitas sistem negara saat ini justru menunjukkan keterbatasan besar. Dunia terpecah menjadi banyak negara yang masing-masing berjalan sendiri dengan kepentingannya. Tidak ada kesatuan kekuatan yang mampu melindungi umat secara menyeluruh. Ketika satu wilayah diserang, wilayah lain hanya mampu memberikan kecaman tanpa tindakan nyata yang mampu menghentikan agresi. Solidaritas yang dibangun pun sering kali berhenti pada bantuan kemanusiaan saja, bukan penyelesaian akar masalah.

Islam menawarkan solusi yang lebih mendasar, yaitu penerapan syariah secara menyeluruh dalam naungan khilafah. Sistem ini menyatukan umat Islam di bawah satu kepemimpinan global yang berlandaskan hukum Allah. Dengan persatuan ini, kekuatan umat tidak lagi terpecah, melainkan terorganisasi dan mampu bertindak tegas dalam menghadapi setiap bentuk agresi. Negara tidak akan ragu untuk melindungi wilayah kaum Muslim maupun membela mereka yang tertindas di mana pun berada.

Peristiwa yang terjadi di Lebanon dan Palestina seharusnya menjadi peringatan keras bagi umat Islam. Tanpa adanya perubahan sistem yang mendasar, tragedi serupa akan terus berulang dari waktu ke waktu. Setiap konflik hanya akan berganti lokasi, tetapi penderitaan rakyat tetap sama. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran kolektif untuk tidak hanya bersimpati, tetapi juga berani mengoreksi akar persoalan.

Momentum Ramadhan menjadi saat yang tepat untuk melahirkan takwa yang lebih nyata, bukan hanya dalam ibadah pribadi, tetapi juga dalam keberanian bersikap terhadap ketidakadilan. Umat perlu didorong untuk berani menyuarakan kebenaran, mengingatkan penguasa, dan memperjuangkan sistem yang benar-benar mampu menghadirkan keadilan.

Solusi hakiki bukan sekadar bantuan kemanusiaan yang bersifat sementara, melainkan perubahan sistem secara menyeluruh. Syariah dalam naungan khilafah menawarkan jalan yang tegas dan menyeluruh untuk menghentikan kezaliman serta menghadirkan keadilan yang nyata bagi seluruh umat manusia.

Wallahu a’lam bish shawab.

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 4

Comment here