Wacana-edukasi.com, SURAT PEMBACA–Marhaban ya Ramadan. Bulan Ramadan yang dinanti kini telah hadir. Euforia kebahagiaan tampak terasa pada diri kaum muslim di seluruh dunia. Namun, berbeda dengan yang dirasakan umat muslim di Gaza, Palestina, kebahagiaan itu harus beriringan dengan duka yang mendalam.
Palestina kini masih berduka. Kelaparan, penderitaan, dan terbunuhnya anak-anak kaum muslim tak berdosa terus terjadi. Darah segar kaum muslim masih mengalir deras di sana. Kebiadaban dan kejahatan Israel terus berlangsung, bahkan hingga memasuki bulan Ramadan. Kekerasan, kejahatan, dan genosida di Gaza terus ditingkatkan. Hingga pada titik yang sangat biadab, Israel telah meluncurkan senjata pemusnah massal, yaitu senjata termobarik dan termal, yang telah menewaskan 2.842 warga Gaza “tanpa jasad” karena jasadnya telah menguap. Kejahatan dan kebencian yang sangat brutal ini membuat Israel tak membiarkan jasad muslim pun tersisa (kompas.com, 16/02/2026).
Duka Palestina diperparah dengan adanya sokongan kekuatan untuk Israel dari berbagai negara. Bantuan terhadap Israel tentu ditujukan untuk penjajahan dan genosida hingga pemusnahan etnis di Gaza, Palestina. Bantuan yang didapatkan Israel didukung pula oleh elite global, baik secara dana maupun tentara. Jahatnya, ada kerja sama antara negeri-negeri muslim dengan Israel dalam Board of Peace yang dipimpin Trump. Tak tanggung-tanggung, para pemimpin negeri-negeri muslim juga rela menggelontorkan uang hingga triliunan rupiah untuk proyek ini (m.kumparan.com, 22/01/2026).
Pengkhianatan-pengkhianatan ini sudah tampak jelas nyata di pelupuk mata. Diamnya pemimpin dan tentara kaum muslim saja dosanya sudah berat di hadapan Allah Swt., apalagi bergabungnya pemimpin negeri muslim dengan Dewan Perdamaian yang dipimpin Trump (BoP) sebagai pendukung sekaligus donatur utama Israel, menjadikan dosa dan siksa di akhirat sangat berat di hadapan Allah Swt.
Allah Swt. mengingatkan dengan tegas larangan bagi seorang muslim untuk bersekutu atau bekerja sama dengan orang kafir dalam hal tolong-menolong dalam keburukan. Allah Swt. berfirman:
“…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya.” (TQS. Al-Ma’idah: 2)
“Janganlah orang-orang beriman menjadikan orang-orang kafir sebagai sekutu atau pemimpin, melainkan orang-orang beriman. Dan barang siapa di antara kamu melakukan itu, maka ia tidak mempunyai hubungan dengan Allah…” (TQS. Ali Imran: 28)
Karena itu, penting menjadi perhatian bagi seluruh kaum muslim di dunia bahwa arah perjuangan untuk membebaskan Palestina hanya bisa dilakukan dengan menurunkan tentara untuk mengusir penjajah Israel. Penjajahan di Palestina dapat dihapuskan dengan penerapan sistem Islam yang akan mengomandoi diturunkannya tentara-tentara terbaik dari kaum muslim. Gelora jihad akan digaungkan sebagai jalan agar penjajah Israel terusir.
Menjadi sebuah kebahagiaan bagi kaum muslim di Palestina pada bulan Ramadan ini jika seruan jihad berkumandang. Semoga Allah Swt. menjadikan kita semua sebagai orang-orang beriman yang tidak pernah diam untuk berjuang bagi muslim Palestina dan muslim di seluruh dunia.
Sahreva Kurniati, S.Pd., C.M.T.
Bandung, Jawa Barat
Views: 13


Comment here