Syiar IslamTabligul Islam

Menjadi Pribadi Hebat dan Berprestasi

blank
Bagikan di media sosialmu

Oleh: Alvi Rusyda

Wacana-edukasi.com — Siapa yang tidak ingin sukses? Tentu semua orang ingin sukses, asalkan mau menjalani prosesnya.

“Jauhilah orang-orang yang berusaha mengecilkan impian kita, orang kecil selalu melakukan hal itu, sebaliknya orang yang sungguh-sungguh, besar, akan membuat Anda menjadi orang besar”.

Siapa yang ingin jadi orang hebat? Siapa yang ingin berprestasi? Pasti semua orang menjawab, “Saya”. Ini hal yang wajar menjadi impian semua orang. Pertanyaannya, maukah menjalani proses? Maukah menahan ujian. Hidup ini tiada yang instan, kadang butuh usaha yang ekstra untuk menjadi pribadi hebat dan berprestasi. Semangat selalu.

Karakter manusia dibentuk dari kebiasaan-kebiasaan atau habit. Kebiasaan adalah cara kita bepikir, bertindak, dan bereaksi secara konsisten. Kebiasaan dapat dikontrol, bahkan dapat dipelajari. Seseorang bisa saja melakukan kebiasaan yang baik atau buruk, tergantung bagaimana dia memikirkan, apakah itu baik atau buruk.

Kebiasaan sukses menuntut perubahan sikap yang besar. Membutuhkan waktu dan menuntut kemauan yang kuat, kesabaran yang matang, serta komitmen untuk menjalaninya. Ibarat pelari hebat, ia pasti menjalani proses yang panjang, lika-liku menerpa tak membuat surut berusaha, sampai Allah menentukan ia mampu menjadi pelari hebat.

Menguasai diri adalah upaya sungguh-sungguh untuk disiplin pada diri sendiri. Mengazamkan diri agar selalu bersyukur kepada Allah Swt. setiap hari. Kita memiliki sesuatu untuk dikerjakan yang memang harus dikerjakan, entah kita suka melakukannya, atau tidak. Jalani dengan ikhlas, Serta senantiasa bertanya prestasi apa yang bisa saya raih, dan lakukan, yang menjadikan Allah mencintai kita? Mari melakukan introspeksi diri.

Tips menjadi pribadi hebat dan berprestasi:

1. Mencoba dan mencoba lagi, kalau gagal mempelajari sesuatu, coba lagi, dan coba lagi (Trial error), sampai kita bisa dan terbiasa. Jadi, tidak mudah menyerah jika mengalami kegagalan, tapi berusaha bangkit dan mencoba lagi sampai bisa. Ibarat belajar naik sepeda, awalnya pasti mudah jatuh karena belum seimbang tubuh, tetapi tetap semangat berlatih, sampai Allah berikan kemahiran. Pelaut ulung saja tidak akan lahir dari laut yang tenang, pasti sudah aral melintang menghadapi kuatnya gelombang.

2. Kenali potensi diri dan memaksimalkan. Temukan potensi diri yang belum dikembangkan, ketika kita mengembangkan kekuatan yang belum berkembang itu dan melihat diri kita penuh potensi, maka kita pasti akan lebih semangat. Cara pandang kita yang positif terhadap dir sendiri, menumbuhkan harga diri kita, akibatnya kita lebih produktif. Jadi, kita percaya diri akan kemampuan yang kita miliki. Misalnya: potensi kita Menulis, maka harus dikembangkan, diasah kemampuan menulisnya, melahirkan berbagai karya, dll.

3. Lakukan yang terbaik ( Do The best). Lakukan yang terbaik, mencapai Potensi maksimal, bergantung pada seberapa keras kita berusaha. Yakin kita bisa melakukannya. Potensi terbaik kita juga dapat dilihat dari seberapa semangat kita. Intinya ilmu dan amal harus sejalan.

4. Tidak takut dengan perubahan, optimis, dan bersuka cita. Suka melakukan hal baru dan berani menghadapi rintangan.

5. Hindari stagnasi lakukan inovasi. Mencoba melakukan sesuatu hal yang baru. Tidak takut menjadi yang pertama, dan visioner. Misalnya: belajar mendesain. Awalnya pasti kaku, dan aneh. Namun jika dilatih, maka kita melakukan inovasi yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

4. Memiliki tujuan hidup dengan jelas memaksimalkan visi untuk melakukan terobosan baru. Kalau hidup tidak punya tujuan, ibarat berlayar di lautan tanpa kompas. Tidak jelas mau kemana akan pergi. Namun jika jelas tujuan hidup, maka hidup akan menjadi terarah, dan mencapai tujuan yang diinginkan.

5. Berani mengambil risiko! Hadapi kekhawatiran kita. Siapa tahu potensi kita adalah menjadi penulis, ilmuwan, bahkan agen of change.

6. Setia pada perkara kecil dan terdorong oleh setiap prestasi kecil. Selalu menyelesaikan apa yang telah dimulai. Jangan menyerah di tengah jalan. Misal komitmen untuk menyelesaikan novel yang terbengkalai karena sudah memulai.

7. Memiliki tekad yang kuat dan sukses. Tekad memberikan kita kekuatan untuk mencapai kekuatan untuk melakukan tujuan kita. Berusahalah untuk fokus dan libatkan Allah dalam segala urusan.

8. Memiliki dorongan yang besar untuk berkarya. Kualitas kehidupan tergantung pada komitmennya, terhadap kesempurnaan hidup, terlepas dari apa bidang yang dipilih. Paksakan diri sampai terbiasa.

Semoga kita menjadi pribadi hebat dan berprestasi. Aamiiin.

Wallahua’lam

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

blank

Hits: 2

Comment here