Syiar IslamTabligul Islam

Menegakkan Khilafah, Tak Cukup dengan Doa

blank
Bagikan di media sosialmu

Oleh: Messy Ikhsan (Founder Diksi Hati dan Aktivis Mahasiswa)

Doa merupakan senjata umat Islam yang harus selalu dijaga. InsyaAllah, setiap doa kebaikan akan diijabah oleh Sang Pencipta. Termasuknya berdirinya negara khilafah.

Namun, mengandalkan doa saja tak cukup dalam mendirikan khilafah. Ada sebab-sebab lain yang harus diikutsertakan yaitu ikhitiar dan tawakal.

Ada hubungan kaidah kausalitas yang harus dilaksanakan. Kertekaitan antara sebab dan akibat. Ada usaha-usaha lain yang wajib dikerahkan seperti menyampaikan dakwah, berinteraksi dengan umat, dan sebagainya.

Setelah itu, menyerahkan dan meyakini bahwa Allah sebaik-baik pendengar keluh kesah. Yang akan menjawab setiap rintihan usaha. Inilah namanya ikhtiar sambil berharap pada ketentuan-Nya (tawakal).

Contoh, jika selama ini Palestina hanya dibantu lewat doa, maka tak salah, sampai saat ini mereka masih menjerit kesakitan. Tak cukup hanya mengirimkan doa, bantuan makanan, dan kesehatan. Namun, lebih besar dari itu mereka membutuhkan kekuatan negara dan tentara.

Sehingga dalam mendirikan khilafah juga demikian. Selain, memperbanyak doa, perlu ada negara yang sudi mengemban Islam sebagai kepemimpinan berpikir. Dan ada kekuatan politik yang sudi menyokong dakwah Ilahi.

Bukankah Allah sudah mengingatkan kita dalam Al-Quran bahwa Dia takkan mengubah suatu kaum sebelum kaum itu sendiri yang mengubahnya? Sehingga urgensi usaha dalam mendirikan khilafah dimulai dari individu, kelompok, dan negara.

Selain itu, Rasulullah sebagai teladan umat sudah mencontohkan dalam mendirikan negara Islam
pertama di Madinah. Beliau tak hanya sendiri dalam berdakwah. Ada tenaga para yang sahabat yang ikut dikorbankan. Demi meraih kemenangan Islam.

Beliau tak hanya mengandalkan kekuatan doa saja. Melainkan ada ikhtiar dan tawakal. Ada dakwah yang selalu bergelinding di kepala baginda sampai beliau tak bisa tidur sebelum urusan umat selesai.

Demi memperjuangkan Islam dalam aspek global, Rasulullah dan para sahabat harus menerima beragam tantangan dakwah yang mengancam nyawa. Tentu fakta-fakta di atas sudah sering kita baca dan dengar. Seperti kisah pemboikotan Rasulullah dan umat Islam selama tiga tahun.

Hal ini menjadi catatan penting bagi para pejuang khilafah. Tak cukup hanya mengandalkan doa. Lalu kita berdiam diri hidup dalam aturan logika. Ada perjuangan dan dakwah yang wajib digencarkan.

So, bukan saatnya kita santai di jalan perjuangan. Mari berpegangan tangan dan rapatkan barisan. Dalam menyongsong janji dan bisyarah sang kekasih alam. Allahu akbar!

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

blank

Hits: 30

Comment here