Bahasa dan SastraPuisi

Jantung Sang Taqwa

blank
Bagikan di media sosialmu

By: Nurlaili (Mahasiswa Universitas Sriwijaya)

Terulang untuk kesekian kali
Alunan nada sumbang tak berharmoni
berceceran bak asap hitam asal polusi

Umpatan-umpatan merajalela menghina kekasih tercinta
Betapa tertusuk kami umatnya
Tatkala sang Baginda terhina
Keji bukan lagi keji namanya
Hina bukan lagi terhinakannya
Sampah serapah yang terjuntai
menandakan tumbuh segar bibit kelalaian

Dimanakah perisai itu?
Perisai yang siap menghalang semua luka dan sengsara
Dimanakah perisai itu?
Yang merindu Baginda tanpa salin bertatap mata

Masih adakah para pemuda?
Pemuda yang nadinya mengalirkan taqwa
Yang sakit kalbunya kala sang Baginda mulai terhina
Masih adakah pemuda?
Pemuda yang jantungnya memacukan Islam sebagai arah hidupnya
Yang langkahnya penuh bertanya
Adakah Allah di setiap Titian jalannya

Bangunlah wahai umatnya!!
Bangunlah para pemuda!!!
Jangan membisu seribu kata, kala hatimu remuk terluka
Sayatan hati yang masih basah terbuka, jadilah kamu perisainya
Karena ia jantung sang taqwa

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 8

Comment here