Bahasa dan SastraPuisi

Buruh di Lahan Sendiri ( Desaku:2 )

blank
Bagikan di media sosialmu

Oleh: Mak Ayu

Desaku yang perawan adalah Bidadari elok
Kembang desa lugu ternama di seluruh penjuru
Semerbak segar wangi menggelitik tuk menikmati
Pendaran indahnya lekat di mata

Tak heran …
Pelamar silih berganti untuk mempersunting
Membawa koperan uang dollar
Membawa lantakan emas
Membawa janji manis
Agar pinangan diterima pemilik kecantikan alam

Desaku yang perawan adalah Bidadari elok
Persatu mulai berpindah tangan tanpa penolakan
Mengangguk saat peminang memberi harapan
Tanpa mengusik harap pemilik bidadari elok
Untuk tetap menikmati hasil
Masih mempertahankan miliknya meski itu nisbi

Desaku yang perawan telah tergadai
Ambisi syahwat kapitalisme merasuki
Perlahan menina bobokkan
Menyerah dalam kemanisan semu
Mempertaruhkan keperawanan desa dalam janji
Yang dapat direnggut kapan pun dia mau
Seakan tidak menyadari telah kehilangan
Lahan yang telah terbeli oleh ketamakan

Hingga waktunya tiba …
Kalian terlambat menyadari
Menjadi buruh penggarap di lahan sendiri

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

blank

Hits: 7

Comment here