Puisi

Terhipnotis Demokrasi

blank
Bagikan di media sosialmu

Erdiya Indrarini

Kekayaan pejabat terus melesat
Merata di setiap tingkat
Sementara rakyat kian melarat
Ironinya, dari mana mereka dapat

Negara dalam cengkeraman demokrasi
Sejahtera bagi rakyat hanyalah ilusi
Kekayaan negeri dimangsa korporasi
Rakyat sekadar tempat persekusi

Penguasa hanya ramah di bilik suara
Setelahnya, beringas kalungkan senjata
Rakyat dibungkam jangan bicara
Jika bersuara, tangkap masukkan penjara

Dari rakyat untuk rakyat cuma bualan
Ternyata semua dari dan untuk tuan
Rakyat semata dijadikan pelayan
Demi kesenangan pemangku jabatan

Pemilu hanya sarana berebut kursi
Sejuta janji tanpa ada realisasi
Mengganti hukum Allah dengan konstitusi
Semua terhipnotis dalam kubangan demokrasi

Demokrasi alat memuja angkara
Yang menyebut riba dengan bunga
Melakukan syirik bilangnya budaya
Astaghfirullah, betapa sesatnya

Demokrasi memang sadis
Kapitalisme, sebagai ibunya pun bengis
Jangankan punya etis
Halal haram, semua dibabat habis

Saatnya ideologi kufur itu dibenam
Yang menyesatkan keturunan Adam
Kembalilah pada ideologi Islam
Tegakkan syariat jangan hanya diam

Ayooo perjuangkan
Berjamaah rapatkan barisan
Pertajam tsaqofah perbanyak kajian
Agar selamat dari fitnah peradaban

Lembah Sindoro, 092021

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Loading

Visits: 364

Comment here