Oleh: Dewi Puspita Sari, MT. (Pengamat Kebijakan Publik)
wacana-edukasi.com, OPINI--Dari kantor berita international Prancis AFP (Agence France-Presse) pada akhir juli lalu, Trump mengumumkan pelucutan senjata Hamas dan kelompok bersenjata lain di Gaza. Setelah itu, Zionis harus menarik diri dari Gaza dan digantikan pasukan stabilitas internasional yang akan bekerja sama dengan polisi Palestina yang baru untuk menjaga Gaza. Namun hal ini tak dapat diterima karena serangan zionis Israel tetap berlanjut sekalipun Hamas sepakat pelucutan senjata.
Serangan Israel di Gaza pada 1-2 Agustus 2026 menewaskan delapan warga Palestina, menyasar Kota Gaza, Deir el-Balah, Khan Younis, permukiman dan tenda pengungsian. Serangan rudal telah menghancurkan dua gudang obat Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa, merusak klinik, dan membombardir puluhan tenda pengungsi.
Israel lagi-lagi menuduh Hamas menyimpan senjata tanpa bukti, sementara pihak rumah sakit membantahnya. Meski Hamas telah menyetujui pelucutan senjata berat dengan syarat penghentian serangan dan penarikan pasukan Zionis mundur. Israel menuntut pelucutan senjata secara total sebelum mundur, sementara negosiasi penghentian serangan masih berlangsung (idntimes, 02-08-2026, 16.21 WIB).
Kapan Penjahat Bisa Dipercaya?
Sudah berulang kali negosiasi dan gencatan senjata dilakukan. Tak henti-hentinya AS dan Israel membohongi rakyat Palestina dan dunia. Kali ini mereka menginisiasi pelucutan senjata Hamas dan kelompok bersenjata lainnya di Gaza.
Mereka sejatinya membuat siasat jahat melalui Born Of Peace (BOP) untuk melemahkan perjuangan rakyat Palestina. Hari ini, pemikiran untuk menolak BoP seakan mulai hilang, karena itu umat harus disadarkan kembali bahwa bergabung dengan BoP sama dengan menyerahkan Gaza untuk dihabisi Zionis dan sekutunya. Sementara Hamas dan kelompok bersenjata lainnya telah kehilangan senjata sebagai kekuatannya mempertahankan wilayahnya.
Terbukti bahwa pelucutan senjata bukan solusi bagi perdamaian, keamanan dan pembebasan Gaza. Penjajahan, perampasan tanah dan genosida atas Gaza akan terus dilakukan oleh Zionis Israel selama rakyat Palestina masih mempertahankan wilayahnya. Fakta yang terjadi, proyek pembangunan New Gaza terus berlanjut menggunakan aktor lokal agar dapat diterima.
Penjajah begitu liciknya menggunakan tangan-tangan anteknya untuk melanggengkan penjajahan. Bahkan propaganda yang disuarakan “demi penyelamatan penduduk Gaza”. Kenapa tidak dari dulu? Kehadiran pasukan stabilitas Internasional tidak ditujukan untuk membebaskan Palestina dari penjajahan zionis Israel dan sekutunya, melainkan untuk memeperkuat posisinya diwilayah Gaza.
Tidak pernah ada satupun negosisasi yang berjalan dengan adil, tidak ada satupun gencatan senjata yang ditaati penjajah dan berlangsung aman selama ini. Sekarang, apakah umat mau mengulangi kesalahan yang sama dengan mengikuti kemauan penjajah melakukan pelucutan senjatan dengan janji kesepakatan damai? Baru berselang sehari serangan demi serangan dilancarkan dengan dalih kebohongan dan fitnah keji. Hal ini juga yang mereka lakukan terhadap negeri-negeri lain yang ingin mereka kuasai.
Sampai Kapanpun Penjajah Tidak Bisa Dipercaya
Dalam Al-Qur’an Allah menyampaikan sifat kaum Yahudi salah satunya suka ingkar janji, ini yang seharusnya diwaspadai. Umat harus disadarkan akan bahaya AS dan zionis Israel yang terus membuat siasat licik untuk melanggengkan penjajahan atas Palestina.
Allah Swt. berfirman,
“Engkau pasti akan mendapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik (TQS. Al-Maidah : 82)
Mereka akan melakukan segala cara untuk menguasai seluruh negeri-negeri Muslim, terutama Palestina tempat kiblat pertama umat Islam dan kota suci para Nabi. Tujuan ini telah lama menjadi agenda besar mereka yang selalu terhalang oleh tentara Hamas dan pasukan-pasukan lain yang terus mempertahankan wilayahnya.
Para penjajah sadar betul tidak mudah menaklukkan para tentara Allah ini dengan iming-iming harta ataupun jabatan. Untuk itu mereka selalu menjanjikan perdamaian, keamanan dan keselamatan. Namun untuk kesekian kali penjajah tak pernah bisa dipercaya.
Islam mewajibkan umatnya untuk terus melakukan kritik dan koreksi atas pengkhianatan pemimpin negeri-negeri muslim yang bersekutu dengan AS dan BoP nya. Para pemimpin negeri-negeri muslim telah diperdaya oleh janji manis penjajah dengan menggadaikan nyawa saudaranya sendiri. Ini pengkhianatan besar yang harus segera diakhiri dan diadili.
Seharusnya para pemimpin negeri-negeri Islam mendorong kesadaran akan persatuan dan mendorong umat untuk terus berjuang menyatukan umat Islam di seluruh dunia di bawah kepemimpinan Khilafah Islam. Ini satu-satunya jalan yang telah dicontohkan pemimpin kita sepanjang zaman Rasulullah saw. Sekat negara bangsa bentukan penjajah telah melemahkan dan mengadu domba umat sehingga tidak dapat membedakan mana kawan mana lawan.
Allah Swt. berfirman,
“Taatilah Allah dan Rasul-Nya, janganlah kamu berbantah-bantahan yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang, serta bersabarlah. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar” (TQS. Al-Anfal : 46).
Untuk itu, tidak akan pernah ada persatuan, kekuatan, dan perjanjian aman dengan orang-orang kafir selama mereka yang selalu menjadi penentu kesepakatan.
Allah Swt. berfirman,
“Bagaimana bisa ada perjanjian (aman) dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin, kecuali orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidil Haram?” (TQS. At-Taubah: 7)
Umat Islam harus meyakini, bahwa Palestina akan bebas ketika tentara kaum muslimin bersatu di bawah komando Khilafah memerangi zionis Israel. Hal itu telah menjadi bukti sejarah kegemilangan Islam saat para pemimpin Islam dan pasukan terbaiknya bersungguh-sungguh membebaskan Palestina seperti Khalifah Umar bin khattab, Abu Ubaidah bin Jarrah, Amr bin Ash, dan Shalahuddin Al Ayyubi. Wallahu a’lam.
Views: 2


Comment here