Opini

Muharram, Momentum Memperjuangkan Islam Kafah

Bagikan di media sosialmu

Oleh : Dite Umma Gaza (Pegiat Dakwah)

Wacana-edukasi.com, OPINI--Bulan muharram merupakan bulan pertama di kalender islam. Penanggalan hijriah yang menjadi awal tahun baru bagi kaum muslim. Bulan ini merupakan bulan suci dimana umat muslim dilarang berperang. Pada bulan haram ini semua amal baik akan mendapat pahala berlipat. Sedangkan amalan buruk akan mendapat dosa yang berlipat pula (detiklsulsel.com 14/06/2026).

Al Qur’an telah menegaskan, bahwa bulan ini harus terbebas dari maksiat, namun nyatanya tragedi-tragedi memilukan dan menyedihkan masih banyak menerpa negeri ini. Sepanjang tahun ini rakyat masih terbelit judol, prostitusi anak, kemiskinan struktural, eksploitasi seksual, bullying dan kekerasan yang kian marak.

Di tingkat internasional, Palestina masih dibantai tanpa ampun. Umat Islam di Gaza tidak memiliki tempat tinggal yang layak, kelaparan yang berkepanjangan hingga berujung kematian. Semua sektor kehidupan seakan lumpuh, namun penguasa negeri muslim hanya mengecam, tanpa solusi nyata. Bahkan seolah mengijinkan genosida ini berlangsung.

Muharram sudah separuh jalan, namun kondisi umat Islam masih jauh dari predikat khairu ummah. Akankan bulan haram ini dapat menjadi ladang perjuangan umat Islam atau hanya akan berlalu seperti bulan-bulan lainnya?

Sekularisme Kapitalisme Biang Masalah 

Semua kesulitan dan kenestapaan yang terjadi di negeri ini adalah hasil dari diterapkannya sistem Sekularisme Kapitalisme. Sistem Demokrasi adalah turunan dari Sekularisme Kapitalisme, Sistem kehidupan yang dibuat oleh manusia (dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat) dan mengesampingkan Allah sebagai pembuat aturan. Keuntungan materi kerap menjadi tujuan utama, dengan mengesampingkan halal haram. Meskipun negeri ini berpenduduk mayoritas muslim, namun nilai-nilai Islam tidak menjadi landasan untuk mengatur semua aspek kehidupan, akibatnya kerusakan terjadi di semua lini.

Sekularisme yang memisahkan agama dari kehidupan telah mencetak umat yang hanya menerapkan syariat hanya untuk urusan ibadah. Padahal sejatinya syariat Islam telah diturunkan untuk mengatur semua aspek kehidupan. Namun karena gempuran tsaqafah Barat yang merajalela membuat umat Islam seolah kehilangan jati dirinya.

Negeri-negeri Islam telah terkotak-kotak dalam nasionalisme kebangsaan yang hanya mementingkan nasib bangsanya. Penguasanya, meskipun muslim namun menerapkan hukum Sekularisme Kapitalisme hegemoni Barat. Mereka tidak lagi peduli nasib negeri-negeri tetangganya yang sedang terjajah. Hanya bantuan kemanusiaan dan kecaman yang berkepanjangan, tanpa solusi berarti.

Umat Islam seperti kehilangan taringnya di panggung Internasional. Termasuk tidak mampu membebaskan Palestina dari penjajahan Israel yang didukung Amerika. Hal ini terjadi karena tidak adanya institusi Khilafah sebagai pemersatu dan pelindung umat. Umat Islam semakin terpecah belah oleh paham nasionalisme yang tunduk pada kekuatan kafir.

Selama umat muslim belum bersatu dan masih terbelenggu dalam Sekularisme Kapitalisme, selama itu pula kesengsaraan akan dirasakan. Cengkeraman Kapitalisme yang berorientasi modal tanpa batas hanya akan memperkaya pemilik kekayaan. Ketimpangan sosial yang lebar hanya akan membuat negeri muslim yang banyak mempunyai sumber daya alam tunduk kepada negara adidaya sebagai penentu pasar global.

Penerapan Sekularisme membuat umat jauh dari syariat Islam. Nilai-nilai kehidupan seolah luntur dan jauh dari syariat. Agama Islam seolah hanya menjadi label saja, pemeluknya tidak berperawakan Islam, apalagi berperilaku Islam. Sudah saatnya kita lepas dari belenggu aturan-aturan yang salah, dan kembali menerapkan Islam kaffah di bumi ini.

Saatnya Memperjuangkan Islam Kaffah

Muharram adalah momentum refleksi bahwa semua kesengsaraan, kerusakan dan kenestapaan yang terjadi di bumi ini adalah akibat diterapkannya Sekularisme Kapitalisme. Umat dijauhkan dari hukum syara yang jelas-jelas sesuai dengan fitrah manusia. Umat dibuat menderita dengan semua aturan bikinan manusia. Alih-alih dibius, agar umat menyikapi semua kebobrokan ini sebagai takdir yang harus diterima.

Hijrah yang sesungguhnya adalah dengan memperjuangkan hijrah dari sistem kufur Sekularisme Kapitalisme menuju sistem Islam dalam naungan Daulah Khilafah. Umat harus memperbaiki semua pola pikir kafir, dan kembali ke pemikiran Islam. Pemikiran dan perbuatan yang sesuai dengan syariat buatan Sang Pencipta, bukan aturan rusak buatan manusia.

Rasulullah mengajarkan, bahwa dalam hidup harus menjalankan semua yang Allah perintahkan dan menjauhi larangannya

:عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ صَخْرٍ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهَ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ:”مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ، وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوْا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ؛ فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلَافُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ

Artinya: “Dari Abu Hurairah Abdurrahman bin Shakr radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apa saja yang aku larang kepada kalian, maka jauhilah. Dan apa saja yang aku perintahkan kepada kalian, maka kerjakanlah semampu kalian. Sesungguhnya yang telah membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah karena mereka banyak bertanya (membangkang) dan menyelisihi nabi-nabi mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sudah waktunya umat dunia menerapkan sistem Islam secara keseluruhan. Semua aturan Islam adalah kebenaran dan risalah Allah yang diwahyukan kepada Rasulullah Saw. Sebagai umat Muhammad, kita harus meneladani semua yang beliau contohkan secara keseluruhan, tidak pilih-pilih. Menjalani hidup sesuai hukum syara, meyakini bahwa tujuan manusia dilahirkan ke dunia ini adalah untuk mencari ridho Allah semata.

Dibutuhkan perjuangan panjang dan terorganisir untuk merubah pola pikir umat yang sudah terlanjur rusak oleh sistem kafir. Namun Rasulullah telah memberikan teladan sempurna, sebagaimana yang telah beliau dan para sahabat lakukan saat berdakwah. Rasulullah berdakwah dengan pola yang sangat terstruktur dan terorganisir.

Di tengah bulan muharram, umat Islam wajib secara serius berjamaah dalam dakwah untuk memperjuangkan tegaknya syariat Islam Kaffah. Umat wajib bergabung dalam jamaah dakwah Islam ideologis yang mengambil metode dakwah Rasulullah untuk menegakkan kembali Khilafah di muka bumi ini. Niscaya keadailan, keselamatan dan keberkahan akan menaungi kita semua.

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 3

Comment here