Oleh: Endah Sefria, S.E (Pengamat Ekonomi)
Wacana-edukasi.com, OPINI–Lonjakan inflasi di Sumut 2025 terutama disebabkan oleh peningkatan harga sejumlah komoditas penting. Sektor makanan, minuman, dan tembakau menjadi kontributor utama inflasi. Harga kebutuhan pokok yang melejit naik membuat masyarakat Medan harus mengikat pinggangnya. Harga cabai merah yang tidak kunjung turun hingga menembus angka Rp 85.000 per kilogram, beras Rp 13.600 per kilogram, belum lagi harga daging, minyak makan, telur dan kebutuhan lainnya menambah daftar panjang betapa sulitnya menjangkau kebutuhan pokok di Sumut. Belum lagi biaya pendidikan yang amat tinggi menambah beban inflasi yang teramat berat.
Upah minimum regional pun sudah tidak mampu memenuhi seluruh kebutuhan hidup masyarakat Medan. Sewa rumah, air, listrik, biaya kebutuhan pokok sesuai standar gizi yang mencukupi, dan kebutuhan lainnya sulit untuk bisa terpenuhi hanya dengan penghasilan ala kadarnya.
Tinggal di Sumut meski ada penghasilan tetap pun sudah terasa “sesak nafas”, apalagi bagi orang yang tidak punya penghasilan tetap atau bahkan mereka yang sedang berjuang untuk bisa mendapatkan lowongan pekerjaan. Beratnya inflasi ini bukan semata-mata karena dipicu oleh kenaikan harga cabai yang notabenenya orang Medan tidak bisa makan jika tidak pedas. Tapi dari segala lini, harga-harga barang dan jasa di Medan sudah tergolong tinggi.
Inflasi adalah permasalahan ekonomi kita yang hampir tidak pernah diselesaikan. Baik buruknya kondisi ekonomi suatu negara biasanya dilihat dari tingkat inflasinya. Gejala inflasi dilihat dari kenaikan tingkat harga barang dan jasa yang terus menerus, dan ini yang selalu kita rasakan sebagai warga Sumut. Sebenarnya bukan hanya Sumut, tapi Indonesia bahkan negara-negara yang menggunakan sistem Kapitalisme kerap kali ditimpa inflasi yang tinggi.
Inflasi yang bersifat temporer, misalnya kenaikan harga pada saat permintaan naik sedangkan barang dan jasa langka di pasaran di bulan Ramadhan, wajar karena adanya kenaikan permintaan dan penurunan penawaran yang secara alami terjadi. Dan masih bisa kita maklumi. Namun, lemahnya daya beli masyarakat kita dan harga-harga barang dan jasa di pasaran terus meroket tanpa melihat jeda memperburuk kondisi ekonomi kita. Maka mungkin sebentar lagi kita akan mendengar wacana kelaparan massal, kebodohan massal, serta berefek kepada penjarahan massal. Karena memang inflasi ini mau tidak mau harus diakui bahwa akan berefek kepada tindakan kriminal yang sulit untuk diatasi. Korupsi, aktivitas penimbunan, pajak yang tinggi, dan administrasi buruk menambah beban harga yang akan dipikul oleh masyarakat kita.
Bicara tentang inflasi berarti bicara tentang sistem ekonomi. Sistem ekonomi yang rusak akan melahirkan perekonomian yang rusak pula. Ada beberapa penyebab inflasi. Pertama, akibat berkurangnya persediaan barang. Hal ini bisa kita melakukan substitusi barang jika itu adalah kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Misal, kita bisa beralih dari cabai merah kepada cabai rawit. Atau pasokan cabai merah dari wilayah yang surplus membantu memenuhi kebutuhan di wilayah kita yang kekurangan persediaan cabai merah. Riba juga menjadi salah satu penyebab inflasi. Basis perekonomian kapitalisme adalah sistem ribawi di mana riba menjadi suatu yang lumrah dalam transaksi ekonomi. Dengan riba, uang seolah menggelembung sedangkan persediaan barang dan jasa semakin langka. Sehingga nilai mata uang menjadi turun. Belum lagi karena kita menggunakan uang kertas tanpa ditopang emas dan perak, hal ini adalah penyebab utama inflasi yang tidak akan pernah terobati dalam sistem ekonomi kapitalisme.
Agar bisa keluar dari masalah yang sistemik ini, maka kita harus menyelesaikannya secara sistematis pula. Sistem kapitalisme sudah gagal dalam menangani deretan masalah ekonomi hari ini. Tapi ada satu sistem yang berasal dari Pencipta Manusia yang tidak pernah gagal dalam membuat aturan hidup untuk kebaikan manusia itu sendiri, yakni aturan Tuhan kita Allah yakni aturan Islam. Islam punya sistem yang mampu menyelesaikan permasalahan kita tanpa menambah masalah. Masalah ekonomi adalah sebagian masalah hidup yang mampu diselesaikan oleh Islam hingga ke dasarnya. Maka jika mau keluar dari masalah hidup kita hari ini, maka wajib pula kita berpindah kepada sistem yang benar yang dapat menyelesaikan masalah hidup kita semua.
Islam menjaga stabilitas ekonomi moneter dengan menjadikan emas dan perak sebagai standar mata uang. Kemudian negara wajib menjaga supply and demand di pasar agar tetap seimbang. Jika ada bentuk penimbunan, maka negara akan memberikan sanksi yang tegas terhadap pelakunya. Negara wajib bertanggung jawab terhadap seluruh rakyatnya dalam hal memenuhi kebutuhan hidupnya. Mulai dari lapangan pekerjaan yang mudah didapat, harga-harga barang dan jasa stabil, keamanan juga dijamin sehingga sistem perekonomian berjalan dengan baik dan mudah dijangkau.
Sebagian kecil dari solusi Islam saja sudah mampu menyelesaikan masalah perekonomian kita. Terbayang jika sistem Islam secara menyeluruh diadopsi oleh negara kita, maka pastilah terselesaikan pula masalah di negeri kita ini.
Wallahu a’lam bi shawab
Views: 20


Comment here