Surat Pembaca

Turki-Israel Merapat, Jangan Cuma karena Maslahat

blank
Bagikan di media sosialmu

wacana-edukasi.com– Presiden Israel, Isaac Herzog berencana mengunjungi Turki pada Februari 2022. Agenda kunjungan itu disebut-sebut bakal memulihkan hubungan diplomatik antara Turki dan Israel yang renggang sejak 2010. Presiden Turki, Erdogan menyampaikan bahwa Turki siap bekerja sama di segala bidang, termasuk perdagangan gas alam. Jalur distribusi gas alam jadi kerja sama yang pernah ditekankan Erdogan (cnnindonenesia.com, 27/01/22).

Erdogan pernah menyatakan siap menjadikan Turki sebagai penghubung distribusi gas alam dari Israel ke negara-negara Eropa. Pernyataan itu muncul setelah AS memilih negara saingan Turki dan Israel, Yunani, dalam proyek pembangunan jalur pipa distribusi gas alam. Sebelumnya, Turki menentang keputusan AS pada era Presiden Donald Trump tersebut.

Meskipun ada maslahat yang bisa diperoleh ketika sebuah hubungan dijalin, namun ketika hal tersebut bertentangan dengan syariat Allah, maka tidak layak bagi kita sebagai hamba Allah menyelisihi ketentuan-Nya.

Seperti hubungan yang dijalin Turki dengan Israel ini. Karena Israel sudah secara nyata menjadi musuh islam, menyakiti bahkan membunuh saudara/i muslim kita di Palestina tiada henti. Padahal, Turki pun sudah beberapa kali dikhianati. Salah satunya ketika terjadi insiden kapal MV Mavi Marmara diserang militer Israel pada 31 Mei 2010. Serangan terhadap kapal bantuan Turki untuk Jalur Gaza itu menewaskan 10 orang. Sejak saat itu, hubungan Turki dan Israel rusak.

Namun apa daya, negeri-negeri kaum muslimin selalu tidak berdaya ketika negara adidaya memberikan arahan/rekomendasi, maka akhirnya seolah-olah negeri-negeri kaum muslimin tidak punya wibawa dihadapan hegemoni adidaya.

Saatnya kita mengembalikan kembali muru’ah islam dan kaum muslimin. Waktunya kita mengembalikan izzul islam wa muslimun. Hanya satu metodenya, yaitu dengan terwujudnya khilafah Islamiyah. Niscaya kita akan menjadi mercusuar dunia, siapapun yang ingin menjalin hubungan dengan negara khilafah, maka akan menjadi kehormatan bagi mereka. Bukan seperti hari ini, negeri-negeri islam mengemis kepada negara-negara musuh bahkan rela menyelisihi kebijakan yang sudah ditorehkan hanya karena arahan adidaya. Hipokrit !

Neng Erlita
Pontianak-Kalbar

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 6

Comment here