Surat Pembaca

Nasib Pendidikan di Tengah Wabah

blank
Bagikan di media sosialmu

Nasib Pendidikan di Tengah Wabah

Kondisi pandemi hari ini memaksa kita sebagai orangtua untuk memilih antara sekolah daring atau tatap muka. Di satu sisi, anak sudah merasa bosan karena sudah terlalu lama tinggal di rumah. Namun disisi lain, ada bahaya virus Covid-19 yang mengintai. Vaksin pun masih dalam proses uji klinis yang membutuhkan waktu dan belum dapat diprediksi kapan akan siap dipakai.

Sekolah tatap muka tentu penting. Karena ada yang tidak bisa didapatkan ketika belajar dari rumah, yakni penanaman nilai karakter dari guru dan penjelasan ilmu yang rinci dan gamblang. Terlebih lagi jika kedua orang tua harus pergi bekerja, maka siapa yang akan menemani anak belajar di rumah? Tak hanya itu, tak semua orang tua memiliki kemampuan yang mumpuni dalam memahami dan mengajarkan materi pembelajaran. Sehingga banyak orang tua yang merasakan kesulitan tersendiri dalam menjalankan proses belajar di rumah. Ditambah dengan ketersediaan perangkat dan kuota internet yang kurang memadai. Maka ini juga menjadi problem tambahan. Kondisi inilah yang akhirnya mendorong para orang tua untuk meminta agar sekolah segera dibuka.

Belum lagi dengan kondisi masyarakat yang sudah mulai acuh tak acuh terhadap penyebaran virus. Entah karena kurang mendapatkan edukasi tentang virus atau karena lelah setelah enam bulan bersabar menghadapi wabah Corona yang tak kunjung mereda. Pasar-pasar, tempat wisata, jalan-jalan ramai dengan masyakarat berlalu lalang dan beraktivitas, tapi kenapa tidak untuk sekolah?

Bila menyerahkan penyelesaian urusan ini pada Islam, tentu persoalan tidak akan menjadi ruwet seperti ini. Dalam pandangan Islam, tentu nyawa lebih berharga daripada apapun. Masyarakat tak dibuat pusing dan bingung dalam menghadapi pandemi, karena Negara akan serius dalam mengatasinya. Bahkan, Negara cepat tanggap dalam merespon kasus covid-19 ini sejak awal terdeksi.

Maka, dalam persoalan pelaksanaan pendidikan, Negara akan membuat kebijakan yang tepat. Kebijakan yang akan mengutamakan keselamatan rakyat bukan kebijakan yang membingungkan rakyat.

Jika sekolah harus dilaksanakan daring, negara akan memberikan kemudahan dalam pelaksanaanya. Negara akan memberikan fasilitas yang dibutuhkan untuk mendukung keberlangsungan PJJ selama pandemi karena pendidikan termasuk kebutuhan pokok rakyat yang dijamin oleh Negara.

Negara akan memastikan setiap siswa mendapatkan pembelajaran secara online, alat komunikasi (HP/Laptop) disediakan, jaringan/sinyal yang baik, dan menyediakan secara gratis akses internet. Siswa tak lagi harus mencari tempat yang tinggi atau pinggir jalan raya yang akan mengancam keselamatan mereka. Anak-anak tak perlu lagi berjualan koran atau cilok hanya demi utk membeli kuota bahkan HP. Para orangtua juga tak perlu pusing memikirkan kuota. Para ibu pun tidak akan dibuat stress atau darting ketika harus mendampingi anaknya sekolah dari rumah.

Negara akan mengembalikan posisi ibu sebagai ummu madrasatul ‘ula (ibu adalah sekolah pertama). Dengannya, mendampingi anak dalam belajar akan menjadi sesuatu yang menyenangkan dan membahagiakan bukan menjadi beban.

Ummu Fahri
Wangun, Bogor

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 0

Comment here