Surat Pembaca

Nabi Muhammad Dinistakan di Bulan Kelahiran

blank
Bagikan di media sosialmu

Wacana-edukasi.com — Di tengah euforia umat Islam memperingati maulid Nabi Muhammad saw. di Perancis justru terjadi penistaan terhadap nabi. Berawal dari ulah seorang guru sejarah dan geografi di Conflans-Sainte-Honorine, Samuel Paty (47). Pada awal Oktober, Paty mengajar tentang kebebasan berekspresi dengan menunjukkan karikatur Nabi Muhammad (Charlie Hebdo) kepada murid-muridnya. Hal ini memancing amarah muslim Perancis (www.kompas.com, 18/10/2020).

Kemudian marak kampanye on line agar Paty dipecat. Namun, belum sempat dipecat, Abdoullakh Anzorov (18) melakukan serangan, memenggal Paty saat perjalanan pulang. Abdoullakh ditembak mati oleh polisi. Sementara Kepresidenan Perancis mengaku akan memberi hari khusus untuk menghormati kematian sang guru. Macron berpidato dan bersumpah tidak akan menghentikan karikatur nabi dan menyatakan perang terhadap separatisme Islam.

Alih-alih membela Islam, Macron malah memberi apresiasi terhadap pelaku penistaan. Hal ini berbuntut kecaman umat Islam termasuk umat Kristen Arab terhadap Perancis. Berlanjut dengan seruan pemboikotan produk Perancis. Indonesia, melalui Kementrian Luar Negeri memanggil Duta Besar Perancis untuk Indonesia. Menyampaiakan kecaman Pemerintah Indonesia terhadap sikap Macron. Akankah Perancis jera dengan kecaman dan pemboikotan?

Inilah wajah asli demokrasi dengan HAM-nya. Atas nama kebebasan berpendapat, merasa benar dan legal melakukan penistaan terhadap nabi umat Islam. Sumpah Macron menunjukan kebenciannya terhadap Islam. Bahkan menuduh Abdoullakh yang berupaya membela nabi sebagai pengikut ISIS. Macron membuka kembali jalan islamofobia dan secara terang-terangan menista Islam, kemudian membalikkan fakta seolah merekalah yang jadi korban.

Peristiwa ini mengingatkan kita akan sejarah, dimana Perancis dan Inggris bersekongkol menyulut api fitnah di bumi Syam. Kemudian berhasil menghancurkan Khilafah di Turki Utsmani. Dendam mereka terhadap Islam masih terpendam. Mereka tidak cukup puas telah menghancurkan Khilafah. Mereka munculkan islamofobia, tak ingin Islam kembali jaya. Mereka sadar bahwa khilafah akan memberangus keangkuhan mereka.

Wallahu ‘alam bish showab

Ayla Ghania (Pemerhati Sosial dan Politik)

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 1

Comment here