Opini

Mental Sakit Membawa Maut

blank
Bagikan di media sosialmu

Oleh: Desi Wulan Sari  (Komunitas Revowriter)

Wacana-edukasi.com — Peristiwa menggegerkan terjadi di Kota Banten, beberapa waktu lalu.
Kekerasan anak oleh orang tua yang mengakibatkan kehilangan nyawa. Dengan alasan sang ibu kesal karena anak tidak mengerti saat diajarkan pada pembelajaran daring. Tindakan fisik di luar batas dan emosi yang tidak terkontrol membuat semua menjadi terlambat. Putri tercintanya yang baru duduk di kelas 1 SD, berusia 8 tahun, harus kehilangan nyawa di tangan ibu nya sendiri. Mirisnya lagi, bukannya penyesalan setelah mengetahui putrinya tewas akibat hukuman ibunya, ayah dan ibunya malah menguburkan puteri mereka apa adanya sendiri secara diam-diam di TPU umum, lengkap dengan pakaian yang dikenakannya saat itu (CNN Indonesia.com, 15/9/2020).

Perilaku orang tua tersebut sangat tidak manusiawi. Pantas saja jika mereka dikatakan sebagai orang “sakit” mental dan spiritualnya. Perlunya menjaga Kesehatan tidak hanya pada jasmani tetapi rohani pun juga harus terjaga. Dampak pandemi bagi banyak keluarga telah menghancurkan mental orng tua. Ayah dan ibu tidak lagi berperan sebagai pendidik, penjaga dan pemenuh kasih sayang kepada anak-anaknya, tidak lebih hanya sebagai pemelihara dan pemenuh kebutuhan makan dan minum anak-anaknya saja. Maka ketika seorang ibu tiba-tiba harus menjadi pendidik di rumah, mereka kewalahan bahkan stress menghadapi beban sebagai pengganti guru di sekolah. Potret buram inilah yang coba digambarkan oleh sebuah sistem yang telah menggerus nilai-nilai keluarga, hingga goyah bahkan ambruk karena tidak memiliki pondasi yang kuat. Itulah sistem yang penuh kemudharatan di dalamnya yaitu Kapitalis, sekuleris dan liberalis.

Menyikapi masalah seperti ini, sudah menjadi kewajiban negara dalam memutus rantai kekerasan dalam rumah tangga. Memberikan jaminan pendidikan kepada seluruh rakyat dengan fasilitas terbaik. Sukses pendidikan satu generasi menjadi kebangkitan satu bangsa bahkan peradaban. Negara menyediakan rasa aman bagi keluarga, memenuhi kebutuhan ekonomi, kesehatan dan ilmu agama sebagai penyempurna pendidik anak-anaknya. Sehingga tidak akan ada lagi masalah kekerasan pada anak hingga harus kehilangan nyawa akibat mental dan spiritrual yang sakit dalam dirinya.

Lalu adakah sistem yang mampu mewujudkan jaminan pendidikan rakyat dan memperkokoh ketahanan keluarga? Inilah sistem terbaik yang pernah ada, dan selalu dicontohkan oleh Rasulullah saw, para sahabat, khalifah dari peradaban gemilang, yaitu sistem Daulah Islam yang telah menghasilkan pendidik terbaik, generasi cemerlang, hingga menjadi peradaban emas yang mendunia.

Wallahu a’lam bishawab.

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

blank

Hits: 1

Comment here