Bahasa dan SastraPuisi

Kidung Rindu

blank
Bagikan di media sosialmu

Oleh: Ummu Aisyah

Keheningan malam makin larut
Indahnya bulan terganti gemintang
Rindu hati yang kian lantang
Namun, bayangnya enggan hilang

Aksara demi aksara yang dirajut
Agar rasa tumpah tak terhanyut
Demi melawan rindu yang mungkin menjadi belukar
Langit kelam saksi tak padam

Jalan kehidupan setapak demi setapak dilalui
Gelisah bak kemelut jiwa
Rasa rindu yang terpenjara
Semburat luka memanah lara
Raga luluh menggigit getir

Misteri hati yang terlucuti
Sukma melayang hampa netra
Onak duri merajai luka
Tak satu pun lorong bahagia
Terbenam bersama angan yang membara

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

blank

Hits: 1

Comment here