Bahasa dan SastraPuisi

Harapan nan Dirindu

blank
Bagikan di media sosialmu

Oleh: Ngasri Widianingsih

Untaian kata singgah di istana
Merebak menusuk jiwa
Pahlawan kesiangan sedang bercengkerama
Membait cinta demi sang durjana

Wahai para wakil rakyat!
Yang tersibukkan diri dengan kemewahan
Rakyatmu berkalang kesengsaraan
Hasil keserakahan itu mendulang perniagaan

Tak cukup kau obral janji
Bersama recehan yang kau bagi
Demi mendapatkan suara hati
Namun, rakyat telah dikhianati

Tabir mimpi perlahan telah tersingkap
Menampakkan yang tak sigap
Kemana rakyat harus mengharap
Terjerumus jurang yang sedang mengangap

Sampai kapan semua ini akan berakhir?
Bumi pertiwi yang elok kucar kacir
Penghuninya tak sempat lagi berpikir
Walau kemelaratan, kesengsaraan telah terukir

Kini ….
Semua telah terjadi
Kepongahan merajai
Tinggal menunggu saatnya dinanti

Duh … hilangnya sang jawara
Pembela kebenaran dirindukannya
Hanya dakwah jalan satu-satunya
Sebagai solusi umat sedunia

Wahai zat yang Mahaperkasa ….
Engkau susupkan sukma dalam raga
Bersama wahyu sebagai penuntunnya
Mengharap jalan keridaan-Nya

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 1

Comment here