Surat Pembaca

Dilema Sekolah Tatap Muka

blank
Bagikan di media sosialmu

Wacana-edukasi.com — Dinas Pendidikan Kota Surabaya di Provinsi Jawa Timur mempersiapkan penyelenggaraan pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan di sekolah meski belum ada keputusan mengenai kapan kegiatan belajar mengajar bisa kembali dilakukan di sekolah (suarasurabaya.net/27/9/2020).

Ketidakefektivitas Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), membuat Soepomo (Kepala Dinas Pendidikan Surabaya) memberi keputusan untuk tetap melaksanakan pembelajaran sekolah secara tatap muka. Meskipun situasi masih dalam kategori pandemi yang angkanya semakin hari kian meninggi. Hal ini tentunya bukanlah kebijakan yang solutif. Walaupun nantinya juga akan melibatkan ahli kesehatan dan epidemiologi.

Melalui kebijakan ini, penguasa seolah bersikukuh memaksakan keadaan untuk tetap beraktivitas seperti biasa. Kebijakan ini justru hanya akan menambah kekhawatiran pada keselamatan nyawa. Karena penerapan protokol kesehatan secara ketat, seharusnya tidak hanya di lingkungan sekolah saja. Namun kehidupan diluar sekolah, kenyataannya juga tidak terjamin keamanannya. Selama tidak dilakukan tes swab secara serentak dan menyeluruh, serta tidak dilakukan penerapan karantina wilayah atau lockdown, maka virus Covid-19 ini akan tetap terus menyebar.

Bagi para penguasa, harusnya terlebih dahulu fokus menuntaskan penyebaran virus berbahaya ini daripada harus memaksakan diri untuk tetap melakukan pembelajaran secara tatap muka, begitu halnya dengan bekerja. Meski pembelajaran secara daring saat ini tidak efektif, namun yang dihadapi adalah ancaman keselamatan nyawa manusia. Tuntutan demi tuntutan untuk memenuhi kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) di era normal baru, tidaklah mudah. Segala urusan mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, perekomonian, dan lain-lain, menjadi semakin rumit dan membebani masyarakat.

Ketika pemerintah ingin menyelenggarakan sekolah tatap muka saat pandemi, sudah selayaknya pelayanan yang diberikan haruslah yang terbaik serta sarana prasarana yang optimal. Sehingga meskipun sementara dilakukan secara daring, pembelajaran tetap berjalan dengan senang hati, bukan menambah beban. Selain itu, kualitas kurikulum hingga tenaga pendidik pun mendapat dukungan sepenuhnya oleh negara termasuk anggaran. Apabila masih ditemui ada sekolah yang mengeluh akan hal ini, berarti penguasa telah abai dalam menjamin keamanan rakyatnya dengan memilih sekolah tatap muka.

“Siapa yang diserahi oleh Allah untuk mengatur urusan kaum muslim, lalu dia tidak memedulikan kebutuhan dan kepentingan mereka, maka Allah tidak akan memedulikan kebutuhan dan kepentingannya (pada Hari Kiamat).” (HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi).

Wallohualam Bishowab

Elvana Oktavia, S.Pd.

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 2

Comment here