Syiar IslamTsaqofah Islam

Ber-Islam yang Singkat

blank
Bagikan di media sosialmu

Oleh: Novianti

Wacana-edukasi.com — Kehidupan setiap orang tidaklah sama. Ada yang terlahir dalam lingkungan yang baik lalu tumbuh menjadi pribadi muslim yang lurus. Sebaliknya, ada yang terlahir di tengah keluarga yang jauh dari Islam.

Namun, setiap orang sesungguhnya memiliki fitrah iman. Manusia sudah dibekali potensi untuk bisa menemukan Allah sebagai Tuhan. Melalui penciptaan alam semesta dan kemampuan akal, seseorang akan sampai pada kesimpulan Zat Maha Pencipta, Allah subhana wata’ala.

Sebaliknya, bagi seorang muslim harus berikhtiar menjaga imannya hingga akhir hayat. Berharap husnul khatimah. Tanpa iman, kehidupan akhirat menjadi suatu perjalanan abadi yang sangat menyengsarakan.

Namun, kita tetap tidak berhenti berharap bahwa setiap orang berhak mendapatkan dakwah. Kebenaran Islam harus disampaikan pada siapapun.

Ada sebuah peristiwa dalam peperangan dahsyat antara kaum muslimi dengan pasukan Romawi. Seseorang yang berpindah posisi di saat suasana genting.

Perang Yarmuk adalah salah satu perang penting yang tercatat dalam sejarah. Sebuah kisah menarik terjadi sebelum perang yaitu saat seorang panglima perang Romawi bernama Jarajah secara sembunyi sembunyi menemui Khalid bin Walid.

Terjadilah dialog antara mereka berdua. Jarajah bertanya, “Apakah Nabimu pernah mendapatkan pedang dari Allah yang kemudian pedang itu diserahkan kepadamu sehingga engkau selalu menang dalam setiap pertempuran dan dijuluki pedang Allah?”

Khalid menjawab, “Tidak, dulu kami mendustakan Nabi, tapi Allah memberi petunjuk sehingga kemudian kami membenarkannya. Lalu Nabi berkata kepadaku ‘Engkau adalah pedang yang terhunus kepada kaum musyrikin.’ Lalu beliau mendoakan agar aku diberi kemenangan, dan sejak itulah aku disebut pedang Allah.”

Jarajah bertanya lagi, “Apakah yang masuk islam hari ini akan sama dengan kalian kedudukannya yang telah mendahului?”

Khalid menjawab “Orang mulia di antara kami yang masuk pertama dan terakhir sama kedudukannya bahkan yang terakhir bisa lebih baik. Kami menerima Islam disaat beliau hadir di antara kami. Selalu datang berita dari langit kepadanya dan beliau memberitakannya kepada kami. Kami mendengar hujah dan melihat mukjizatnya. Namun, kalian tidak mendengar apa yang kami dengar, tidak melihat mukjizat yang kami lihat. Maka barang siapa yang masuk dalam agama kami dengan niat yang benar dan jujur maka akan lebih utama dari kami.”

Jarajah terbuka hatinya dan masuk Islam. Khalid menyediakan bejana berisi air untuknya mandi kemudian sholat berjamaah 2 rakaat bersama Khalid bin Walid.

Jarajah memutuskan ikut berperang bersama Khalid bin Walid memerangi pasukan Romawi. Ia gugur dalam pertempuran sebagai syuhada.

Syahadat telah merubah hidup Jarajah, ia membalikkan nasibnya di ujung kehidupan dengan memilih Islam. Gugur dalam pertempuran membela agama Allah. Padahal tidaklah ia menegakkan shalat kecuali 2 rakaat yang dilakukan bersama Khalid bin Walid.

Hidup berislam yang sangat singkat, namun menentukan pilihan yang cerdas saat sudah berislam.

Bagi kita, ada pelajaran yang harus direnungkan. Setelah sekian tahun menjadi muslim, apa yang telah dilakukan untuk Islam? Jika ingin tahu kedudukan kita di sisi Allah, perhatikan bagaimana mendudukkan perkara agama ini dalam hidup kita sekarang.

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 9

Comment here