Surat Pembaca

Benarkah PNS Diganti Robot Negara Menjadi Maju?

blank
Bagikan di media sosialmu

Oleh Nurjaya, S.Pd.I.

wacana-edukasi.com– Dalam rangka percepatan reformasi birokrasi di era kemajuan teknologi yang sedang berlangsung saat ini, Pegawai Negeri Sipil (PNS) akan digantikan dengan robot kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Hal tersebut disampaikan oleh l Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum Dan Kerja Sama Badan Kepegawaian Negara (BKN). Proses penggantian PNS dengan robot tersebut dilakukan secara bertahap.

Hal ini benar adanya, bukan isapan jempol belaka. Hal itu dapat dilihat dari buku statistik ASN per Juni 2021, jumlah pegawai abdi negara memang mengalami penurunan sejak tahun 2016. Adapun secara rincinya yaitu pada tahun 2015 jumlah PNS tercatat sebanyak 4.593.604 orang. Kemudian turun menjadi 4.374.341 orang di 2016 dan turun lagi menjadi 4.289.396 orang di 2017 dan di tahun 2018 jumlah PNS kembali turun menjadi 4.185.503 orang dan naik tipis menjadi 4.189.121 orang di 2019. Meski demikian, di 2020 jumlah PNS aktif kembali turun jadi 4.168.118 orang. Dan kemudian pada tahun 2021 per Juni jumlahnya menjadi 4.081.824 orang (detikcom 28/11/2021).

Jika banyak PNS yang digantikan oleh robot, meski tidak semua PNS diganti akan tetapi sudah pasti angka pengangguran akan bertambah. Per Agustus 2021 saja Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia sebanyak 9,1 juta orang (Indozone id 28/11/2021).

Bermula dari penggunaan robot tersebut menyebabkan angka pengangguran akan semakin bertambah, angka kemiskinan meningkat, tindakan kriminal akan meningkat dengan dalih untuk bisa bertahan hidup, angka perceraian akan meningkat, anak putus sekolah, hingga anak menderita kekurangan gizi dan masih banyak dampak buruk lainnya yang akan terjadi.

Saat ini makin banyak persoalan baru muncul karena pemerintah mengambil kebijakan dengan bersandar pada tren global dan ingin dinilai modern dan mampu bersaing dengan negara lain. CVHal ini dikarenakan negara kita ini berkiblat pada barat, yang dimana standar kemajuannya adalah materi. Saat ini dengan menggunakan robot, selain di cap sebagai negara modern juga dinilai mampu mengurangi pengeluaran anggaran negara.
Kemajuan bangsa semestinya tidak hanya diukur dengan sekedar pencapaian fisik dan kemajuan teknologi yang digunakan. Semestinya menggunakan ukuran dasar sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Islam yaitu berupa tercapainya tujuan bernegara, yaitu menyejahterakan setiap individu, terciptanya ketenangan, stabilitas dan meninggikan peradaban Islam.

Pandangan Islam Tentang Teknologi
Pada dasarnya Islam tidak melarang untuk menggunakan atau mengembangkan kecanggihan teknologi, bahkan umat Islam diharuskan untuk mengembangkan teknologi. Karena dengan adanya teknologi itu akan membantu memudahkan manusia untuk beribadah kepada Allah, membantu terwujudnya ketinggian peradaban Islam. Hal ini telah dibuktikan oleh sejarah. Pada abad ke 13 Masehi lalu, dunia Islam telah menggenggam teknologi robot. Islam, teknologi dikembangkan untuk kemudahan pemenuhan kebutuhan pokok masyarkat, bahkan hingga untuk pemenuhan kebutuhan jihad.
Dalam Islam kesejahteraan setiap individu diukur dari terpenuhinya kebutuhan pokok setiap individu, kebutuhan sandang, pangan, dan papannya terpenuhi. Sehingga kesejahteraan ini erat p polo oh p PKI PKLkaitannya dengan sistem perekonomian yang dijalankan suatu negara. Sistem perekonomian Islam menjamin distribusi barang yang merupakan kebutuhan pokok itu benar-benar sampai kepada masyarakat sehingga tidak terjadi kelangkaan yang menyebabkan barang tersebut menjadi mahal dan sulit untuk didapatkan masyarakat.
Kemudian terciptanya ketenangan, stabilitas dalam kehidupan sehari-hari hanya bisa diwujudkan dengan penerapan sistem Islam secara menyeluruh. Dengan penerapan sistem pergaulan Islam, sistem pendidikan Islam, sistem pemerintahan Islam maka ketenangan dan stabilitas suatu negara akan terwujud. Karena keseharian masyarakat dipenuhi dengan kesadaran bahwa mereka adalah makhluk Sang Pencipta dan harus senantiasa berada di rel syariat-Nya.

Maka bisa dipastikan jika dengan mengganti PNS dengan robot tidaklah lantas menjadikan negara menjadi maju, melainkan harus dengan penerapan sistem Islam secara menyeluruh dalam aspek kehidupan manusia sehari-hari. Wallahu’alam.

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

blank

Hits: 5

Comment here