Wacana-edukasi.com, SURATPEMBACA–1 Muharram 1448 H tiba, Pergantian tahun Hijriah bukan sekadar perubahan angka dalam kalender Islam, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat kualitas diri, kehidupan sosial, dan peradaban umat. Berbagai masalah dalam negeri terus membelit rakyat sepanjang tahun dengan kemiskinan struktural, judol, prostitusi anak, bullying, esploitasi seksual dan kekerasan yang kian merajalela. Kondisi umat Islam saat ini masih sangat jauh dari prediksi khairu ummah. Umat terbaik yang dilahirkan dari rahim kaum muslim sedari Rasullah SAW.
Dahulu saat Islam dijadikan landasan bernegara, umat selalu menomorsatukan dalam semua aspek kehidupan karena tugas penguasa adalah memelihara urusan umat.
Seiring berjalanya waktu eksistensi masyarakat muslim di berbagai negara terus bertambah. Akan tetapi, eksistensi negara mayoritas muslim dinilai masih perlu ditingkatkan agar mampu berkembang seperti kejayaan pada zaman Rasulluh saw. Lemah identitas umat Islam tidak mampunyai membela Palestina dikarenakan tidak adanya institusi Khilafah yang menyatukan dan melindungi umat. Umat Islam terpecah oleh nasionalisme dan tunduk pada kekuatan kafir.
Dengan berubahnya standar dan landasan negara maka berubah pula orientasi negara dalam mengurusi urusan umat. Saat negara mengambil sistem kehidupan ala Barat. Kapitalisme yang memisahkan antara agama dengan kehidupan manusia, maka standar yang digunakan tidak lagi halal dan haram tapi berganti menjadi kemanfaatan.
Hijrah hakiki adalah berjuang untuk hijrah dari sistem kufur Sekularisme-Kapitalisme menuju sistem Islam dalam naungan Khilafah. Rasulullah mengajarkan bahwa perubahan hakiki membutuhkan perjuangan Panjang dan terorganisir. Karena hijrah bukan hanya relevan untuk saat ini, tetapi juga urgen (mendesak). Apalagi pelajaran terbesar dari hijrah adalah bahwa umat tidak akan bangkit hanya dengan nostalgia sejarah. Umat hanya akan bangkit dengan cara membangun kembali kehidupan Islam. Umat harus kembali Bersatu dalam ikatan akidah, bukan di pisahkan oleh nasionalisme sempet sebagaimana saat ini. Umat harus kembali menerapkan Syariah Islam secara menyeluruh. Umatpun harus kembali berada dibawah kepemimpinan global (Khilafah Islam). Khilafah inilah sebagaimana duku selama berabad-abad yang bakal mampu melindungi islam serta kaum muslim sedunia dan menjaga kehormatan mereka. Khilafah pula yang bakal sanggup mengelola kekayaan alam untuk kesejateraan rakyat. Khilafah pula bakal benar-benar berdaya menyebarkan dakwah Islam ke seluruh dunia.
Inilah cita-cita besar yang dahulu pernah diwujudkan Rasulullah saw. Inipula cita-cita yang harus diperjuangkan kembali oleh umat hari ini. Karena itu umat manusia saat ini membutuhkan ideologi yang sahih. Ideologi yang mampu memadukan rohani dan materi, urusan duniawi dan ukhrawi, keadilan an kemajuan, kebebasan dan tanggung jawab. Itulah Islam. Islamlah satu-satuny harapan itu. Islam politik memang musuh sekularisme karena, islam politik mewajibkan penerapan Islam Kaffah pada seluruh dimensi kehidupan manusia, tidak hanya berhenti panah ranah personal dan ritual semata. Tentu realitas itu membawa ancaman nbagi Barat yang mengharamkan peran agama dalam mengatur kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Umat Islam wajib turut berjuang Bersama jammah islam ideologis.
Jennita Dewi, S.Pd.
Bantul, Yogyakarta
Views: 1


Comment here