Wacana-edukasi.com, SURAT PEMBACA–Palestina berdarah dan darahnyaa kini masih mengalir deras di tanah suci Al-Quds. Rumah sakit, sekolah, rumah warga dan seluruh bangunan hancur berkeping-keping tak bersisa. Penderitaan akan krisis kelaparan, korban luka, tidak ada tempat tinggal, krisis air-listrik, dan setiap hari masih harus menderita dengan kemungkinan adanya serangan udara ke tenda pengungsi juga penyerangan brutal dari Zionis Israel.
Sejak Israel melakukan genjatan senjata, Israel telah melakukan pelanggaran hampir 500 kali. Pemerintah Gaza menyatakan bahwa Israel telah melakukan banyak serangan mematikan, yang banyak menimbulkan korban secara berulang-ulang kali. Alasan Israel, karena mereka menargetkan anggota Hamas yang sedang melakukan pelatihan disana (www.tempo.co, 23/11/2025).
Sifat khianat dan pendusta Zionis Israel sebenarnya sudah sangat nyata. Mereka yang membuat perjajian, mereka juga yang melanggar. Mereka juga enggan dinyatakan sebagai penjajah, akan tetapi mereka sendiri yang komitmen hingga saat ini menjadi para pembunuh keji warga gaza. Seolah mereka tidak mengenal kata damai dan perjanjian.
Benjamin Netanyahu berkata dalam pidatonya, bahwa ia sangat bangga dengan tentara Israel yang notabene telah melakukan genosida terhadap warga Palestina. Ia juga mengakui bahwa upaya penghancuran Gaza agar mengusir paksa warga Palestina. Semakin banyak pasukan Israel menghancurkan rumah-rumah, harapannya warga Gaza akan pergi meninggalkan Gaza (www.merdeka.com, 13/05/2025).
Palestina tidak bisa berharap kemerdekaan hakiki pada kebijakan damai, gencatan senjata ataupun solusi dua negara. Sebab sejatinya sesungguhnya yang diinginkan Zionis Israel laknatullah adalah mengusir seluruh warga Palestina, dan menjadikan tanah Palestina di klaim untuk berdirinya negara Israel. Karenanya wahai saudaraku umat Islam, janganlah kalian tertipu dan janganlah kalian mengkhianati perjuangan muslim Palestina, dengan mendukung solusi-solusi yang ditawarkan Israel juga sekutunya. Berdirilah untuk berjuang membebaskan Palestina, seperti apa yang dilakukan oleh Umar bin Khattab r.a dan Shalahuddin Al Ayyubi. Yaitu dengan gagah berani berdiri untuk berjihad dan menurunkan tentara-tentara terbaiknya untuk mengusir Zionis Laknatullah. Allah SWT berfirman:
“Berperanglah kalian dengan sendiri-sendiri atau berkelompok-kelompok, dan berjuanglah di jalan Allah dengan harta dan jiwa kalian. Yang demikian itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui.” (TQS. At-Taubah : 41)
Sesungguhnyaa kemerdekaan hakiki Palestina akan terus menjadi ilusi, jika berharap pada solusi selain Islam. Karena hanya dengan solusi Islam yaitu menegakkan kembali Khilafah dan menurunkan tentara muslim dengan jihadlah, satu-satunyaa solusi hakiki untuk mewujudkan kemerdakaan bagi Palestina. Keseriusan dan fokus untuk menyadarkan ummat akan solusi hakiki ini, menjadi point dakwah yang utama. Agar kelak kita tidak dipandang oleh Allah di yaumil hisab, sebagai orang-orang yang berdiri di barisan para pengkhianat. Tsumma naudzu billah.
Ummu Kahfi
Bandung-Jawa Barat
(Penulis dan Pegiat Literasi)
Views: 22


Comment here