Opini

Mirisnya Kesehatan pada Rakyat Kecil

Bagikan di media sosialmu

Oleh: Sindi Laras Wari, S.K.M. (Aktivis Muslimah)

Wacana-edukasi.com, OPINI–Kesehatan merupakan kebutuhan mendasar yang kita butuhkan dan harus terpenuhi dengan baik. Namun sungguh disayangkan dengan kemajuan teknologi, informasi dan transportasi saat ini masih terdapat orang yang tidak terjamah oleh sistem kesehatan saat ini. Sehingga merenggut nyawa seorang anak kecil, namun beginilah potret hidup dalam sistem kapitalis hari ini.

Raya menghembuskan napas terakhirnya pada 22 Juli 2025. Irfan dari bagian Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamsudin, Kota Sukabumi menjelaskan, kematian Raya bukanlah infeksi cacing semata, melainkan sepsis atau infeksi berat yang dipicu oleh malnutrisi, stunting, dan meningitis tuberkulosis (ums.ac.id, 3/9/2025).

Dikutip dari kompas.com pada 22 Agustus 2025, Netty Prasetiyani anggota komisi IX DPR menyatakan bahwa peristiwa ini menjadi alarm untuk kita semua, sistem perlindungan dan kesehatan belum menjangkau rakyat kecil secara menyeluruh. Kita tidak boleh hingga tragedi serupa terjadi kembali untuk melakukan perbaikan.

Berita yang sempat menghebohkan dan menjadi buah bibir baik di tengah masyarakat umum hingga kalangan pemerintah, yaitu seorang anak yang bernama Raya sakit diakibatkan cacing yang bersarang dalam tubuh nya. Tak hanya sekedar bersarang, cacing dalam tubuh Raya menyerang organ dalam vitalnya hingga membuatnya lemah tak berdaya. Ditambah lagi dengan keadaan yang malnutrisi sehingga respon kekebalan tubuh melemah, sehingga infeksi dengan mudah berkembang tanpa terkendali. Hingga akhirnya Raya meninggal dunia setelah dilakukan perawatan selama sembilan hari di salah satu Rumah Sakit di Suka Bumi.

Kondisi rumah yang jauh dari kata layak huni diperparah dengan kondisi orang tua yang mengalami gangguan jiwa menjadi penyebab anak usia 4 tahun itu mengalami kondisi kesehatan yang tidak biasa. Sebab rumah yang berbentuk panggung dan bawahnya menjadi kandang ayam disebut menjadi sumber infeksi cacing yang akhirnya menyebar ke seluruh tubuh Raya. Tanpa adanya perhatian khusus dari orang terdekat Raya hingga negara, mengakibatkan hilangnya nyawa seorang anak.

Kondisi ini menjadi bukti nyata potret buram sekuler kapitalis yang digunakan dalam sistem saat ini. Lagi dan lagi sistem kesehatan tidak berpihak kepada rakyat kecil, sehingga pelayanan kesehatan hari ini belum mampu memberikan jaminan kesehatan yang sebenar-benarnya pada seluruh penduduk negeri. Rakyat miskin dilarang sakit memang menjadi fakta menarik yang selalu diperbincangkan hingga kini.

Seharusnya kesehatan pada anak menjadi prioritas utama, karena dari masa anak-anaklah masa depannya dapat ditentukan. Tidak akan menjadi Indonesia emas apabila sedari kecil sering mengalami gangguan kesehatan, tentu akan mempengaruhi tumbuh kembangnya. Anak-anak yang sering mengalami infeksi akan menghambat tumbuh kembangnya, bahkan mempengaruhi cara dia berpikir. Kemungkinan untuk menjadi anak yang cerdas semakin kecil, kalau sering mengalami gangguan kesehatan.

Mekanisme pelayanan kesehatan yang ada saat ini terlihat hanya sebatas formalitas saja, prosedur yang rumit membuat layanan kesehatan tidak mampu diakses oleh semua orang. Abainya negara dalam memberikan perlindungan bagi rakyat miskin dan lemah semakin tampak nyata. Rakyat banyak yang dibiarkan hidup dalam kondisi lemah, sulit dengan lingkungan yang tidak sehat.

Namun inilah konsekuensi hidup dalam sistem kapitalis yang melihat seluruh sektor dapat dieksploitasi demi keuntungan termasuk kesehatan. Hanya para kapital atau orang-orang yang memiliki modal yang mampu merasakan fasilitas kesehatan yang mumpuni. Mereka mampu untuk mendapatkan fasilitas yang baik karena mereka memiliki modal, dan pelayanan kesehatan juga akan memprioritaskan mereka yang punya modal. Sedangkan rakyat miskin hanya gigit jari, bingung di pojokan untuk mendapatkan fasilitas yang mendukung.

Sistem Kesehatan Dalam Islam

Di dalam Islam kesehatan merupakan tanggung jawab negara, hanya Islamlah yang menempatkan kesehatan sebagai salah satu kebutuhan pokok yang wajib dipenuhi oleh negara bagi seluruh rakyat tanpa terkecuali. Negara wajib memberikan fasilitas yang memadai terkait kesehatan warga yang hidup dalam naungan negara Islam. Karena dalam syari’at Islam negara merupakan pengurus sekaligus pelindung umatnya, sebagaimana Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, “Imam adalah pengurus rakyat dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyatnya.” HR Bukhari dan Muslim.

Maka dari itu dalam Islam, negara tidak akan melepaskan sistem kesehatan kepada pihak swasta atau pasar yang hanya berorientasi pada profit semata. Negara Islam yakni Khilafah akan melaksanakan pelayanan kesehatan secara merata, berkualitas, mudah diakses bahkan gratis. Bentuk pelayanan kesehatan yang diberikan oleh negara tidak hanya terbatas pada rumah sakit besar yang berada di kota, tetapi juga rumah sakit kecil yang berada di daerah, puskesmas, klinik spesialis bahkan layanan kesehatan keliling yang dapat menjangkau pelosok daerah.

Dengan adanya pelayanan yang diberikan oleh sistem kesehatan dalam Islam seluruh rakyat dapat merasakan pelayanan yang sama, baik di kota maupun di pelosok desa. Semua ini disokong oleh keuangan negara yang bersumber dari pengelolaan kepemilikan umum dan pemasukan syar’i yang sangat besar seperti hasil tambang, hutan, laut, kharaj, fa’i, jizyah dan lainnya. Sehingga negara tidak perlu mengandalkan pajak rakyat atau investasi swasta.

Wallahu a’am bish-shwab

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 5

Comment here