Bahasa dan SastraPuisi

Umu Aku Rindu

blank
Bagikan di media sosialmu

Oleh Aina Wahuda Nirwana Putri

Umi …

Sembilan bulan, engkau mengandungku. Tepat pada tanggal 19 Maret 2004, aku lahir ke dunia ini. Terimakasih ya Allah, telah menitipkanku pada malaikat-Mu yang kusebut Umi….

Terimakasih Umi …

Dalam sembilan bulan ini, engkau mengandungku dalam kodisi suka dan duka.
Tanpa Umi, aku tak akan menghirup udara kehidupan ini. Berteman dengan alam mengarungi napas dunia bersamamu.
Terima kasih karena selalu menyayangiku Umi….

Aku ingin mendengar suaramu dalam dekapanmu, untuk mengobati rinduku padamu.

Umi …
Umi hebatku selama hidupku. Umi, pelukan dan belaian tanganmu masih kurindukan.

Umi … ku merindukanmu. Umi syurgaku ada di telapak kakimu.

Umi … terima kasih atas ketulusanmu. Atas kesabaranmu, meski kita tidak lama bersama-sama. Aku merasakan kehangatan kasih sayangmu….

Ya Allah, jika engkau bisa mengembalikan Umi sebentar saja, aku ingin bilang … aku rindu….

Aku akan memelukmu. Aku akan berbisik, aku capek dan lelah….

Rindu yang menyelimutiku …

Aku mencintaimu umi….

Dzonantu qolbi qowiyyun ma yahuzzuu ghiyabaki, thola’a mitslu warokun yarjuffu min biaadika.”

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

blank

Hits: 11

Comment here