Bahasa dan SastraPuisi

Sebait Cinta untukmu Ibu

blank
Bagikan di media sosialmu

Oleh: Nuni Toid (Member Akademi Menulis Kreatif)

Dirimu masih kuat terpatri indah di sanubari
Dirimu masih setia menemaniku di sepanjang waktu
Dirimu tak pernah bosan tersenyum manis untukku
Dirimu segalanya bagiku

Walau kau kini jauh di sana
Terpisah ruang dan waktu yang berbeda
Hanya gambar yang bisa kusapa
Serta serpihan sketsa cinta yang mendalam di kalbu
Sekalipun begitu, ada doa yang tak pernah putus mengalir dari lisan, hati, dan jiwa ini.

Tidurlah yang tenang
Di pembaringan yang abadi
Rasakan kedamaian di tempat tinggalmu
Jauh dari kebisingan panasnya alam dunia
Hiruk-pikuk kapitalisme-sekuler membahana memekik tragis menjerat korban manusia

Dunia menangis, merintih, merindukan kapankah hadir kebenaran itu?
Kapankah musnah kebatilan ini?

Dunia makin panas membakar jiwa-jiwa pongah
Namun, mereka lupa
Kebenaran pasti kembali
Menerbangkan debu-debu kezaliman

Dunia pun akan tersenyum indah, merekah, memuji pada-Nya
Telah datang janji itu
Umat muslim bersatu
Menyingsingkan lengan baju
Berjuang maju kalahkan musuh
Hancurkan kezaliman
Bangkit, tumpas di setiap penghalang
Raih kemenangan itu
Dengan pekikan suara takbir

Kemenangan pun kembali dalam pelukan
Hangatkan dada mengalir keimanan
Kukuh, tegakkan Islam memimpin umat
Alam pun merona merah penuh keberkahan dari Sang Pemberi Kemenangan

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

blank

Hits: 5

Comment here