Wacana-edukasi.com, SURAT PEMBACA–Dosen Universitas Sumatera Utara (USU) bernama Orang Kaya Hasnanda (58) tewas di bunuh anak kandungnya, H (18) di Jalan Aluminium No 3, Kelurahan Tanjung Mulia kecamatan Medan Deli 30 November 2025 lalu.
Pembunuhan ini dilakukan oleh pelaku karena pelaku kesal saat korban menganiaya istrinya atau ibu pelaku. Pelaku juga mengaku kerap dianiaya oleh korban. Pelaku menghabisi korban dengan cara menusuk korban berkali-berkali hingga korban tewas. Akibat dari perbuatannya pelaku saat ini telah di jerat pasal 44 ayat (3) Undang-undang Nomor 23 tahun 2004 juncto pasal 338 KUHP. Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Beberapa tahun belakangan ini sudah sering kita jumpai anak bunuh ayah, ayah bunuh anak, suami bunuh istri begitupun sebaliknya istri bunuh suami. Faktanya yang terjadi selama ini karena masyarakat sebegitu gampangnya tersulut emosi sehingga terjadilah hal-hal yang tidak di inginkan seperti pembunuhan yang menghilangkan nyawa.
Tragedi yang terjadi saat ini, yaitu saat seorang anak mampu menghabisi nyawa ayah kandungnya sendiri terasa sangat memilukan. Ini menunjukkan potret hancurnya sebuah keluarga yang terperangkap dalam lingkaran kekerasan. Seorang anak seolah-olah menyimpan begitu banyak luka, penderitaan dan dendam yang terpendam akibat sering melihat dan mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Sehingga anak dengan begitu mudah mengangkat senjata dan membunuh ayah kandungnya.
Di dalam masyarakat saat ini, seorang suami tidak paham terhadap tanggung jawab terhadap istrinya, begitupun istri yang tidak paham tugas di dalam rumahnya. Semua tersibukkan memikirkan dirinya sendiri tanpa tau lagi rambu-rambu dalam berumah tangga. Orang tua pun abai terhadap pengasuhan anak-anaknya sehingga anak pun menjadi tidak paham akan perannya sebagai seorang anak yang harus patuh dan berbakti kepada orang tuanya. Pengasuhan anak merupakan suatu kewajiban, karena dengan menelantarkan anak, dia akan binasa.
Orang tua seharusnya dapat mengarahkan anak-anaknya menjadi anak yang shalih yang memiliki kepribadian islam. Anak-anak yang tunduk dan bertakwa kepada Allah dan menjadi penyenang hati dan pembawa kebahagiaan dimasa hidupnya. Orang tua harus tampil menjadi teladan yang baik, menjadi guru yang utama dan pertama untuk anak-anaknya serta orang tua harus memberikan kasih sayang yang cukup dan tulus kepada anaknya.
Tetapi pada faktanya, saat ini anak-anak lebih sering di suguhkan oleh kekerasan dan amarah dalam rumah tangga. Anak-anak tidak lagi merasakan kenyamanan, kehangatan dan kasih sayang dari orang tuanya. Hal ini yang menjadikan anak-anak mengalami gangguan emosi dan psikologis seperti stres, depresi dan kecemasan. Anak-anak juga mengalami masalah perilaku seperti lebih agresif atau bahkan menarik diri dari lingkungannya.
Semua peristiwa yang terjadi saat ini tidak lepas dari akibat di terapkannya sistem kapitalis sekularisme yang memisahkan agama dari kehidupan. Agama tidak lagi mempunyai andil dalam melakukan dan mengatur aktivitas manusia sehari-hari. Agama tidak lagi menjadi benteng pertahanan bagi manusia sehingga manusia begitu gampang marah dan emosi bahkan kepada keluarganya sendiri.
Untuk itu saat ini kita membutuhkan sistem yang dapat menyelesaikan segala problematika yang terjadi di kehidupan. Sistem itu tidak lain adalah sistem islam. Karena di dalam islam seorang suami mempunyai tanggung jawab terhadap istrinya begitu juga seorang istri mempunyai tanggung jawab sebagai seorang istri. Kehidupan suami istri layaknya seperti persahabatan yang dapat memberikan kedamaian dan ketenteraman satu sama lain. Syariah islam telah menjelaskan apa yang menjadi hak istri atas suaminya dan hak suami atas istrinya.
Dengan menjalankan rumah tangga yang damai dan tentram akan membawa pengaruh yang baik untuk anak-anaknya. Anak-anak akan tumbuh menjadi anak yang bahagia. Anak-anak juga akan paham terhadap peran mereka yaitu berbakti kepada orang tua. Seorang suami dan ayah memiliki kewajiban untuk mendidik istri dan anaknya. Pendidikan yang terpenting yang harus di berikan seorang suami dan ayah adalah memberikan pendidikan agama agar keluarganya patuh tunduk dan bertaqwa kepada Allah agar terhindar dari api neraka.
Juli Agustina
Views: 7


Comment here