Opini

Pemuda Berkepribadian Rapuh, Sistem Islam Solusinya

blank
Bagikan di media sosialmu

Oleh Suhrani Lahe

wacana-edukasi.com– Di era globalisasi saat ini, generasi cemerlang adalah pundak dari kemakmuran negara. Oleh karena itu, patahnya akhlak dari seorang pemuda, tak lain mengurangi tingkat dari kokohnya tiang negara, karena negara butuh akan generasi yang bisa membawa negeri menjadi lebih baik.

Namun, seperti yang terlihat akhir-akhir ini, para generasi pemegang tongkat kejayaan sebuah negara, malah terlihat semakin lemah dalam menjadi generasi cemerlang.

Seperti berita yang telah beredar beberapa waktu lalu, dua orang pemuda yang diketahui sebagai warga Medan, Sumatera Utara mengejar penjaga masjid dengan membawa parang karena diduga kesal password Wi-Fi diubah (news.detik.com, 26/12/2021).

Hal tersebut hanyalah sebagian kecil dari maraknya kasus rusaknya moral para pemuda bangsa. Mereka yang diharapkan bisa menjadi penerus dalam membangun negara, namun moral yang ditunjukkan malah membuat negara semakin lemah dan sulit untuk mencetus generasi cemerlang. Hal ini tak lain karena pendidikan yang mereka dapatkan berbasis kapitalisme. Seperti yang kita ketahui, kaum kapitalis ini berorientasi pada materi, yang akhirnya hanya mementingkan diri sendiri atau kelompok masing-masing demi keuntungan yang dicari, tanpa melihat aspek-aspek yang merugikan pada rakyat, dan melupakan tujuan utamanya yaitu melahirkan benih-benih pemuda yang bisa membangun negara menjadi lebih baik.

Terlihat pula generasi saat lahir dari didikan kaum kapitalis malah menjadi pemuda yang rapuh akan moral-moral, hingga tidak terlihat sebuah aqidah yang baik. Mereka menjalani masa mudanya dengan pergaulan dengan seks bebas, mengkonsumsi narkoba dan miras, mencuri, bahkan membunuh.

Didikan kaum kapitalis ini akhirnya membuat para pemuda berkepribadian bebas, bertingkah laku semaunya, hingga pada akhirnya mereka terjerat pada pergaulan yang sama sekali tidak bermanfaat dan tidak mengantar mereka pada gerbang generasi yang diharapkan sebuah negara. Seperti itulah realita yang saat ini menggema di negeri ini, pemuda berkepribadian bebas, hingga tak sedikit berakhir pada jeruji besi.

Kita semua harus sadar, penerapan seperti ini sangatlah merugikan bagi negara, terlebih bagi setiap lingkungan masyarakat. Para pemuda yang memiliki peran sebagai pilar kebangkitan negara harus mendapat didikan yang benar, terhindar dari segala virus-virus yang disebar oleh para kaum kapitalis yang membuat rusaknya moral, agar bisa menghasilkan kepribadian yang bisa membangun negara yang makmur.

Dalam mencetak pemuda dengan kepribadian yang baik, negara seharusnya memberikan bimbingan agar tertanam ketakwaan dalam setiap individu, adanya kontrol dari masyarakat, dan penjagaan aqidah dari sebuah negara. Solusi yang tepat dari segala permasalahan adalah dengan menerapkan sistem negara Islam. Sebuah sistem yang berasal dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, sebuah aturan yang didalamnya telah mengatur segala lini kehidupan manusia, sebuah aturan yang berasal dari Allah Subhana Wa Ta’ala.

Ya, inilah sistem Khilafah yang menerapkan aturan-aturan dan hukum-hukum Islam. Segala bentuk permasalahan telah memiliki pemecahan masing-masing, seperti pada masalah pendidikan, sosial, ekonomi, dan masih banyak lagi.

Dalam bidang pendidikan, masyarakat akan mendapatkan pendidikan yang layak dan setara, biaya pendidikan yang gratis sehingga tidak menjadi beban dan tidak akan mencetak angka putus sekolah dikarenakan tidak memiliki biaya, mendapatkan fasilitas sarana dan prasana yang dapat menunjang proses pendidikan, memiliki para tenaga pengajar yang berakhlak mulia, sehingga dapat menghasilkan anak didik yang berkualitas.

Dalam bidang sosial, dengan menerapkan sistem Islam, masyarakat khususnya para pemuda akan memiliki jiwa yang mulia, memiliki akhlak yang baik, karena mereka terdidik dalam aturan-aturan Islam, hingga mereka akan jauh dari pergaulan bebas yang merugikan dirinya dan negara.

Dalam bidang ekonomi, masyarakat akan terjamin kesejahteraannya, karena negara mendistribusikan harta untuk masyarakat secara adil dan merata, uang negara dipakai untuk kesejahteraan umat, bukan untuk menjadi tabungan para individu-individu tertentu yang tujuannya hanya ingin mencari keuntungan masing-masing.

Seperti itulah Islam mengatur sebuah negara, hingga tidak ada cela pemuda akan lahir dengan moral yang rusak, karena aturan-aturan Islam membawa manusia dalam kemakmuran, dan menjadi rahmat karena memiliki aqidah yang lurus, akhlak yang kuat, terarah dan teratur dalam setiap hal yang dilakukan dan juga bermanfaat bagi masyarakat. Itulah modal dasar yang dimiliki pemuda yang terlahir dalam sistem Islam.

Banyak contoh yang bisa kita dapatkan dari pemuda-pemuda dalam peradaban Islam, seperti kisah tujuh orang pemuda dalam QS. Al-Kahfi. Ketujuh pemuda tersebut yang dirahmati Allah adalah para pemuda yang sangat beriman. Melalui keimanan mereka, akhirnya mereka mendapat petunjuk dari Allah, seperti yang berbunyi pada QS. Al-Kahfi : 13 “Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Rabb mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.”

Sebagai seorang pemuda bangsa, kita harus bangkit dari keterpurukan yang diterapkan para kaum kapitalis, kita juga harus bangkit menjadi pemuda pejuang Islam yang menerapkan hukum-hukum dan aturan dari Allah, yang bisa terus memajukan peradaban Islam agar bisa terwujudnya negara Islam yang kafah.

Wallahu’alam Bissowab.

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

blank

Hits: 19

Comment here